JawaPos.com-Aksi pelemparan batu ke bus Transjatim oleh ASN di Gresik disebabkan kekesalan sering dipepet saat berkendara. Ternyata itu juga dialami warga lain.
Sejumlah netizen pun saling mengungkapkan pengalamannya. Nugroho misalnya, beberapa kali mengalami kejadian serupa di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. Saat dia melaju di lajur kiri dengan kecepatan sedang, bus berwarna hijau itu tiba-tiba langsung berpindah haluan untuk mendahului kendaraan di depannya.
"Tanpa nyalain lampu sein dulu, langsung ambil haluan kiri," ucap Nugroho.
Menurut dia, manuver yang dilakukan Transjatim itu membahayakan pengendara dan pengguna jalan lain.
Pasca kejadian pelemparan batu kemarin, netizen pun saling berbagi pengalaman. Seperti Zendry yang mengaku sering ketemu bus yang melintas di Jalan Cerme ugal-ugalan.
"Pernah sama suami sampai mau kesrempet," ungkap Zendry.
Amara juga mengaku demikian di jalur yang sama. Bahkan dia melihat kondisi bus tersebut sampai miring.
Kolom komentar di sejumlah posting-an media sosial pun kebanyakan berisi pengakuan manuver bus Transjatim saat ini lebih sering ugal-ugalan.
Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab operasional bus tersebut merupakan Pemprov Jawa Timur. "Itu kewenangannya Pemprov Jatim," ucap dia.
Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mempertanyakan apakah para supir dibebankan target. Sebab armada tersebut merupakan fasilitas transportasi milik pemerintah.
"Harusnya mengedepankan keamanan dan keselamatan, baik penumpang maupun pengguna jalan lain," ucap Abdullah Hamdi.
Bila tidak dibebankan target, di lapangan sering dijumpai armada yang ugal-ugalan. Seolah mengejar target atau keuntungan.
"Kita lihat dari video CCTV kemarin, makan jalurnya cukup panjang. Dan pelaku kemungkinan itu tidak sekali dua kali dipepet hingga akhirnya membawa batu dari rumah," tandas Abdullah Hamdi.
Bahkan Politikus PKB itu juga pernah melihat manuver-manuver ekstrem yang dilakukan sopir saat melintasi jalanan Gresik.
"Sebetulnya keluhan ini sudah lama ramai, ketapatan kemarin ada insiden pelemparan itu. Kami berharap ada evaluasi dari pengelola bus agar mengutamakan keamanan dan keselamatan di jalan," ucap Abdullah Hamdi.
Januari - Oktober Jutaan Penumpang Gunakan Transjatim Rute Gresik
Sebetulnya, keberadaan bus Transjatim cukup membantu mobilitas masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari okupansi dari tahun ke tahun yang cukup banyak.
Berdasar data dari akun Transjatim, Januari - Oktober 2025 kemarin terdapat 2,2 juta penumpang pada koridor 1 yakni rute Sidoarjo - Surabaya - Gresik. Lalu ada 755,2 ribu penumpang pada rute Gresik - Mojokerto, dan 942,6 ribu penumpang pada rute Gresik - Paciran.
Pramesti, warga Gresik yang sedang menempuh pendidikan di Surabaya mengaku pernah naik bus hijau itu. Dia mengakui apabila cukup terbantu dengan kehadirannya, selain harga yang terjangkau, fasilitasnya pun cukup layak.
Namun itu kali pertama dan terakhir dia naik Transjatim. Sebab saat itu dirinya naik dari Terminal Bungurasih. Melihat peta dari aplikasi Ajaib, lebih dari 30 menit menunggu kedatangan bus yang mengarah ke Gresik.
"Kalau sudah di dalam bus memang enak, cepat dan tepat waktu. Tapi nunggunya itu makan waktu lama," beber Pramesti.