← Beranda
3 Fakta Persebaya Surabaya Kalahkan PSM Makassar! Dominasi Tinggi Tapi Seret Gol di Gelora Bung Tomo
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 26 Februari 2026 | 19.21 WIB
Skuad Persebaya Surabaya berjuang kalahkan PSM Makassar 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya sukses mengamankan tiga poin penting usai menundukkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan Super League 2025/2026. Laga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu (25/2/2026) malam, jadi sinyal kebangkitan Green Force setelah hasil kurang maksimal di pertandingan sebelumnya.

Kemenangan ini terasa spesial karena diraih dalam tensi laga yang ketat dan penuh disiplin taktik.

Persebaya Surabaya memang tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi tetap harus bekerja keras memecah kebuntuan hingga akhir pertandingan.

Fakta pertama, gol Gali Freitas jadi penentu kemenangan Persebaya Surabaya. Satu-satunya gol lahir pada menit ke-26 lewat sepakan placing keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi Reza Arya.

Bola meluncur deras ke sudut gawang dan langsung membakar semangat ribuan Bonek yang memadati GBT. Gol itu tak hanya mengubah papan skor, tetapi juga mengubah atmosfer pertandingan yang semula berjalan hati-hati.

Sejak awal babak pertama, tempo permainan relatif sedang dengan kedua tim sama-sama menakar kekuatan.

Aliran bola lebih banyak berkutat di lini tengah karena Persebaya Surabaya dan PSM berusaha disiplin menjaga struktur permainan.

Gol Gali lahir dari situasi terbuka yang dieksekusi dengan kualitas individu mumpuni.

Ia menerima bola di luar kotak penalti, mengecoh satu pemain bertahan, lalu melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dijangkau penjaga gawang.

Keunggulan tersebut membuat Persebaya Surabaya lebih percaya diri mengontrol jalannya laga. Meski begitu, PSM tetap berusaha merespons lewat serangan bertahap yang dibangun dari sektor sayap.

Fakta kedua, Persebaya Surabaya tampil solid saat PSM dominan tanpa gol balasan.

Menjelang turun minum, Francisco Rivera hampir menggandakan keunggulan lewat tendangan mendatar setelah menerima umpan Jefferson Silva, tetapi Reza Arya melakukan penyelamatan krusial.

Memasuki babak kedua, PSM Makassar meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Tim berjuluk Pasukan Ramang itu lebih berani menekan dan memaksa lini belakang Persebaya Surabaya bekerja ekstra.

Solidnya pertahanan tuan rumah yang dikomandoi Risto Mitrevski jadi kunci menjaga keunggulan tetap aman. Setiap upaya PSM kerap kandas sebelum benar-benar membahayakan gawang Persebaya Surabaya.

Persebaya Surabaya sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan pertahanan lawan.

Salah satu peluang emas didapat Bruno Moreira yang lolos dari kawalan dan tinggal berhadapan dengan kiper, tetapi penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.

Dominasi tak selalu identik dengan banyak gol, dan laga ini menjadi contohnya.

Persebaya Surabaya mampu mengontrol ritme, namun efektivitas di depan gawang masih perlu ditingkatkan agar kemenangan tak selalu bergantung pada satu momen.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah. Para pemain pun tampak meluapkan emosi lega setelah mampu mempertahankan keunggulan di tengah tekanan sepanjang babak kedua.

Fakta ketiga, kemenangan ini berdampak signifikan pada klasemen Super League 2025/2026. Tambahan tiga poin membuat Persebaya Surabaya tetap bertahan di peringkat kelima dengan koleksi 38 poin.

Posisi tersebut menjaga peluang Green Force tetap terbuka dalam persaingan papan atas musim ini. Konsistensi menjadi kata kunci jika ingin terus menempel tim-tim di atasnya.

Di sisi lain, PSM Makassar masih tertahan di posisi ke-13 dengan raihan 23 poin. Situasi itu memaksa mereka segera berbenah agar tak terseret lebih jauh ke zona bawah klasemen.

Kemenangan atas PSM menjadi modal psikologis yang sangat penting bagi Persebaya Surabaya. Setelah sempat dirundung hasil kurang memuaskan, tiga poin di kandang sendiri mengembalikan rasa percaya diri skuad.

Meski hanya menang tipis, karakter permainan mulai terlihat semakin matang. Keseimbangan antara pertahanan solid dan serangan cepat menjadi fondasi penting menghadapi sisa kompetisi.

Persebaya Surabaya kini dituntut menjaga stabilitas performa di setiap pertandingan berikutnya.

Jika mampu mempertahankan konsentrasi lini belakang dan meningkatkan efektivitas peluang, kans bersaing di papan atas makin terbuka lebar.

Laga melawan PSM memberi pesan jelas jika Persebaya Surabaya tak selalu harus pesta gol untuk meraih kemenangan.

Dalam kompetisi panjang seperti Super League 2025/2026, kemenangan tipis tetap bernilai tiga poin yang sangat berarti.

Sorotan kini tertuju pada bagaimana Green Force menjaga momentum positif tersebut. Konsistensi, disiplin, dan ketajaman jadi pekerjaan rumah agar dominasi tak lagi berujung pada skor seret.

EDITOR: Edi Yulianto