← Beranda

Upaya Pemkot Surabaya Jaga Lingkungan hingga Raih Adipura

Dhimas GinanjarJumat, 3 Maret 2023 | 14.48 WIB
BERKAT KERJA BERSAMA: Wali kota Surabaya bersama istri menyapa para pahlawan kebersihan saat arak-arakan Adipura Kencana. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Lingkungan yang bersih bisa membuat siapa saja yang melihatnya tidak merasa sumpek. Hal itulah yang coba diwujudkan di Surabaya. Ribuan anggota satgas setiap hari turun ke jalan dan saluran. Dari tenaga mereka, kebersihan kawasan Surabaya tetap terjaga.

GALIH ADI PRASETYO, Surabaya

SOLEH adalah salah seorang satgas kebersihan dinas lingkungan hidup (DLH) paling semringah di antara ratusan satgas yang membanjiri halaman Balai Kota Surabaya Rabu(1/3) siang. Teriakannya paling keras di antara kawan-kawannya. ’’Suroboyo Wani,’’ teriaknya ketika rombongan kirab trofi Adipura Kencana itu masuk ke panggung utama.

Ya, ketekunannya saban hari bergelut dengan debu jalan dan sampah para pengguna jalan terbayar. Hampir tujuh tahun pria itu setiap hari bertugas turun ke jalan. Membawa sapu lidi menyusuri jalan.

’’Waktunya nggak mesti, kadang pagi, kadang sore. Tempatnya kadang dipindah,’’ katanya.

Dia mengakui, menjaga kebersihan Surabaya gampang-gampang susah. Kalau menyapu daun yang rontok, dia masih maklum. Beda ceritanya kalau menyapu sampah yang sengaja dilempar pengguna jalan.

’’Kadang yo mangkel. Kok iyo onok wong modelan ngono. Pernah juga pas nyapu, eh ada yang sengaja buang sampah di depan saya,’’ katanya.

Soleh adalah satu di antara 3.400 orang yang berjasa menjaga kebersihan Surabaya.

Meskipun berstatus tenaga kontrak, pekerjaan itu terus dia jalani. Sambil mengambil pahala dari orang-orang yang sengaja mengotori kotanya.

Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, proses penilaian Adipura Kencana itu berlangsung selama setahun. Visitasi dan peninjauan oleh tim penilai dan dewan Adipura dilakukan. Kalau tidak konsisten, bukan perkara mudah menjaga lingkungan seluruh kota.

Hebi mengatakan, saat ini total lebih dari 2.000 petugas kebersihan yang ada di bawah DLH. Fokusnya banyak, mulai menyapu jalan, membersihkan sungai, hingga memilah sampah di TPS 3R.

Jumlah itu belum termasuk petugas lainnya. Misalnya, satgas pematusan yang saban hari bergelut dengan lumpur. Jumlahnya lebih dari 1.400 orang. Mereka membersihkan got dari sampah botol, plastik, hingga kasur yang menyumbat.

Selain komitmen menjaga kebersihan, poin lain yang mengantar Surabaya meraih Adipura Kencana adalah waste to energy. Saban hari 1.000 ton sampah diolah menjadi energi listrik.

’’Namun, ini semua tidak akan terwujud tanpa kolaborasi dengan yang lain. Misalnya, sekolah, perkantoran, dan lainnya harus support program penanganan sampah. Yang paling utama adalah pemilihannya,’’ terang Hebi.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Surabaya Febri Kusumawati memastikan komitmen Surabaya untuk menjaga lingkungan selalu masuk rencana pembangunan.
EDITOR: Dhimas Ginanjar