JawaPos.com- Selain pendidikan dan kesehatan, pelayanan publik menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Setiap tahun peningkatan layanan terus dilakukan. Baik kecepatan maupun kenyamanan. Ke depan, pemkot berencana menambah mal pelayanan publik (MPP) lagi.
Saat ini, pemkot baru memiliki dua MPP. Lokasi pertama di gedung Siola. Di tempat itu warga bisa mendapatkan pelayanan yang lengkap. Mulai administrasi kependudukan (adminduk), perizinan, pajak, perbankan, hingga mengurus surat kendaraan.
Letak MPP kedua berada di Jalan Raya Menur. Atau lebih dikenal dengan sebutan unit pelayanan terpadu satu atap (UPTSA). Berbeda dengan MPP di Siola, jenis pelayanan di UPTSA terbatas. Hanya adminduk dan perizinan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkot Surabaya M. Taswin mengatakan, cetak biru pelayanan publik di Surabaya telah disusun. Warga yang mengajukan permohonan layanan harus mendapatkan kenyamanan serta kecepatan. ”Pelayanan publik terus ditingkatkan,” ujarnya.
Pemkot akan menambah jumlah MPP. Sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2021–2026, ada empat MPP di metropolis. Untuk mendekatkan pelayanan. Taswin menjelaskan, penambahan empat MPP itu masih dikaji. Sebab, sejak persebaran virus korona di Surabaya, pendapatan pemkot ikut terdampak. ”Kami lihat dulu alokasi anggaran di APBD,” ucapnya.
Langkah lainnya adalah meningkatkan pelayanan di MPP Menur. Jenis layanan yang disediakan sama seperti yang ada di Siola. Harapannya, bisa mengakomodasi kepentingan masyarakat di kawasan timur. ”Tidak perlu jauh-jauh ke Siola lagi,” ujarnya.
Penambahan jenis layanan itu diperkirakan mulai berjalan tahun depan. Taswin mengatakan, persiapan telah dilakukan. ”Nanti tinggal kami berkoordinasi dengan kejaksaan, kepolisian, dan lainnya masuk ke sana. Kita manfaatkan yang sudah ada ini agar lebih maksimal,” katanya.