← Beranda

Perkenalkan Motif Batik Khas Surabaya, Pemkot Surabaya Target Ekspor

Latu Ratri MubyarsahRabu, 2 November 2022 | 05.19 WIB
Para kepala daerah wilayah Gerbangkartasusila mengenakan batik motif khas Surabaya. Istimewa
JawaPos.com–Event Karnaval nang Tunjungan sukses digelar Minggu (30/10). Event yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Surabaya dan Bank Jatim.

Dalam acara itu, kepala daerah di Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan) mengenakan batik dengan motif khas Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, melalui Karnaval nang Tunjungan, pemkot ingin memperkenalkan motif batik khas Kota Surabaya dengan menggerakkan pelaku UMKM.

”Sekaligus pula untuk memamerkan dan memperagakan busana batik karya dari para desainer UMKM Kota Surabaya,” tutur Eri.

Motif batik yang diperkenalkan adalah hasil karya dari 16 pembatik dan 14 desainer UMKM asal Kota Surabaya. Yakni, motif batik Sparkling Surabaya, Gembili Wonokromo, Remo Surabayan. Kemudian Abhi Boyo, Kembang Bungur, dan Doro Kidungan. Bahkan yang menarik, batik yang digunakan kepala daerah juga kombinasi dari kain tenun dari Gresik, Lamongan, Mojokerto, hingga Sidoarjo.

”Alhamdulillah warga antusias. Jadi kita coba di Jalan Tunjungan dan menggerakkan semua UMKM, sekaligus memamerkan dan menggunakan batik Surabaya yang dipakai Kepala Daerah Gerbangkertasusila dan Forkopimda Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Menurut dia, motif batik khas Kota Surabaya akan menjadi pengenal atau ikon bagi Kota Pahlawan. Pemkot juga berencana mengembangkan motif batik khas Kota Surabaya untuk dipasarkan ke mancanegara.

”Alhamdulilah ini menunjukkan batik Surabaya sudah bisa kita masukkan ke daerah lain. Karena kita sekarang sudah memiliki ciri khas. Insya Allah batik itu akan terus kita kembangkan sampai dengan kita bisa ekspor ke negara lain,” ungkap Eri.

Dalam pengembangan batik khas Kota Surabaya tersebut, telah dikombinasikan dan dipadupadankan dengan motif batik khas Kabupaten Gresik dan Lamongan yang memiliki kain tenun.

”Kita sudah kerja sama dengan Gresik dan Lamongan karena di sana ada tenun. Insya Allah batiknya itu seperti dipakai kepala daerah lain dikombinasikan, ada tenun dan ada batiknya Surabaya. Insya Allah itu yang akan kita kembangkan untuk menaikkan kemampuan UMKM Surabaya,” terang Eri.
EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah