JawaPos.com - Empat sosok penting Bhayangkara Presisi Lampung FC musim ini punya memori manis bersama Persebaya Surabaya dan kini bersiap kembali menginjak rumput Stadion Gelora Bung Tomo sebagai lawan.
Laga pekan ke-21 Super League 2025/2026, Sabtu (14/2/2026) malam, bukan sekadar duel biasa bagi Persebaya Surabaya. Di balik tren positif Green Force, ada aroma reuni emosional yang berpotensi menghadirkan drama di hadapan ribuan Bonek.
Bhayangkara Presisi Lampung FC datang dengan kekuatan penuh, termasuk empat figur yang pernah menjadi bagian penting Persebaya Surabaya. Mereka adalah Paul Munster, Mustaqim, Sho Yamamoto, dan Slavko Damjanovic.
Paul Munster
Nama pertama tentu tak asing bagi publik GBT, yakni Paul Munster. Pelatih kelahiran Belfast, Northern Ireland, 9 Februari 1982 (44 tahun) itu pernah menakhodai Persebaya Surabaya pada periode 1 Januari 2024 hingga 31 Mei 2025.
Selama menangani Green Force, ia melewati total 42 pertandingan dengan rata-rata masa kerja 1,16 tahun. Pelatih berlisensi UEFA Pro Licence itu dikenal dengan preferensi formasi 4-3-3 Defending yang sempat memberi warna tersendiri bagi permainan Persebaya Surabaya.
Munster bukan sosok sembarangan di bench lawan nanti. Selain berkewarganegaraan Sweden dan Northern Ireland, pengalamannya bersama Persebaya Surabaya membuatnya paham betul karakter tim dan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo.
Ia tahu bagaimana tekanan dan dukungan dari Bonek bisa mengubah jalannya pertandingan. Kembalinya Munster sebagai lawan jelas menambah bumbu panas laga akhir pekan nanti.
Mustaqim
Di sisi lain, ada Mustaqim yang juga punya ikatan kuat dengan Persebaya Surabaya. Pria kelahiran Surabaya, 6 September 1964 (61 tahun), itu pernah menjadi asisten pelatih pada periode 6 Januari 2020 hingga 15 Agustus 2023.
Dengan lisensi AFC A License dan rata-rata masa kerja 1,33 tahun, Mustaqim ikut terlibat dalam dinamika tim di masa-masa yang tidak mudah.
Pengalaman panjangnya di internal Persebaya Surabaya membuatnya memahami kultur klub secara mendalam.
Baca Juga: Laga Tandang Dihadiri Bonek, Persebaya Surabaya Tekor Rp25 Juta Jelang Bentrok Bhayangkara FC
Mustaqim tentu tidak asing dengan ruang ganti GBT. Ia pernah berdiri di sisi lapangan yang sama, memberi instruksi untuk kejayaan Green Force, dan kini berdiri di kubu berbeda bersama Bhayangkara FC.
Sho Yamamoto
Dari sektor pemain, Sho Yamamoto menjadi salah satu figur yang paling dinantikan.
Winger kiri asal Kasukabe, Saitama, Japan, kelahiran 12 November 1996 (29 tahun), sempat berseragam Persebaya Surabaya pada 1 Juni 2022 hingga 28 November 2023.
Sho dikenal sebagai pemain Attack - Left Winger dengan kaki dominan kanan dan tinggi 1,74 meter. Selain posisi utama di sayap kiri, ia juga bisa bermain sebagai Attacking Midfield dan Central Midfield.
Saat ini, ia tercatat sebagai pemain Bhayangkara FC sejak 06/02/2026 dengan status pinjaman dari Persis Solo. Nilai pasar Sho mencapai 4,35 miliar, angka yang menunjukkan kualitas dan pengaruhnya di lapangan.
Bagi Bonek, Sho bukan sekadar pemain asing biasa. Ia pernah memberi kontribusi penting dalam skema serangan Persebaya Surabaya dan meninggalkan kenangan lewat aksi-aksi eksplosifnya di sisi kiri lapangan.
Kini, ia akan kembali menginjak GBT dengan seragam berbeda. Emosi, memori, dan profesionalisme bakal bertemu dalam satu pertandingan yang sarat makna.
Slavko Damjanovic
Satu nama lain yang tak kalah menarik adalah Slavko Damjanovic. Bek tengah kelahiran Nikšić, Yugoslavia (Republic), 2 November 1992 (33 tahun), ini pernah memperkuat Persebaya Surabaya pada 6 Juli 2024 hingga 1 Juli 2025.
Damjanovic memiliki tinggi 1,89 meter dan dominan menggunakan kaki kiri. Posisi utamanya Centre-Back, namun ia juga bisa mengisi peran sebagai Left-Back.
Saat ini ia membela Bhayangkara FC sejak 1 Juli 2025. Nilai pasarnya berada di angka 3,91 miliar, mencerminkan reputasinya sebagai bek tangguh dengan pengalaman internasional.
Selama berseragam Persebaya Surabaya, Damjanovic dikenal sebagai sosok kokoh di lini belakang. Karakternya yang tenang dan disiplin sempat menjadi fondasi pertahanan Green Force.
Kembalinya Damjanovic ke GBT juga menyimpan cerita tersendiri. Ia pernah mendapat dukungan penuh dari tribun hijau, dan kini harus menghadapi sorakan yang mungkin terasa berbeda.
Empat sosok ini membawa memori manis bersama Persebaya Surabaya, namun sepak bola selalu bergerak maju. Profesionalisme menuntut mereka tampil maksimal untuk klub yang kini dibela.
Bagi Persebaya Surabaya, laga melawan Bhayangkara FC bukan hanya soal menjaga tren positif di Super League 2025/2026. Ini juga ujian mental untuk menghadapi orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan tim.
Ribuan Bonek dipastikan memadati Stadion Gelora Bung Tomo, menciptakan atmosfer khas yang sulit ditandingi. Di tengah gemuruh dukungan, akan terselip rasa haru melihat wajah-wajah lama kembali ke rumah yang pernah mereka bela.
Pertandingan ini bukan sekadar tiga poin. Ini tentang kenangan, loyalitas, dan bagaimana sepak bola mempertemukan kembali masa lalu dengan realitas hari ini.
Apakah reuni ini berakhir manis bagi tuan rumah atau justru menjadi panggung pembuktian para mantan? Semua akan terjawab saat peluit panjang berbunyi di GBT, tempat cerita lama dan ambisi baru bertemu dalam satu laga penuh emosi.