JawaPos.com — Bukan duet Bruno Moreira dan Taisei Marukawa yang paling gacor di Persebaya Surabaya. Fakta itu kembali mengemuka jelang laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 saat Green Force menjamu Dewa United di Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026).
Nama Bruno Moreira dan Taisei Marukawa memang lekat di ingatan Bonek sebagai duet asing yang pernah memberi warna permainan Persebaya Surabaya.
Namun jika bicara kontribusi gol dan assist tertinggi, ada beberapa pasangan lain yang justru lebih produktif dari musim ke musim.
Data yang diolah JawaPos.com menunjukkan setidaknya ada lima duet paling gacor sepanjang keikutsertaan klub di Super League.
Produktivitas mereka bukan hanya menentukan hasil pertandingan, tetapi juga menjadi fondasi permainan ofensif tim.
Pada Super League 2025/2026 hingga pekan ke-18, duet Bruno Moreira dan Gali Freitas menjadi tumpuan utama Persebaya Surabaya.
Bruno mencetak 7 gol dan 4 assist, sementara Gali menyumbang 5 gol dan 3 assist, dengan total kontribusi 12 gol.
Duet ini belum menjadi yang paling subur dalam sejarah, namun konsistensinya menjaga Persebaya Surabaya tetap kompetitif di papan atas.
Kombinasi kreativitas Bruno dan agresivitas Gali memberi variasi serangan yang sulit ditebak lawan.
Bruno Moreira - Flavio Silva
Musim sebelumnya, Super League 2024/2025, Persebaya Surabaya memiliki duet yang lebih tajam. Bruno Moreira berpasangan dengan Flavio Silva dan menghasilkan total 20 gol sepanjang musim.
Bruno mencatatkan 10 gol dan 3 assist, sedangkan Flavio Silva menyumbang 9 gol dan 2 assist. Duet ini menjadi motor serangan Green Force dan kerap menjadi pembeda di laga-laga krusial.
Bruno Moreira - Paulo Henrique
Pada Super League 2023/2024, Bruno Moreira kembali masuk dalam daftar duet paling gacor. Kali ini ia berkolaborasi dengan Paulo Henrique dengan total kontribusi 14 gol.
Bruno mencetak 10 gol dan 4 assist, sementara Paulo Henrique menambah 4 gol dan 1 assist. Meski tak sebesar musim sebelumnya, duet ini tetap memberi stabilitas di lini depan.
Sho Yamamoto - Paulo Victor
Super League 2022/2023 menghadirkan duet yang berbeda namun sangat produktif. Sho Yamamoto dan Paulo Victor menjadi pasangan paling berbahaya Persebaya Surabaya pada musim tersebut.
Sho Yamamoto tampil luar biasa dengan 10 gol dan 10 assist, sementara Paulo Victor menambahkan 7 gol dan 2 assist. Total 17 gol dari duet ini memperlihatkan keseimbangan antara menciptakan dan menyelesaikan peluang.
Taisei Marukawa - Samsul Arif
Duet paling gacor kedua sepanjang era Super League Persebaya Surabaya hadir pada musim 2021/2022. Taisei Marukawa berpasangan dengan Samsul Arif dan mencatatkan total kontribusi 28 gol.
Marukawa mencetak 17 gol dan 10 assist, sedangkan Samsul Arif menyumbang 11 gol tanpa assist. Produktivitas mereka menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah klub di kompetisi kasta tertinggi.
David da Silva - Irfan Jaya
Sebelum era tersebut, Persebaya juga memiliki duet tajam seperti David da Silva dan Irfan Jaya pada Super League 2018/2019. David mencetak 14 gol dan 3 assist, sementara Irfan Jaya menambah 8 gol dan 5 assist. Total 22 gol tercipta.
David da Silva - Osvaldo Haay
Musim 2017/2018 jadi kombinasi paling gacor dengan duet David da Silva dan Osvaldo Haay sebagai salah satu yang paling ditakuti.
David mencetak 20 gol dan 3 assist, sedangkan Osvaldo Haay menyumbang 9 gol dan 3 assist. Total 29 gol tercipta.
Meski duet Bruno Moreira dan Taisei Marukawa tak masuk daftar lima paling gacor, keduanya tetap meninggalkan memori manis bagi Bonek.
Menariknya, laga pekan ke-19 akan mempertemukan kembali kedua pemain tersebut dengan seragam berbeda.
Bruno Moreira masih menjadi andalan Persebaya Surabaya, sementara Taisei Marukawa kini membela Dewa United. Pertemuan ini memberi bumbu emosional tersendiri bagi pendukung kedua tim.
Menjelang laga tersebut, Persebaya Surabaya menggelar latihan di Lapangan ABC Kompleks Gelora Bung Tomo, Rabu (28/1/2026) sore. Seluruh pemain hadir, termasuk empat pemain asing rekrutan terbaru Green Force.
Latihan difokuskan pada pemulihan kondisi fisik karena sejumlah pemain belum berada dalam kondisi 100 persen. Materi transisi menyerang dan bertahan juga menjadi perhatian utama tim pelatih.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menilai kondisi tim menunjukkan perkembangan positif.
“Saya percaya sekarang kita lebih baik. Para pemain semakin mengenal karakteristik rekan satu tim. Kita lebih baik dari minggu lalu dan targetnya adalah menjadi tim yang lebih baik dari hari ke hari,” ujarnya.
Di sisi lain, Dewa United datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menang 2-0 atas Arema FC pada pekan ke-18. Pelatih Jan Olde Riekerink menilai performa timnya terus menunjukkan tren positif.
"Sejak laga terakhir, kami mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Ini hanya soal waktu hingga kami mendapatkan poin secara konsisten dan kembali ke performa yang seharusnya," ujar Riekerink.
Dengan sejarah duet-duet gacor Persebaya Surabaya dan pertemuan emosional Bruno Moreira kontra Taisei Marukawa, laga ini diprediksi berjalan sengit.
Gelora Bung Tomo siap menjadi saksi duel penuh cerita di Super League 2025/2026.