← Beranda
17 Kali Cetak Gol! Persebaya Surabaya Terlalu Superior Lawan Bhayangkara FC di Era Super League
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 13 Februari 2026 | 16.49 WIB
Persebaya Surabaya terlalu superior saat hadapi Bhayangkara FC. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya benar-benar menunjukkan dominasi saat berhadapan dengan Bhayangkara FC di era Super League. Total 17 gol sukses diborong Green Force ke gawang The Guardians, menegaskan superioritas yang tak terbantahkan dalam 11 pertemuan terakhir.

Catatan itu menjadi modal psikologis penting jelang duel pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam.

Persebaya Surabaya sedang berada dalam tren positif dan ingin melanjutkan momentum saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Dari 11 bentrok di era Super League, Persebaya Surabaya tampil lebih tajam dan efektif. Mereka mengemas 17 gol, sementara Bhayangkara FC hanya mampu membalas 10 gol.

Statistik tersebut menunjukkan Persebaya Surabaya lebih konsisten dalam memaksimalkan peluang. Produktivitas itu juga mencerminkan karakter permainan agresif yang kerap merepotkan lini pertahanan Bhayangkara FC.

Namun situasi jelang laga kali ini tak sepenuhnya mudah bagi tuan rumah. Bhayangkara FC datang dengan wajah baru setelah aktif di bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026.

Pelatih Persebaya Surabaya yang berlisensi UEFA Pro pun memberi perhatian khusus terhadap pergerakan rivalnya itu. Ia menilai aktivitas transfer Bhayangkara FC membuat kekuatan mereka meningkat signifikan.

“Saya rasa Bhayangkara FC adalah salah satu tim yang mendapatkan lebih banyak pemain di bursa transfer kali ini. Dan bukan hanya itu, ada pemain-pemain kunci dari klub lain," ujarnya.

"Jika anda ingat, mereka merekrut Moussa Sidibe, yang sebelumnya merupakan pemain kunci di Persis Solo. Mereka juga merekrut Privat Mbarga yang sebelumnya bermain di Bali United.”

“Mereka merekrut Yamamoto, dan pemain Jepang lainnya. Jadi mereka memiliki banyak pemain baru yang tidak perlu beradaptasi di Indonesia.”

"Sedangkan kami merekrut pemain yang membutuhkan adaptasi. Jadi mereka akan menjadi tim yang berbahaya. Jika Anda ingat, di pertemuan pertama kami bermain imbang 1-1 di sana. Hampir saja menang, tetapi kebobolan gol di perpanjangan waktu melalui lemparan ke dalam,” pungkasnya.

Pernyataan itu menegaskan laga kontra Bhayangkara FC tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi pada pertemuan pertama musim ini, Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 1-1 di kandang lawan pada 28 November 2025.

Saat itu Persebaya Surabaya hampir membawa pulang tiga poin sebelum kebobolan di menit akhir. Gol penyama kedudukan Bhayangkara FC lahir lewat situasi lemparan ke dalam yang gagal diantisipasi dengan sempurna.

Jika menilik ke belakang, dominasi Persebaya Surabaya terlihat cukup konsisten sejak 2018. Pada musim 2018, mereka bermain imbang 3-3 di kandang Bhayangkara sebelum menang 1-0 di Surabaya.

Musim 2019 menjadi salah satu momen paling impresif bagi Green Force. Mereka menang 2-0 di markas Bhayangkara dan menggulung sang lawan 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Produktivitas gol tinggi itu mempertegas superioritas Persebaya Surabaya di kandang sendiri. Dukungan Bonek sering menjadi energi tambahan yang membuat Bhayangkara FC kesulitan berkembang.

Pada musim 2022, hasil tak selalu berpihak kepada Persebaya Surabaya. Mereka sempat kalah 0-1 di kandang dan tumbang 1-2 saat bertandang.

Namun, Persebaya Surabaya mampu bangkit pada musim berikutnya. Di musim 2023, mereka menang 2-1 di Surabaya meski sebelumnya kalah tipis 0-1 saat bermain tandang.

Musim 2024 kembali menunjukkan konsistensi Persebaya Surabaya. Mereka menang 2-1 di kandang Bhayangkara dan menutup pertemuan dengan kemenangan 1-0 di kandang sendiri.

Secara keseluruhan, catatan pertemuan menunjukkan Persebaya Surabaya lebih dominan dalam hal kemenangan maupun produktivitas gol.

Total 17 gol yang dicetak menjadi bukti konkret ketajaman lini depan Green Force saat menghadapi Bhayangkara FC.

Meski begitu, angka statistik tak selalu menjamin hasil akhir di lapangan. Bhayangkara FC kini datang dengan komposisi pemain baru yang sudah berpengalaman di kompetisi Indonesia.

Kehadiran nama-nama seperti Moussa Sidibe dan Privat Mbarga memberi warna berbeda pada permainan mereka. Tambahan pemain asal Jepang juga membuat variasi serangan Bhayangkara semakin dinamis.

Persebaya Surabaya di sisi lain tetap mengandalkan kerja kolektif dan kekuatan mental. Adaptasi pemain baru memang masih berjalan, namun soliditas tim perlahan semakin terlihat.

Laga di Stadion Gelora Bung Tomo diprediksi berlangsung ketat dan penuh tensi. Bhayangkara FC tentu ingin memutus dominasi 17 gol Persebaya Surabaya di era Super League.

Bagi Persebaya Surabaya, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini tentang menjaga marwah sebagai tim yang terlalu superior atas Bhayangkara FC dalam sejarah pertemuan mereka.

Jika mampu kembali mencetak gol dan meraih kemenangan, Persebaya Surabaya akan semakin menegaskan statusnya sebagai momok bagi Bhayangkara FC.

Catatan 17 gol itu pun berpeluang terus bertambah dan memperlebar jarak dominasi di era Super League.

EDITOR: Edi Yulianto