JawaPos.com–Pemain kesayangan Bonek akhirnya memulai babak baru dalam karirnya setelah resmi bergabung dengan PSIS Semarang. Muhammad Hidayat, sosok yang lama menjadi andalan lini tengah Persebaya Surabaya, kini siap membuka lembaran baru bersama Laskar Mahesa Jenar.
Eks pemain Persebaya Surabaya itu diperkenalkan secara resmi oleh PSIS Semarang pada Kamis (22/1). Kedatangan Muhammad Hidayat mencuri perhatian karena statusnya sebagai salah satu gelandang bertahan berpengalaman di sepak bola nasional.
Muhammad Hidayat menjadi kejutan transfer terbaru PSIS Semarang dalam ambisi bangkit pada putaran ketiga Championship 2025/2026. Manajemen klub berharap kehadiran eks Persebaya itu mampu memberi stabilitas dan ketenangan di lini tengah.
PSIS Semarang mendatangkan Muhammad Hidayat dengan status pinjaman dari PSMS Medan. Langkah ini dinilai strategis mengingat kebutuhan tim akan sosok gelandang bertahan yang matang secara pengalaman.
Pada musim ini bersama PSMS Medan, Muhammad Hidayat sudah tampil dalam 10 pertandingan dengan menyumbang 1 asis. Kontribusi tersebut menunjukkan sang pemain masih memiliki sentuhan permainan yang konsisten meski sempat terganggu cedera.
Di PSIS Semarang, Muhammad Hidayat akan menambah kekuatan di sektor lini tengah. Perannya diharapkan mampu mengimbangi permainan lawan sekaligus membantu transisi bertahan ke menyerang.
”DMF baru kami telah tiba sekarang juga. Sugeng rawuh, Muhammad Hidayat," tulis unggahan PSIS Semarang.
Unggahan tersebut langsung mendapat respons positif dari suporter yang menaruh harapan besar pada pemain anyar ini. Muhammad Hidayat merupakan pemain kelahiran Bontang, Kalimantan Timur pada 26 April 1996. Sejak usia muda, dia dikenal sebagai gelandang pekerja keras dengan disiplin tinggi.
Dia menajamkan kemampuan sepak bolanya bersama Borneo FC U21 pada 2015. Performa apik itu membawanya promosi ke tim senior Pusamania Borneo pada 2016.
Karirnya kemudian berlanjut ketika Persebaya Surabaya membidik dan mendatangkannya secara resmi pada 22 Maret 2017. Kepindahan ini menjadi titik penting yang mengangkat namanya di kancah nasional.
Namun, debut resminya baru terjadi pada 7 Juli 2018 saat melawan Bali United di Super League 2017/2018. Sejak laga tersebut, dia perlahan menjadi bagian penting dalam skema permainan Green Force.
Selain tampil di Super League, Muhammad Hidayat juga merasakan atmosfer berbagai turnamen nasional. Dia tampil di Piala Presiden, Piala Menpora, dan Piala Indonesia bersama Persebaya Surabaya.
Perjalanan panjangnya bersama Persebaya Surabaya tidak selalu berjalan mulus. Musim terakhirnya justru menjadi periode paling berat dalam karirnya.
Pada musim 2024/2025, dia didera cedera yang membuatnya hampir absen sepanjang musim. Kondisi tersebut memaksanya menepi saat tim membutuhkan stabilitas di lini tengah.
Muhammad Hidayat akhirnya resmi dilepas oleh Persebaya Surabaya. Meski begitu, dia masih diberi satu kesempatan tampil pada laga melawan Bali United pada 23 Mei 2025.
Dalam laga tersebut, dia mendapat kehormatan besar dari klub. Muhammad Hidayat didapuk menjadi kapten sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya selama delapan tahun.
Selama berseragam Persebaya Surabaya, dia mencatatkan 126 penampilan resmi. Total 4 asis berhasil dia sumbangkan dalam 8.282 menit bermain.
Angka tersebut menegaskan perannya sebagai gelandang bertahan murni. Dia lebih dikenal sebagai pemutus serangan lawan ketimbang pencetak gol.
Setelah berpisah dengan Green Force, Muhammad Hidayat melanjutkan karir ke PSMS Medan pada 11 Agustus 2025. Bersama klub tersebut, dia kembali mendapat menit bermain reguler.
Kini, nilai pasar sang pemain mencapai Rp 1,30 miliar. Nilai tersebut mencerminkan statusnya sebagai pemain berpengalaman di level kompetisi nasional.
Secara profil, Muhammad Hidayat memiliki tinggi badan 1,77 meter. Dia berposisi sebagai gelandang bertahan dengan kaki dominan kanan.
Di level kompetisi, catatannya cukup konsisten. Dia mengoleksi 113 pertandingan di Super League dan 10 pertandingan di Championship.
Pengalamannya menjadi modal penting bagi PSIS Semarang. Klub berharap Muhammad Hidayat bisa menjadi jangkar permainan sekaligus pemimpin di lapangan.
Kepindahan ini juga menghadirkan cerita emosional bagi Bonek. Sosok yang dulu menjadi idola tribun kini memulai perjuangan baru dengan seragam berbeda.
Bagi PSIS Semarang, kehadiran Muhammad Hidayat bukan sekadar tambahan pemain. Dia adalah simbol pengalaman, loyalitas, dan mental bertanding yang siap mengangkat performa tim di sisa musim.