← Beranda

HUT ke-63, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Punya Doa Untuk Karang Taruna

Dimas Nur ApriantoSenin, 11 September 2023 | 04.35 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi satu panggung kembali dengan Menteri Sosial Tri Risma Harini dalam HUT ke-63 Karang Taruna.

 

JawaPos.com–Karang Taruna Kota Surabaya menggelar konsolidasi akbar di Gedung Balai Pemuda sisi barat, Minggu (10/9). Konsolidasi akbar tersebut untuk memperingati HUT ke-63 Karang Taruna sekaligus mempererat tali silaturahmi para pemuda Karang Taruna.

Konsolidasi akbar itu turut dihadiri Menteri Sosial Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Ketua Karang Taruna Kota Surabaya Fuad Benardi. Selain itu, juga dihadiri sekitar 500 anggota Karang Taruna se-Kota Surabaya. 

Dalam kesempatan itu, Mensos RI Tri Rismaharini berkesempatan menjadi keynote speaker untuk memberikan semangat dan memperkuat karakter kepada para pemuda-pemudi Karang Taruna di Kota Pahlawan. Para pemuda-pemudi Karang Taruna adalah bagian dari agen perubahan bagi Indonesia di masa mendatang. 

”Seperti yang disampaikan Pak Wali (Eri Cahyadi) Karang Taruna adalah agent of change, karena mereka adalah calon pemimpin Indonesia. Maka dari itu, yang perlu diperkuat adalah kegiatan-kegiatan yang bagus (positif),” kata Tri Rismaharini. 

Mensos yang akrab disapa Risma itu berharap, ketika pemuda-pemudi karang taruna melakukan kegiatan positif, akan berpengaruh terhadap pengembangan diri dan di lingkungannya.

”Jadi, tadi dia melakukan (membantu) masalah sosial, dan sebagainya, itu sangat bagus sekali serta peduli dengan lingkungannya. Saya mencoba mengungkit lagi ke depan untuk memikirkan masa depan mereka,” ujar Risma.

Mensos Risma juga sempat menunjukkan beberapa dokumentasi ketika membantu anak-anak disabilitas di pedalaman wilayah Indonesia. Mensos Risma menceritakan ketika berkunjung ke rumah anak disabilitas Gading Ogi Saputra di Pekalongan, Jawa Tengah. 

Mensos Risma menuturkan, pemuda-pemudi Karang Taruna harus bisa bersyukur hidup layak dengan serba berkecukupan dan memiliki fisik yang normal. Sosok Gading adalah contoh pemuda yang gigih, meskipun kondisi fisik tak sempurna, Gading mampu dan berani berusaha untuk bangkit berjualan demi menghidupi keluarga. 

”Ini adalah contoh, anak-anakku karang taruna kalian bisa membantu di bidang apapun. Kalau kalian tahu susahnya di daerah lain di Indonesia, kita masih bersyukur, sayang sekali kalau kita kemudian dengan kondisi yang sangat muda kemudian tidak bisa berhasil, tidak bisa sukses, itu kebangetan namanya,” tutur Risma. 

Pembina Umum Karang Taruna itu menambahkan, ada beberapa program yang disiapkan Kementerian Sosial (Kemensos). Kemensos memiliki banyak program kegiatan untuk para Karang Taruna di seluruh Indonesia. 

”Biasanya, di perkotaan itu sudah sangat banyak (kegiatan), kalau mereka ikut bisa menjadikan hal itu menjadi positif. Ketika ada kegiatan positif mereka bisa terhindar dari kenakalan remaja juga,” ujar Risma. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Karang Taruna adalah bagian dari agen perubahan yang akan digerakkan penuh di Kota Surabaya. Saat ini ada pemilihan Duta Karang Taruna yang diikuti oleh tiga orang dari setiap RT di Kota Surabaya. 

”Luar biasa, satu RT ada tiga orang minimal yang ikut Duta Karang Taruna. Hari ini ada 27.000 yang ikut, itu belum pengurusnya Karang Taruna. Dari 27.000 tadi, Mas Fuad akan menjadikan sebagian pengurus untuk menjadi pengurus di titik yang belum ada Karang Taruna,” kata Wali Kota Eri Cahyadi. 

Dalam menyambut peringatan HUT ke-63 Karang Taruna pada 26 September mendatang, Wali Kota Eri akan mengumpulkan sekitar 27.000 anggota Karang Taruna tersebut untuk dijadikan sebagai agen perubahan di Kota Surabaya. Dia ingin, Karang Taruna bisa ikut turut serta ikut membawa perubahan di Kota Surabaya. 

”Saya berharap, ketika Karang Taruna ini turun semua permasalahan itu akan selesai. Seperti yang disampaikan Bu Mensos (Risma) tadi sebagai Pembina Karang Taruna, ketika Karang Taruna memiliki semangat perjuangan tidak akan pernah ada pengangguran di Kota Surabaya, karena mindset kita bukan diciptakan sebagai pegawai, akan tetapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru,” jelas Eri. 

Wali Kota Eri menyampaikan, ketika Karang Taruna itu turun langsung menjadi agen perubahan, aset-aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bisa digunakan sebagai Rumah Padat Karya. Ketika aset pemkot dimanfaatkan sebagai Rumah Padat Karya, para pemuda itu bisa mengembangkan pendapatan yang nanti juga bisa digunakan untuk kegiatannya Karang Taruna. 

”Kalau hanya jadi pegawai terus nggak cukup. Karena itu lah kita akan membuat (bangkitkan) entrepreneur di Kota Surabaya ini. Saya yakin dengan Karang Taruna, buktinya apa? Duta Karang Taruna ada 27.000, ini momen yang besar, tinggal tunggu momennya,” ucap Eri. 

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Surabaya Fuad Benardi mengatakan, pemilihan Duta Karang Taruna menjelang peringatan HUT ke-63 Karang Taruna pada 26 September adalah momen bagus untuk mempersiapkan agen perubahan di Kota Surabaya.

”Alhamdulillah, setiap kecamatan ini ada pesertanya, hal ini menjadi momen bagus. Sesuai arahan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) supaya anak-anak muda ini bisa mengurangi pengangguran maka kita bentuk dulu Karang Taruna,” kata Fuad. 

Fuad berharap, Karang Taruna Kota Surabaya ke depan bisa ikut serta menjalankan program pemberdayaan dan kewirausahaan, sehingga dapat menciptakan potensi peningkatan ekonomi baru di Kota Pahlawan.

”Teman-teman ini bisa mempunyai kegiatan dan terlepas dari pengangguran, seperti yang disampaikan Bu Mensos (Risma). Potensi ekonomi di Surabaya ini sangat luar biasa, kalau teman-teman tidak bisa menjadi pelakunya, eman (sayang),” ucap Fuad.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah