← Beranda

Tak Ada Reuni Manis Mantan Tim! Leo Lelis Pastikan Siap Jebol Gawang Persijap Jepara Demi Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 22 Februari 2026 | 02.41 WIB
Leo Lelis dimainkan sebagai striker saat Persebaya menghadapi Bhayangkara Presisi. (Dok. Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Tak ada reuni manis mantan tim dalam agenda Leo Lelis akhir pekan ini. Bek andalan Persebaya Surabaya itu memastikan siap jebol gawang Persijap Jepara demi membawa Green Force pulang dengan kemenangan dari Stadion Gelora Bumi Kartini.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menantang Persijap pada pekan ke-22 Super League 2025/2026, Sabtu (21/2/2026) malam.

Laga tandang ini bukan sekadar pertandingan biasa, terutama bagi Leo yang pernah menjadi bagian dari Laskar Kalinyamat.

Atmosfer emosional dipastikan menyelimuti duel tersebut karena Leo akan kembali menginjak markas klub yang pernah ia bela. Namun, profesionalisme tetap jadi pegangan utama bek asal Brasil itu.

Persijap Jepara memang menjadi klub terakhir yang ia perkuat sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya.

Kenangan singkat di Kota Ukir masih tersimpan, tetapi targetnya kini hanya satu yakni kemenangan untuk Green Force.

Menjelang pertandingan, Leo tak menutup cerita masa lalunya bersama Persijap. Ia mengaku tetap menyimpan rasa hormat terhadap klub yang sempat memberinya ruang berkembang di Indonesia.

"Persijap adalah klub terakhir saya sebelum saya datang ke Persebaya dan saya sangat senang di sini meskipun hanya sebentar,” kata Leo. “Dan saya sangat menghormati Persijap Jepara karena saya dulu sangat senang di sini,” lanjutnya.

Walau hanya sebentar berseragam Persijap, kontribusinya di lini belakang cukup memberi kesan. Sejumlah penampilan penting ia catat bersama tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut.

Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya yang kini berlanjut di Surabaya. Leo tumbuh sebagai sosok bek tangguh yang siap menghadapi tekanan laga besar.

Meski membawa memori hangat, Leo menegaskan tidak ada ruang untuk kompromi di lapangan. Ia tetap pemain Persebaya Surabaya yang akan berjuang habis-habisan demi lambang di dada.

Motivasinya bahkan berlipat karena laga ini digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini. Ia cukup mengenal karakter lapangan yang memiliki ciri khas tersendiri.

Menurutnya, kondisi rumput di stadion tersebut cenderung empuk sehingga memengaruhi alur bola. Situasi itu menuntut pemain, terutama lini belakang, tampil ekstra hati-hati saat membangun serangan.

“Stadion ini memang seperti ini, bukan? Ya, lapangan di sini terlihat empuk, Anda tahu, dan kami harus selalu berhati-hati saat melakukan operan, terutama di area pertahanan,” ujarnya.

Pengalaman tampil di stadion itu sedikit banyak membantu Leo membaca situasi pertandingan. Namun ia menolak menganggap hal tersebut sebagai keuntungan pribadi.

Baginya, kondisi lapangan akan dirasakan sama oleh kedua tim. Tidak ada alasan menjadikannya pembeda hasil akhir pertandingan.

“Namun, ini akan menjadi medan yang sama bagi kedua tim dan kami berharap ini akan menjadi hari yang positif bagi kami besok,” pungkasnya.

Ucapan tersebut menegaskan fokus Leo tetap pada target tiga poin. Ia ingin memastikan Persebaya Surabaya tampil solid sejak menit pertama hingga peluit akhir.

Di tengah atmosfer reuni, Leo sadar perhatian publik akan tertuju kepadanya. Banyak yang menanti apakah ia mampu tampil dominan di jantung pertahanan sekaligus berkontribusi lebih.

Sebagai bek modern, Leo tak hanya bertugas menghalau serangan lawan. Ia juga kerap membantu membangun serangan dari belakang melalui distribusi bola yang akurat.

Karakter lapangan yang empuk membuat akurasi operan menjadi krusial. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal jika tidak diantisipasi dengan konsentrasi penuh.

Karena itu, komunikasi antarpemain belakang akan menjadi kunci. Leo diharapkan memimpin koordinasi agar Persebaya Surabaya tak mudah ditekan tuan rumah.

Laga ini juga penting dalam peta persaingan BRI Super League 2025/26. Setiap poin sangat berharga untuk menjaga posisi di klasemen.

Persijap tentu tak ingin kehilangan poin di kandang sendiri. Dukungan suporter di Gelora Bumi Kartini dipastikan memberi tekanan tambahan bagi tim tamu.

Namun Leo sudah menegaskan mentalitasnya. Rasa hormat tidak mengurangi determinasi untuk menaklukkan mantan timnya.

Justru laga seperti ini sering menghadirkan motivasi ekstra bagi pemain profesional. Ia ingin membuktikan kapasitasnya bersama Persebaya Surabaya.

Tak ada narasi nostalgia berlebihan yang ia bangun. Semua kenangan tetap disimpan, tetapi pertandingan harus dimenangkan.

Persebaya Surabaya membutuhkan konsistensi untuk menjaga asa di papan atas. Sosok seperti Leo menjadi tumpuan dalam menjaga stabilitas pertahanan.

Jika mampu tampil disiplin dan fokus, peluang membawa pulang tiga poin terbuka lebar. Apalagi Leo sudah memahami bagaimana karakter stadion dan atmosfer pertandingan di Jepara.

Akhir pekan ini, cerita tak lagi soal reuni hangat mantan tim. Ini tentang komitmen, profesionalisme, dan tekad Leo Lelis yang siap jebol gawang Persijap Jepara demi kejayaan Persebaya Surabaya.

EDITOR: Edi Yulianto