JawaPos.com–Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan kembali menyambangi Surabaya (6/2). Pria yang juga menjadi ketua umum dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyapa para pedagang di Pasar Tambak Rejo.
Zulhas, begitu sapaan akrab Zulkifli Hasan itu, tiba di Pasar Tambak Rejo sekitar pukul 10.41. Kehadiran Zulhas membuat para pedagang, terutama ibu-ibu sontak berkerumun.
”Harga telur terpantau stabil. Rp 26 ribu batas paling bawah,” kata Zulkifli Hasan kepada para awak media.
Menurut dia, harga yang stabil tak hanya pada telur. Ayam, cabai, hingga bawang putih dan merah juga stabil. Zulhas juga mendatangi pedagang yang menjual kebutuhan pokok lainnya. Salah satunya beras.
Zulhas meminta kepada Bulog untuk mengguyur beras. Per kilogram beras Bulog dibanderol Rp 9.400. ”Kalau yang premium tentu lain harganya. Saya jamin beras Bulog ada di mana-mana,” papar Zulkifli Hasan.
Lantas, mengapa ada kenaikan harga terhadap beras? Zulhas menjelaskan, biasanya sebelum panen (Maret) harga naik.
”Harusnya kami guyur. Beras Bulog ini bagus banget kadang-kadang lebih bagus dari beras premium dan sekarang sudah nggak boleh dioplos,” tambah Zulkifli Hasan.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan harga beras akan kembali normal alias sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450 per liter. Saat ini, Bulog sedang gencar melakukan operasi pasar. Itu dilakukan karena harga beras masih terpantau tinggi.
”Sekarang lagi bombardir, Bulog mengguyur pasar agar harganya bisa turun. Sekarang sedang dilakukan. Beres dulu (operasi pasar), setelah itu harga tidak boleh naik Rp 9.450,” ujar Zulhas.