JawaPos.com - Penamaan sebuah wilayah tidak terlepas dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat. Tidak jarang pula kondisi geografis menjadi faktor pendukung.
Bermula dari tetenger atau penanda, lalu berkembang menjadi cikal bakal lahirnya desa. Salah satunya, wilayah Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Nama Randuagung diambil dari dua suku kata. Yakni, randu yang merupakan tanaman yang memiliki akar kuat dan besar.
Jenis pohon tersebut juga biasa dikenal dengan pohon kapuk. Serta, agung yang bermakna sesuatu yang sangat besar.
’’Jika diartikan, memiliki makna pohon randu yang sangat besar. Zaman dulu banyak ditemukan pepohonan tersebut,’’ ujar Kepala Desa Randuagung Khambali.
Namun, sebelum lahirnya desa maupun kawasan permukiman, pohon randu yang tumbuh di sekitar lokasi memiliki akar dan batang yang sangat kuat. Bahkan, dipercaya memiliki unsur magis dan menjadi tempat tinggal makhluk halus.
Akhirnya, tidak ada yang berani memotong pohon tersebut. ’’Masyarakat saat itu juga masih percaya dengan animisme. Sehingga terkesan dikeramatkan,’’ tuturnya.
Namun, pohon yang makin menua membuatnya lapuk termakan usia. Satu per satu juga tumbang akibat kondisi cuaca.
Di sisi lain, masuknya Islam dan perkembangan zaman mengikis kepercayaan tentang dunia mistis.
’’Perlahan menjadi sebuah desa dan berkembang hingga sekarang,’’ ujar Khambali. (yog/c12/diq)