JawaPos.com–Nuri (bukan nama sebenarnya) dari salah seorang kader Surabaya hebat (KSH) Tembok Sayuran, Kecamatan Bubutan, menyampaikan keluhan terkait honor. Dia berharap tahun ini ada kenaikan honor KSH yang bisa lebih baik lagi.
Perempuan 47 tahun itu menilai, honor yang diterima selama ini kurang. Ketika ada kegiatan dari puskesmas atau kegiatan penyuluhan, tak jarang para kader harus merogoh kantong sendiri.
”Untuk menyediakan konsumsi bagi para pegawai puskesmas. Kalau tidak dikasih, kasihan juga pegawainya,” kata Nuri.
Dia mencontohkan ada kegiatan vaksinasi di balai RW. Urusan konsumsi menjadi PR dari para kader. Bukan tugas dari puskesmas atau Dinas Kesehatan Surabaya.
”Belum lagi tugas kader sekarang terus bertambah. Nanti ada juga yang marah-marah ke kami soal data,” keluh Nuri saat reses Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krishna.
Sementara itu, Pertiwi Ayu Krishna mengungkapkan, seharusnya bukan menjadi urusan kader mengenai penyediaan konsumsi. Dia meminta kepada puskesmas atau Dinas Kesehatan Surabaya untuk menegaskan kembali tugas-tugas dari kader.
”Jangan sampai tekor juga. Tugas sudah banyak, uang pribadi terpakai juga kasihan,” ucap Pertiwi Ayu Krishna, politikus Golkar itu.
Tahun ini, honor KSH diusulkan pada 2022 naik. Yang sebelumnya Rp 400 ribu menjadi Rp 500 ribu. Sementara itu, APBD 2023 dialokasikan Rp 11,2 triliun. Angka itu naik Rp 500 miliar dari APBD tahun lalu. Adapun total pendapatan sebesar Rp 10,4 triliun yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan transfer.