← Beranda

8 Taman Kota di Surabaya Dibuka Hari Ini

Latu Ratri MubyarsahSabtu, 23 Oktober 2021 | 02.27 WIB
Pengunjung anak-anak memberi makan rusa di Taman Flora Kebun Bibit. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Sebanyak 8 taman kota akhirnya dibuka, Jumat (22/10). Delapan taman tersebut adalah Taman Flora, Taman Sejarah, Taman Cahaya, Taman Harmoni, Taman Pelangi, Taman Kebun Bibit, Taman Prestasi, dan Taman Ekspresi.

Pengunjung yang akan masuk taman diwajibkan melakukan scan QR code barcode melalui aplikasi PeduliLindungi. Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, anak-anak diperbolehkan masuk taman kota dengan didampingi orang tua masing-masing. Para pengunjung dipantau tim yang bertugas mengawasi penerapan prokes selama berada di area taman.

”Pembukaan taman tersebut juga telah mendapat asesmen dari Tim Satgas Covid-19 Kota Surabaya. Kami memperbolehkan anak di bawah usia 12 tahun masuk taman bersama orang tua dengan menunjukkan QR code barcode aplikasi PeduliLindungi, yang artinya orang tua tersebut sudah melakukan vaksinasi,” kata Anna, Jumat (22/10).

Selain itu, Anna menjelaskan, delapan taman kota tersebut dibuka dengan dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 06.00 sampai 11.00 WIB. Kemudian sesi kedua, dibuka pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.

Para pengunjung yang masuk taman juga diatur secara bertahap. ”Kapasitas pengunjung berdasar luas taman masing-masing. Kita lakukan uji coba ini selama tiga hari pada akhir pekan, Jumat, Sabtu, dan Minggu, agar bisa menghitung kapasitas baik akhir pekan dan hari kerja,” ujar Anna.

Menurut Anna, tak menutup kemungkinan taman kota menjadi tempat untuk melaksanakan vaksinasi. Apabila dibutuhkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

”Tentu tidak menutup kemungkinan taman menjadi tempat alternatif warga untuk mengikuti vaksinasi. Seperti di Taman Cahaya, bila dibutuhkan kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan, harapannya warga bisa langsung vaksin sebelum masuk taman,” ungkap Anna.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DKRTH Surabaya Mohamad Iman Rachmadi menjelaskan, setiap pengunjung yang hendak masuk taman, mendapat estimasi waktu mulai 30 menit dan maksimal 1 jam. Hal itu dilakukan untuk mencegah kerumunan serta agar pengunjung bisa masuk secara bergiliran.

”Usai melakukan pengecekan QR code barcode PeduliLindungi sebelum memasuki taman akan terlihat kapasitas pengunjung setiap taman. Apabila sudah memenuhi kuota, pengunjung lain harus menunggu. Estimasi setiap pengunjung yang masuk mulai 30 menit sampai 1 jam, tidak bisa lebih karena harus bergantian dengan pengunjung lain,” jelas Iman.

Iman mengatakan, pihaknya mendirikan posko pengawasan di setiap taman kota. Para petugas pengawas berasal dari DKRTH dibantu petugas Linmas Kota Surabaya. ”Untuk petugas yang berjaga akan bergiliran. Nanti dibantu Linmas Kota Surabaya,” kata Iman.

Salah satu pengunjung Taman Flora Kota Surabaya Kusnul Ma'arif mengaku senang. Sebab, taman kota sudah mulai dibuka kembali, dengan penerapan prokes yang sangat ketat.

”Tentunya senang taman sudah dibuka karena sudah menunggu lama. Apalagi Kota Surabaya sudah level 1. Kami menyambut baik usaha pemerintah, taman ini bisa menjadi alternatif wisata di Kota Surabaya dengan prokes ketat,” ujar Kusnul, warga Gubeng Kertajaya itu.
EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah