JawaPos.com – Dalam menjalankan program-program di tahun 2024, pemkot Surabaya telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan.
Salah satu program prioritas dari Pemkot yakni pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik lokasi di Surabaya.
Tahun ini, pemkot Surabaya lebih fokus pada pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur, selain melanjutkan program yang bersifat intangible.
Salah satu program pembangunan sarana dan prasarana yang dicanangkan yakni dengan pemasangan PJU sebanyak 7.580 unit.
Hal ini diupayakan untuk mencegah risiko timbulnya kriminalitas di ruang yang gelap dan tidak terpantau CCTV.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad turut memberikan pernyataan.
Pada tahun sebelumnya, ada sebanyak 106.659 unit PJU yang sudah terpasang. Pemasangan unit PJU tersebut berdasarkan usulan-usulan dan masukan dari masyarakat.
Irvan memaparkan bahwa total ada lebih dari 114 ribu unit PJU yang sudah terpasang sampai tahun 2024 ini.
Dan pada tahun 2024 ini sementara sudah ada sebanyak 7.580 unit PJU tersebar di sekitar tiga ribu lokasi lebih di Surabaya.
"Sedangkan total PJU yang sudah terpasang hingga tahun 2024, ada 114.239 unit. Sementara pemasangan PJU baru di tahun 2024, ada sebanyak 7.580 unit di 3.286 lokasi," tuturnya.
Irvan juga menyebutkan selain pemasangan PJU, Pemkot juga fokus kepada penanganan genangan dan perbaikan jalan yang rusak.
Dan seluruh permasalahan infrastruktur tersebut, sebelumnya memang sudah dipetakkan di setiap wilayah kota Surabaya.
Di samping pembangunan infrastruktur, Irvan memaparkan bahwa tahun 2024 pemkot juga melanjutkan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
"Jadi masukan-masukan dari warga, itu kita himpun untuk menyelesaikan problem-problem perkotaan. Pak Wali Kota Eri Cahyadi ingin (permasalahan) di kampung-kampung itu terselesaikan," ujar Irvan.
“Tahun 2024 kita masih berfokus pada pertumbuhan ekonomi, menurunkan inflasi dan menaikkan investasi. Termasuk juga menyelesaikan kesenjangan pemerataan warga Surabaya,” tambahnya.
Tak hanya itu, Irvan juga menuturkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Surabaya setiap tahun yang makin meningkat.
Hal tersebut juga masuk ke dalam target program prioritas Pemkot Surabaya, yang mana data dari tiga tahun terakhir terus mengalami kenaikan.
Pada tahun 2021, IPM Surabaya mencapai 82,94 dan naik tahun 2022 menjadi 83,32. Sementara di tahun 2023, IPM Surabaya kembali mengalami kenaikan menjadi 83,99.
Irvan juga menuturkan keinginannya, "terkait pencapaian IPM di Surabaya kita setiap tahun harus meningkat," jelasnya
Irvan menuturkan bahwa pemkot membutuhkan peran serta masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kota.
Misalnya, terkait penanganan genangan, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mendirikan bangunan di atas saluran, warga sudah turut serta membantu pemerintah.
"Karena itu kami berharap kepedulian masyarakat. Pemkot tidak bisa sendiri dalam menyelesaikan problem Kota Surabaya,” ungkapnya
“Tapi kepedulian dan gotong-royong warga, akan bisa bersama-sama menjaga Kota Surabaya menjadi lebih baik," tambah Irvan.