← Beranda

Koran Belanda Sebut Sunan Ampel Sebagai Pendiri Surabaya

Latu Ratri MubyarsahSelasa, 1 Juni 2021 | 02.47 WIB
Suasana Masjid Ampel Surabaya. Ahmad Khusaini/JawaPos
JawaPos.com–Sunan Ampel memiliki peran besar dalam membangun Kota Surabaya. Sosok yang juga dikenal dengan nama Raden Rahmat itu dikabarkan datang bersama ribuan warga dari luar Surabaya. Kedatangannya itu karena hadiah sebidang tanah di wilayah kota lama Surabaya, di kawasan Ampel dan Jembatan Merah Surabaya.

Pegiat sejarah dan kebudayaan Muhammad Khotib menjelaskan, Raden Rahmat berjalan ke Pare, lewat Kembang Kuning lalu membangun masjid. Kemudian berjalan ke Peneleh membangun masjid lalu ke Ampel membangun pemukiman dan Masjid Ampel.

Hal itu didapatkan berdasar hasil observasi yang dia lakukan dan beberapa referensi koran Belanda. Referensi itu didapatkannya dari perpustakaan di Belanda.

”Dari sumber itu, Raden Rahmat bisa dikatakan sebagai salah tokoh yang berperan penting dalam cikal bakal adanya Kota Surabaya,” tutur Khatib pada Senin (31/5).

Perjalanan Raden Rahmat itu ditulis koran Soerabaijsche-Handelsblad pada 1906. Dalam koran itu, dijelaskan bahwa sekitar tahun 1.400 Masehi, Angka Widjaya, penguasa Majapahit memberi hadiah tanah Ampel kepada Raden Rahmat.

”Kemudian Raden Rahmad membawa lebih dari 1.000 keluarga dan membangun pemukiman di kawasan tanah Ampel yang merupakan cikal bakal Surabaya,” jelas Khatib.

Dalam koran terbitan Belanda, De Indische Courant pada 1926, terdapat pengakuan dari seorang turis yang sedang berwisata di kawasan Ampel. Dia mengaku Raden Rahmat merupakan pendiri Kota Surabaya.

Hal yang sama diungkapkan di koran De Sumatra Post pada 1926. Tertulis bahwa di bawah naungan Bupati Surabaya Tjokronegoro IV pada 1868 dilakukan penataan pemakaman Jawa di sebelah utara Masjid Ampel, yaitu Raden Rahmat dimakamkan.

”Kampung Ampel yang disebut sebagai asal Kota Suranaya kemudian menjadi lebih lebih luas lagi,” terang Khatib.

Kemudian, di buku History of Java karya Gubernur Raffles juga dijelaskan bahwa Raden Rahmat hijrah dari Majapahit ke kawasan Ampel membawa 1.000 keluarga. Di buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto juga menjelaskan bahwa Raden Rahmad adalah bupati Surabaya.

”Saya abaikan jumlahnya (keluarga yang dibawa Raden Rahmad ke Kawasan Ampel). Mau 800 atau 3.000 itu komunitas yang besar,” kata Khatib.

Dengan jumlah pendatang yang besar itu, terbentuklah pemukiman yang cukup besar pula. ”Ketika beliau (Raden Rahmat) sampai ke Ampel membangun pemukiman dan membangun pesantren,” ujar Khatib.

Adanya pemukiman tua di Ampel itu juga telah dibuktikan dengan penemuan aksara Jawa kuno di gapuran Ampel berusia 1.400-an sampai 1.500-an. Tahun tersebut adalah tahun di mana Raden Rahmat tinggal di Ampel.

”Berdasar hasil observasi dan referensi yang saya lakukan bisa dikatakan bahwa Ampel adalah cikal bakal Kota Surabaya dan Raden Rahmat adalah bupati pertama Kota Surabaya,” kata Khatib.
EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah