← Beranda

Nggak Ada Anak Emas di Persebaya Surabaya! Bernardo Tavares Coret Bruno Moreira Saat Tim Butuh Gol!

Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 17 Februari 2026 | 17.52 WIB
Bruno Moreira dapat sorotan tegas dari Bernardo Tavares di skuad Persebaya Surabaya. (Persebaya)

JawaPos.com — Bernardo Tavares menegaskan bahwa tidak ada anak emas di Persebaya Surabaya. Artinya, tak ada jaminan tempat utama bagi setiap pemain, termasuk kapten tim, Bruno Moreira.

Pesan itu terasa jelas saat Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam.

Pada menit ke-66, Bruno ditarik keluar ketika tim tengah tertinggal 1-2 dan berusaha keras mengejar gol penyeimbang.

Momen pergantian itu memantik sorotan. Bruno tampak kesal, bahkan sempat melempar botol minuman sebelum duduk di bench.

Reaksi tersebut mudah dipahami mengingat kontribusinya selama ini. Dari 19 laga yang dijalani musim ini, ia selalu turun sebagai starter dan nyaris tak tergantikan.

Namun, Tavares punya pandangan berbeda. Pelatih asal Portugal itu menilai keputusan menarik Bruno merupakan langkah yang harus diambil demi kepentingan tim.

“Tidak ada pemain yang suka diganti. Kalau dia (Bruno) senang saat ditarik keluar, saya malah tidak suka. Saya akan memarahinya,” kata Tavares dalam sesi konferensi pers usai laga melawan Bhayangkara FC.

Baginya, ekspresi kecewa justru menunjukkan hasrat bermain yang tinggi. Tetapi, itu tak otomatis membuat seorang pemain kebal dari evaluasi.

Menurut Tavares, performa Bruno di laga tersebut tak sesuai harapannya. “Karena performa Bruno di laga kali ini memang tidak sesuai dengan ekspektasi saya,” ungkap mantan pelatih PSM Makassar tersebut.

Ia menegaskan tak akan segan mengganti siapa pun yang tampil di bawah standar. Status kapten tak memberi perlakuan istimewa di ruang ganti Persebaya Surabaya.

“Bruno memang pemain penting dan merupakan kapten tim. Namun, terkadang seorang pemain juga bisa memiliki hari yang buruk,” beber pelatih kelahiran 2 Mei 1980 itu.

Tavares menilai hari buruk merupakan bagian dari dinamika sepak bola. Tugas pemain setelahnya adalah bangkit, bukan larut dalam kekecewaan.

“Tugasnya sekarang adalah bagaimana bisa pulih dengan cepat, kemudian menganalisis kesalahannya di lapangan,” cetusnya. Ia berharap Bruno segera kembali tampil impresif pada laga-laga berikutnya.

Secara statistik, kontribusi Bruno musim ini memang tak bisa dipandang sebelah mata. Dari 19 penampilan dengan total 1.684 menit bermain, ia mencetak tujuh gol dan menyumbang empat assist.

Rata-rata ia membukukan satu gol setiap 241 menit. Catatan tembakannya mencapai 1,3 per laga dengan 0,7 mengarah tepat sasaran.

Peran Bruno tak berhenti di lini depan. Ia juga aktif menciptakan peluang lewat 1,1 operan kunci per pertandingan.

Akurasi operannya berada di angka 78 persen. Untuk bola panjang, tingkat keberhasilannya 61 persen, sedangkan umpan silang menyentuh 42 persen.

Di sisi lain, kontribusinya dalam fase bertahan juga cukup menonjol. Ia mencatat 5,7 pemulihan bola per laga meski masih 1,7 kali dilewati lawan.

Catatan dribelnya menjadi salah satu yang paling mencolok. Bruno mencatat 4,2 dribel sukses per pertandingan dengan tingkat keberhasilan mencapai 81 persen.

Heatmap permainannya menunjukkan dominasi di sisi kiri lapangan. Pergerakannya kerap menjadi sumber ancaman utama bagi pertahanan lawan.

Namun, ada catatan yang perlu diperhatikan. Dari 19 laga, ia sudah mengoleksi tujuh kartu kuning.

Jumlah tersebut membuatnya harus lebih disiplin dalam duel. Terlebih, ia juga tercatat melakukan 1,3 pelanggaran per laga dan menerima 1,6 pelanggaran.

Statistik itu menggambarkan sosok Bruno sebagai pemain yang agresif dan intens. Karakter tersebut kadang memberi dampak positif, tetapi juga menyimpan risiko.

Tavares tampaknya ingin menjaga keseimbangan tersebut. Ia tak ingin ketergantungan berlebihan pada satu pemain menggerus semangat kolektif tim.

Langkah berani menarik kapten saat tim tertinggal menjadi pesan kuat bagi seluruh skuad. Tak ada pemain yang posisinya aman tanpa performa maksimal.

Keputusan itu juga menjadi alarm bagi Bruno. Meski berstatus salah satu pemain terpenting, evaluasi tetap berjalan tanpa kompromi.

Kini, fokus Persebaya Surabaya tertuju pada laga tandang berikutnya. Mereka akan menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini pada 21 Februari mendatang.

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Bruno untuk menjawab kritik dengan performa nyata. Ia dituntut membuktikan layak tetap menjadi andalan di lini serang.

Di bawah komando Tavares, standar performa terasa jelas. Siapa pun yang tak memenuhi ekspektasi harus siap digantikan, termasuk kapten tim.

Situasi ini sekaligus menegaskan kultur kompetitif di tubuh Persebaya Surabaya. Tak ada anak emas, hanya pemain yang siap bekerja keras demi hasil terbaik.

EDITOR: Banu Adikara