← Beranda

Menakar Potensi AI untuk Bisnis di Indonesia, Apa Iya se-Menguntungkan Itu?

Rian AlfiantoKamis, 7 September 2023 | 23.27 WIB
Jumpa pers daring Mekari, membahas manfaat dan potensi kecerdasan buatan untuk keberlangsungan bisnis. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi topik yang massif dibicarakan belakangan ini. Terlebih, adopsinya juga sudah dibuat semakin dekat dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mereka.
 
Ini bermula saat OpenAI, perusahaan riset kecerdasan buatan yang diketahui memiliki backing Microsoft mulai memperkenalkan solusi AI mereka yang disebut sebagai ChatGPT. Hal yang menggebrak dunia teknologi ini kemudian memicu perusahaan teknologi lainnya melakukan langkah serupa.
 
Woro-woro AI, seperti halnya dalam use case melalui perangkat yang kita genggam saat ini, teknologi tersebut juga diyakini bisa membantu banyak sektor lainnya. Termasuk, AI diyakini bisa membawa manfaat bagi pelaku bisnis.
 
Apa iya?
 
Baca Juga: Android 14 Kemungkinan Dirilis pada 4 Oktober, Bersamaan dengan Seri Pixel 8
 
Membahas hal tersebut, Mekari, perusahaan solusi digital di Indonesia meluncurkan hasil riset ‘Artificial Intelligence ( AI) Adoption Readiness of Businesses in Indonesia’. Dalam diskusi yang digelar pada Kamis (7/9) secara daring, Mekari memaparkan tiga level kesiapan perusahaan di Indonesia untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan.
 
Suwandi Soh, CEO Mekari, mengatakan bahwa berdasarkan riset yang dilakukan pada kuartal pertama 2023, perusahaan di Indonesia sudah gencar melakukan transformasi digital, yang
menjadi pondasi untuk mengadopsi teknologi mutakhir masa depan, yaitu AI.
 
“Teknologi AI akan merevolusi cara perusahaan beroperasi dengan menghadirkan sederet manfaat, mulai dari otomatisasi hingga peningkatan produktivitas," terang Suwandi.
 
Baca Juga: Game Petualangan Kucing ‘Stray’ Bakal Digarap Jadi Film Animasi
 
Dirinya meyakini, perusahaan segala ukuran, mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga yang besar, harus mempersiapkan diri, baik dari segi infrastruktur dan sumber daya manusia ( SDM). "Tujuannya untuk memanfaatkan AI bagi kemajuan bisnis di tengah revolusi industri 4.0,” lanjut Suwandi.
 
Riset Mekari menemukan bahwa kesiapan perusahaan untuk mengadopsi teknologi AI dapat diukur dari tiga level implementasi teknologi saat ini. Di level pertama atau terdasar, perusahaan telah memanfaatkan setidaknya satu macam solusi digital untuk meningkatkan produktivitas di salah satu proses atau kegiatan bisnis utama. 
 
Sebanyak 95 persen bisnis menengah dan besar di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya berada di level ini. Di level kedua, perusahaan telah tidak saja menggunakan, namun juga mengintegrasikan, beragam solusi digital di beberapa proses atau kegiatan operasional untuk mendorong efisiensi bisnis secara keseluruhan. 
 
Baca Juga: Tewas Saat Terlibat Tawuran Antar WNI di Taiwan, Pihak Keluarga Korban Meminta Pelaku Dihukum Berat
 
Dari semua perusahaan yang sudah menggunakan setidaknya satu solusi digital di level pertama, sebanyak 35 persen berhasil memperdalam penggunaan teknologi dan naik ke level yang lebih tinggi ini.
 
Di level ketiga atau teratas, perusahaan telah membentuk ekosistem teknologi dengan menggabungkan dua faktor penting, yaitu infrastruktur teknologi dan budaya perusahaan, sehingga mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi bagi pertumbuhan bisnis. 
 
"Dari semua perusahaan yang sudah mengimplementasi dan mengintegrasikan berbagai solusi digital di level kedua, sebanyak 62 persen mampu bergerak maju ke level teratas ini," kata Suwandi menambahkan.
 
Baca Juga: Jeda Kompetisi karena FIFA Matchday, PSS Sleman Libur 4 Hari Sebelum Beraktivitas Kembali
 
Suwandi juga menyebut kalauperusahaan dengan ekosistem teknologi menikmati pertumbuhan
laba 1,4 kali lebih tinggi dibanding bisnis yang sekedar mengintegrasikan solusi miliknya.
 
“Perusahaan-perusahaan di level ketiga mempunyai potensi terbesar untuk mengadopsi AI yang akan berjalan di atas ekosistem teknologi mereka. Selain itu, mereka bisa menjadi inspirasi bagi
perusahaan lain untuk turut meningkatkan penggunaan teknologi, khususnya AI, agar mencapai pertumbuhan bisnis yang tinggi," tuturnya.
 
Dirinya juga yakin, implementasi AI akan menjadi tonggak pencapaian bagi perusahaan karena teknologi tersebut akan memungkinkan mereka untuk merancang dan menerapkan inovasi di semua aktivitas atau proses bisnis, mulai dari pengaturan SDM hingga layanan konsumen.
EDITOR: Banu Adikara