← Beranda
Super Hot! 10 Rivalitas Terbesar Sepanjang Sejarah UFC: Conor McGregor Jadi Musuh Masyarakat, Khabib Nurmagomedov Libatkan Fans Rusia-Irlandia
Bramasta JPSenin, 13 Januari 2025 | 06.28 WIB
Khabib Nurmagomedov mengalahkan Conor McGregor pada 2018. (USA Today Sports).

JawaPos.com - Tanpa rivalitas di seluruh cabang olahraga tidak akan mendatangkan banyak prahara untuk menarik penonton, terutama dalam olahraga pertarungan. Persaingan antar petarung jika tidak dibumbui dengan permusuhan di mana dua petarung sangat ingin mengalahkan satu sama lain akan sangat membosankan.

Kemenangan yang diperoleh dari rivalitas juga dapat membentuk intrik-intrik baru yang bisa diciptakan dari pembawaan sikap bintang itu sendiri seperti kesombongan.

Sepanjang sejarah olahraga tarung, pada cabang tinju ada beberapa persaingan ikonik seperti Muhammad Ali vs Joe Frazier dan Mike Tyson vs Evander Holyfield. Selain di tinju, dari cabang Mixed Martial Arts (MMA) juga menciptakan rivalitas antar petarungnya yang menarik perhatian banyak orang.

Melansir dari Givemesport, berikut 10 rivalitas MMA terhebat dalam sejarah yang pernah ada di Ultimate Fighting Championship (UFC).

10. Khabib Nurmagomedov vs Tony Ferguson

Salah satu pertanyaan terbesar dalam sejarah UFC ‘Apa yang akan terjadi jika Khabib Nurmagomedov dan Tony Ferguson bertarung?’. Meskipun masuk ke dalam daftar rivalitas terbesar, sebenarnya keduanya tidak pernah bertarung di oktagon.

Dua petarung ini adalah pesaing dengan nama besar dalam sejarah UFC modern pada tahun 2015 hingga 2020. Kedua bintang tersebut benar-benar mendominasi divisi kelas ringan dan mendapat kesempatan bertanding sebanyak lima kali, namun pertarungan tersebut tidak pernah terealisasikan.

Masalah cedera dan datangnya COVID 19 pada masa itu menjadi penghalang besar untuk terlaksananya pertarungan legendaris ini yang sudah pernah dijadwalkan pada UFC 249. Di tengah Khabib menikmati masa pensiunnya menjadi pelatih MMA di Dagestan, nasibnya berbanding terbalik dengan rivalnya itu.

Tony Ferguson yang masih aktif sebagai pertarung harus bertemu dengan titik terendahnya, saat ini petarung berjuluk El Cucuy tersebut harus menelan delapan kekalahan beruntun sebagai rekor terbanyak di UFC. Kemenangan terakhirnya  terjadi di tahun 2019 lalu sebelum ia di jadwalkan bertarung melawan Khabib.

9. Colby Covington vs Jorge Masvidal

Dari segi Sejarah kedua petarung, Colby Covington dan Jorge Masvidal bisa dibilang memiliki persaingan paling menarik dan menyedihkan secara bersamaan di UFC. Keduanya adalah sahabat baik, hidup damai bersama, berlatihan bersama, ingin mencapai kejayaan di divisi kelas welter bersama.

Persahabatan keduanya sedikit demi sedikit hancur karena ego dan uang. Persaingan awal Covington dengan Masvidal tampak seperti pertarungan normal, namun meningkat muncul rasa kebencian diantara keduanya. Hingga adanya pencemaran nama baik keluarga dan penyerangan satu sama lain.

Mantan sahabat itu akhirnya bertarung di  UFC 272 yang dimenangkan oleh Covington dengan keputusan mutlak, setelah pertarungan lima ronde di oktagon.

8. TJ Dillashaw vs Cody Garbrandt

Rivalitas TJ Dillashaw dengan Cody Garbrandt hampir sama dengan rivalitas Covington dan Masvidal. Awalnya kedua atlet tersebut adalah sahabat, rekan latihan bersama di tim Alpha Male, namun ketika Dillashaw memutuskan keluar dari tim, percikan masalah mulai datang.

Fakta bahwa Cody Garbrandt yang pernah mengalahkan Dominik Cruz dalam perebutan sabuk juara kelas bantam UFC, sesuatu yang tidak pernah dicapai TJ Dillashaw. Fakta tersebutlah yang mengobarkan api panas persaingan keduanya.

Akhirnya kedua petarung yang pernah satu tim tersebut masuk oktagon sebanyak dua kali. Pertarungan keduanya dilaksanakan pada UFC 217 dan tanding ulang di UFC 227. Hasilnya TJ Dillashaw mendominasi dengan kemenangan KO, dengan tegas mengakhiri rivalitas ini.

7. Dustin Poirier vs Conor McGregor

Rivalitas paling tidak konsisten sepanjang sejarah di UFC. Kedua petarung tersebut bertemu tiga kali, dan Poirier menang dengan skor 2-1 untuk saat ini.

Pertemuan pertama mereka terjadi saat UFC 178. Poirier dan McGregor pada pertandingan tersebut dipenuhi dengan pembicaraan sampah dan kasar. Puncaknya petarung asal Irlandia tersebut mengalahkan ‘The Diamond’ dalam waktu dua menit saja lewat kemenangan KO di ronde pertama.

Kedua pertarungan tersebut melakukan pertandingan ulang di UFC 257 berjarak tujuh tahun dari pertemuan pertamanya. Poirier dan McGregor kali ini saling memuji dan menaruh rasa hormat satu sama lain. Dustin ‘The Diamond’ Poirier berhasil membalaskan kekalahannya di pertemuan pertama lewat kemenangan KO di pertengahan ronde kedua.

Dalam melengkapi trilogi, Poirier kembali menerima tantangan The Notorious di gelaran UFC 264. Kedua petarung kembali saling ejek dengan pembicaraan sampah dan kasar di pertemuan ketiganya ini. Pertandingan ini dimenangkan oleh Dustin Poirier di ronde pertama setelah Conor McGregor mengalami cedera patah kaki.

Meskipun The Notorious kalah memalukan di pertandingan tersebut, McGregor tetap mengolok-olok Poirier saat mereka meninggalkan oktagon dengan kondisi kakinya yang patah.

6. Alex Pereira vs Israel Adesanya

Jika bukan karena Israel Adesanya, Poatan mungkin tidak akan pernah menjadi bintang besar UFC di era sekarang. Adesanya dan Pereira merupakan rival abadi sejak mereka bertarung di ajang kickboxing. Mereka bertarung sebanyak dua kali di cabang tersebut dan keduanya dimenangkan oleh Poatan.

Lalu Israel Adesanya memutuskan untuk berpindah ke UFC dan langsung menguasai sabuk juara kelas menengah UFC tanpa lawan sepadan. Melihat kesuksesan The Stylebender di cabang MMA di UFC, Alex Pereira memutuskan mengejar Adesanya ke UFC untuk merusak kejayaannya.

Setelah empat kali bertanding MMA di UFC, akhirnya Alex ‘Poatan’ Pereira mendapat kesempatan untuk menumbangkan The Stylebender. Dan hal itu terjadi, Poatan berhasil merebut sabuk juara kelas menengah Adesanya di UFC 281.

Kedua petarung tersebut memutuskan untuk tanding ulang di UFC 287. Dalam pertandingan tersebut akhirnya Israel Adesanya meraih kemenangan pertamanya melawan Alex Pereira sepanjang karirnya dan merebut kembali sabuk juaranya kembali.

Kisah kejar-kejaran kedua petarung ini menjadi salah satu yang paling menarik rivalitasnya hingga berpindah cabang olahraga dari kickboxing menuju MMA.

5. Chuck Liddell vs Tito Ortiz

Meski bukan nama besar dalam daftar ini, namun persaingan Chuck Liddell dan Tito Ortiz wajib diketahui kedahsyatannya. Kedua atlet yang harum namanya di era 2004 hingga 2006 menciptakan persaingan yang sangat sengit.

Dalam era tersebut Liddell dan Ortizlah yang membawa nama UFC. Saat itu mulai masuk pegulat handal yang dominan seperti kedua petarung tersebut. Mereka mencetak trilogi dengan skor 2-1 untuk kemenangan Tito Ortiz.

Trilogi antara Chuck Liddell dan Tito Ortiz berlangsung selama 14 tahun. Tito Ortiz meraih kejayaannya dalam duel ini lewat kemenangan KO, sehingga mengukuhkan bahwa namanya lebih besar dari Chuck Liddell di kelas berat ringan UFC.

4. Conor McGregor vs Nate Diaz

Berawal dari ambisi Conor McGregor untuk mendapat sabuk juara keduanya. The Notorious menantang Rafael Dos Anjos di UFC 196 dalam perebutan sabuk juara kelas ringan UFC, namun, sang juara waktu itu mundur karena cedera.

Nama Nate Diaz maju menggantikan Rafael Dos Anjos untuk melawan McGregor di kelas welter UFC. Meskipun kurang beruntung gagal perebutan sabuk, namun UFC pun tidak akan menyesali pertarungan Conor McGregor dan Nate Diaz bisa terlaksana.

Nate Diaz mengejutkan dunia saat itu dengan berhasil mengalahkan petarung asal Irlandia tersebut di ronde kedua lewat cekikan membuat The Notorious menyerah. Ia mampu membungkam omong besar McGregor yang terus-terusan berbicara sampah dan kasar saat itu.

Setelah pertandingan yang menghasilkan uang untuk UFC. Keduanya memutuskan tanding ulang di UFC 202. Perang antara keduanya terjadi adu mulut, adu ejek hingga melibatkan perkelahian tim mereka dan pelemparan botol.

3. Anderson Silva vs Chael Sonnen

Jika ada penghargaan orang yang berbakat dalam mengolok-olok orang, Chael Sonnen mungkin juaranya, dalam sepanjang sejarah olahraga tarung mungkin ia adalah orang yang paling jahat dengan segala kesombongan dan pembicaraan sampahnya.

Dari hal tersebutlah yang membuat munculnya permusuhan Sonnen dengan Anderson Silva. Sebenarnya petarung asal Brasil tersebut dikenal sangat kalem dan penuh rasa hormat kepada lawan. Namun, ia sudah terpancing dengan Chael Sonnen yang memiliki sifat seperti itu.

Tak hanya menyerang dalam hal pribadi, Chael Sonnen juga mengejek negara Anderson Silva, Brasil. Pertarungan keduanya terjadi sebanyak dua kali dengan Anderson ‘The Spider’ Silva berhasil mendominasi lewat kemenangan KO.

Meski pun telah menjadi petarung dengan omong besar dan kalah, Chael Sonnen layak diperhitungkan ketangguhannya saat menghadapi The Spider, karena sejauh ini hanya dia lah yang mampu menyulitkan Anderson Silva dalam masa jayanya.

2. Khabib Nurmagomedov vs Conor McGregor

Meskipun rivalitas Khabib Nurmagomedov melawan Conor McGregor bukan yang teratas, namun persaingan keduanya masih melekat hingga pecinta MMA dan UFC hingga saat ini. Penuh kebencian dan pembicaraan sampah tak terhindarkan dari keduanya, beserta tim-timnya.

Perseteruan berawal tim Khabib menampar teman dekat Conor, Artem Lobov yang menyebabkan petarung Irlandia tersebut membawa 20-30 orang untuk menyerang pesawat dan bus pribadi yang berisi The Eagles dengan timnya. Hal itu yang membuat Conor McGregor harus ditangkap.

Kedua permusuhan yang sudah melibatkan pendukungnya antara Rusia melawan Irlandia tersebut akhirnya menciptakan pertandingan termegah, terbesar, hingga teramai dengan pembelian bayar-per-tayang sepanjang sejarah olahraga tarung yang tidak akan pernah terpecahkan di UFC 229.

Khabib berhasil mengalahkan McGregor di ronde keempat dengan cekikan yang membuat The Notorious menyerah. Tak berhenti sampai di situ, setelah membuat McGregor tak berdaya, Khabib Nurmagomedov keluar oktagon dengan melompat pagar untuk menghajar Dillon Danis, salah satu cornerman petarung Irlandia tersebut.

Kemarahan Khabib tersebut bukan tanpa sebab, McGregor telah menghina dirinya, timnya, agamanya, hingga ayahnya yang membuat The Eagles sangat ingin membununya. Hingga saat ini, keduanya masih saling sindir dan melontarkan hinaan di media sosial, jelas masih ada rasa kebencian di antara keduanya.

1. Jon Jones vs Daniel Cormier

Puncak dari rivalitas di UFC merupakan persaingan paling ikonik di kelas berat UFC. Perseteruan keduanya berawal dari promosi UFC 182. Bahkan sebelum bertanding pun kedua orang bertubuh gempal ini sudah bertarung di hotel, karena saling dorong. Hal tersebut pasti akan membekas di mata pencinta UFC.

Sebelum ada konflik tersebut keduanya hanya bersaing secara sehat untuk mendapat kejayaan di divisi kelas berat UFC. Setelah terlaksananya UFC 182, sisi lain dari kedua petarung tersebut mulai tampak orang banyak. Pada pertandingan itu dimenangkan oleh Jon ‘Bones’ Jones dengan keputusan mutlak selama lima ronde.

Setelah diumumkan kemenangan di atas oktagon mengejek dan mengolok Cormier karena menangis setelah mengalami kekalahan tersebut. Dua setengah tahun kemudian, Jon Jones dan Daniel Cormier memutuskan untuk melakukan pertarungan ulang.

Pertarungan keduanya memang bukan bersifat fisik, tetapi lebih menyerang pribadi secara verbal dengan mengungkit masalah keluarga masing-masing. Pada pertarungan kedua tersebut, Jon Jones menang lagi setelah tendangan ke kepala Cormier membuatnya jatuh di lantai oktagon.

Keduanya menunjukkan rasa hormat berbeda seperti pertemuan pertama mereka, namun setelah itu Bones dinyatakan positif doping lagi, Cormier melupakan rasa hormat tersebut, berbalik mengolok-oloknya karena kasus tersebut.

Hingga pensiun kini, Cormier saat menjadi komentator UFC, saat mewawancarai Jon Jones masih membekas rasa peremusuhan mereka.

 

EDITOR: Hendra