JawaPos.com - Teknologi berbasis artificial intelligence (AI) diprediksi kian ngetren. Karena itu, pemprov menjajaki penerapan AI di sektor-sektor layanan publik dan industri.
Rencana itu terungkap saat Gubernur Khofifah Indar Parawansa bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia dan ASEAN Abdulla Salem Aldhaheri di Gedung Negara Grahadi kemarin (27/7).
Dalam pertemuan tersebut, ada sejumlah rencana kerja sama yang dijajaki pemprov dan pemerintah UEA di sektor AI. Yakni, pemberian beasiswa bagi siswa Jatim ke UEA di bidang AI serta kerja sama pengembangan teknologi AI di sektor kesehatan, layanan publik, industri, dan sektor lain.
’’Ini penting karena AI sangat dibutuhkan di era saat ini,” kata Khofifah.
Selain itu, teknologi AI sangat diperlukan untuk mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Jatim yang diinisiasi pemerintah. Salah satunya, KEK Singhasari.
’’Kami segera menyampaikan proposal kerja sama tersebut,” katanya.
Sementara itu, Abdulla Salem Aldhaheri menambahkan bahwa akan ada forum bisnis di Jakarta pada September mendatang.
”Ini berkaitan dengan rencana investasi UEA. Kami berharap Jawa Timur berpartisipasi,” tuturnya.
Dia menyebut Jatim memiliki kontribusi besar dalam pertumbuhan perekonomian. Karena itu, UEA berharap bisa menjalin kerja sama di berbagai sektor. (hen/c7/ris)