← Beranda
Profil Lengkap Legenda UFC Khabib Nurmagomedov: Rekor Sempurna, Data, dan Fakta Menakjubkan
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 1 September 2024 | 19.36 WIB
Legenda UFC dengan rekor mengagumkan, Khabib Nurmagomedov, dijadwalkan datang ke Indonesia untuk menemui fansnya. (Instagram/@khabib_nurmagomedov)

JawaPos.com — Khabib Nurmagomedov adalah salah satu nama yang paling dikenal dalam dunia UFC dan MMA. Dikenal sebagai petarung tangguh yang tak terkalahkan, Khabib memutuskan pensiun pada 25 Oktober 2020, usai kemenangan gemilang melawan Justin Gaethje.

Pertarungan tersebut menandai akhir kariernya di Octagon dengan rekor sempurna. Dan, sejak saat itu, dia diingat sebagai legenda hidup yang meninggalkan warisan luar biasa.

Pertarungan melawan Gaethje di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berlangsung di Fight Island dan menjadi ajang bagi Khabib untuk mempertahankan gelar juara kelas ringan UFC.

Dia memenangkan laga tersebut dengan teknik kuncian triangle choke di ronde kedua, memastikan kemenangannya ke-29 tanpa pernah sekalipun kalah sepanjang karier profesionalnya. Kemenangan itu bukan hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan Khabib, tetapi juga menjadi pertarungan perpisahannya dari dunia MMA.

Khabib mengumumkan pensiun langsung setelah pertandingan, dan alasannya menyentuh banyak orang. Kehilangan sang ayah sekaligus pelatih, Abdulmanap Nurmagomedov, yang wafat pada Juli 2020, menjadi pukulan berat bagi petarung asal Rusia ini.

Dalam konferensi pers, Khabib menyatakan bahwa dia berjanji kepada ibunya untuk tidak lagi bertarung setelah duel melawan Gaethje, karena ibunya merasa berat jika putranya bertarung tanpa kehadiran sang ayah. “Ini adalah pertarungan terakhirku. Pertarungan pertama saya tanpa ayah di sisiku,” ujar Khabib penuh emosi.

Data dan Fakta Khabib Nurmagomedov

Selama berkarier di UFC dan MMA, Khabib Nurmagomedov dikenal sebagai petarung yang memiliki gaya grappling mematikan. Statistik kariernya membuktikan betapa superiornya dia di Octagon. Berikut adalah beberapa data dan fakta menarik tentang kariernya:

Jumlah Pertarungan: 29 pertandingan

Kemenangan: 29 kali (tanpa kekalahan)

Kemenangan dengan TKO: 8 kali

Kemenangan dengan Kuncian: 13 kali

Rekor di UFC: 13 kali menang (termasuk melawan nama-nama besar seperti Connor McGregor, Dustin Poirier, dan Justin Gaethje)

Khabib mulai bertarung di UFC pada 2012, dan sejak saat itu dia terus menanjak sebagai salah satu petarung paling berbahaya di kelas ringan. Salah satu momen penting dalam karier Khabib adalah ketika dia merebut gelar juara UFC kelas ringan pada 8 April 2018, setelah mengalahkan Al Iaquinta. Gelar ini berhasil dipertahankannya hingga dia pensiun.

Khabib tak hanya menjadi juara karena kemampuannya dalam pertarungan, tetapi juga karena kekuatan mentalnya. Kemenangan terakhirnya melawan Gaethje dilakukan di tengah tekanan psikologis setelah kepergian ayahnya.

Meski begitu, Khabib tetap menunjukkan penampilan dominan, bahkan di saat-saat sulit, seperti ketika dia harus bertarung dengan kondisi jari kaki yang patah beberapa minggu sebelum duel. Fakta ini baru diketahui setelah pertarungan usai, ketika Presiden UFC Dana White mengungkapkannya kepada publik.

"Apa yang sudah menimpa Khabib dalam beberapa waktu terakhir, membuat kami beruntung dapat menyaksikan dia kembali bertanding,” ujar Dana White dikutip BBC.

White juga memuji ketangguhan fisik dan mental Khabib yang tetap mampu tampil maksimal meski dalam kondisi tidak ideal. “Saya baru mendengar kabar bahwa kakinya patah tiga minggu lalu, tetapi dia tidak memberi tahu kami. Dia adalah menusia terhebat di planet ini dan petarung nomor 1 di dunia,” tambahnya.

Statistik Karier Khabib Nurmagomedov

Sejak debutnya di MMA, Khabib dikenal sebagai petarung yang sangat sulit ditaklukkan. Statistiknya dalam pertandingan memperlihatkan keunggulannya dalam banyak aspek pertarungan. Beberapa pencapaian penting Khabib antara lain:

Kemenangan dengan teknik kuncian: 13 kali, termasuk menggunakan teknik triangle choke yang mematikan.

Pertarungan terlama: Khabib dikenal memiliki stamina luar biasa dan mampu mempertahankan keunggulannya sepanjang pertarungan. Hal ini terlihat ketika dia menghadapi Al Iaquinta, di mana dia tetap dominan hingga lima ronde penuh.

Dominasi di matras: Gaya bertarung grappling Khabib, yang berakar dari seni bela diri sambo dan gulat Dagestan, menjadi salah satu senjata andalannya. Teknik ground-and-pound yang dimilikinya tak jarang membuat lawannya kewalahan, bahkan bagi petarung yang memiliki latar belakang striking yang kuat seperti McGregor.

Khabib juga dikenal sebagai petarung yang sangat disiplin dan tak terpengaruh dengan gaya hidup gemerlap seperti banyak atlet UFC lainnya. Dia selalu menjaga kebugaran fisik dan mentalnya dengan baik, berlatih dengan tekun, dan fokus pada keluarganya.

Setelah kepergian sang ayah, fokus Khabib beralih untuk mendukung keluarganya dan meneruskan visi ayahnya, terutama dalam mengembangkan MMA di wilayah Dagestan dan Rusia.

Tidak diragukan lagi, Khabib Nurmagomedov layak menyandang status sebagai petarung nomor 1 di dunia, baik dalam hal rekor maupun kemampuan bertarungnya. Dia tak hanya mengalahkan nama-nama besar, tetapi juga melakukannya dengan cara yang meyakinkan.

Kemenangannya melawan McGregor di UFC 229 menjadi salah satu pertarungan paling ikonik dalam sejarah UFC, di mana Khabib mendominasi sepanjang pertarungan sebelum akhirnya memenangkan duel melalui teknik kuncian di ronde keempat.

Khabib selalu menekankan bahwa dia tidak bertarung hanya demi uang atau ketenaran, melainkan untuk menjadi yang terbaik. "Saya hanya memiliki satu tujuan yang saya inginkan di UFC, kalian menempatkan saya sebagai petarung nomor 1 di dunia. Dengan 29 kemenangan di karier profesional untuk kelas lightwight saya pikir pantas menjadi yang terbaik," ujar Khabib setelah mengalahkan Gaethje, menegaskan bahwa dia bertarung untuk kejayaan dan harga diri.

Setelah pensiun, Khabib Nurmagomedov meninggalkan UFC dengan rekor sempurna 29-0, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih oleh petarung lain di kelas ringan.

Keputusan Khabib untuk pensiun di puncak kariernya mengukuhkan statusnya sebagai legenda UFC, yang tak hanya diakui karena prestasinya di Octagon, tetapi juga karena integritas dan prinsip hidup yang dipegang teguh sepanjang kariernya.

Khabib Nurmagomedov bukan hanya legenda UFC, tetapi juga ikon global yang menginspirasi banyak orang dengan kerja keras, dedikasi, dan loyalitas kepada keluarganya. Pensiunnya memang mengakhiri satu era di UFC, tetapi warisan yang ditinggalkannya akan terus dikenang sepanjang masa.

EDITOR: Edi Yulianto