← Beranda

Kompetisi Padel Americano dan Mexicano di Surabaya

Retno Dyah AgustinaSelasa, 8 April 2025 | 07.36 WIB
Perkembangan olahraga padel makin pesat. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

 

JawaPos.com–Perkembangan olahraga padel makin pesat. Sejak Oktober 2024, penambahan komunitas padel baru di Surabaya naik sampai 10 kali lipat. Kini, pengelola komunitas pun turut membuat kegiatan seru agar para anggota semakin mengenal.

Lewat pertandingan gaya Americano dan Mexicano, proses latihan sambil berkenalan dibuat lebih menarik. Kedua gaya pertandingan itu, tiap pemain diadu dengan lawan dan pasangan yang diacak oleh sistem.

“Karena padel ini sebenarnya social sport ya. Jadi mendukung para pemainnya kenalan satu sama lain lewat match ini,” ucap cofounder Jungle Padel Community Kennedy Khusnadi.

Satu sesi Americano match baru rampung setelah salah satu tim menyentuh 16 poin. Setelah undian yang dilakukan setiap sesi rampung, pemain yang hadir diberikan waktu singkat untuk pemanasan.

”Jadi mereka bisa kenalan dulu sedikit, atur dinamika, sebelum pertandingan kejar poin,” sambung Tommy Wasisto, sesama pendiri.

Pertandingan Americano mendukung tiap pemain berjejaring lebih banyak. Yimmy, misalnya, baru mulai bermain tiga pekan terakhir. Lewat kegiatan Americano, dia bisa menjajal gaya main yang beragam.

”Beberapa sudah kenal, tapi seru juga coba permainan seperti ini. Sebelumnya saya di badminton tidak ada yang begini,” imbuh dia.

Tommy mengatakan, sesi Americano dan Mexicano rutin diselenggarakan tiap pekan. ”Ganti-ganti sih, tapi tiap weekend pasti kita bikin,” ucap pria yang juga berperan sebagai pelatih padel itu.

Kennedy menambahkan, sistem seperti ini juga membuat banyak komunitas-komunitas lain yang tertarik untuk bergabung. ”Jadi ada komunitas kecil-kecil lagi di dalam komunitas kita, yang akhirnya jadi saling kenal,” tutur dia.

Jumlah anggota mereka sudah melebihi 100 orang. Satu match Americano atau Mexicano bisa diikuti 16 hingga 20 orang.

Padel sendiri disebut sebagai olahraga yang mudah dipelajari. Cukup satu bulan pertama untuk berlatih, selanjutnya mereka bisa mengasah kemampuan lewat social match semacam Americano.

”Apalagi kalau pernah main tenis, badminton, itu makin mudah lagi buat ikutan,” kata Kennedy.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah