← Beranda

Pesan Gustavo Fernandes ke Bonek! Menara Baru Persebaya Surabaya dengan Tinggi 1,95 Meter

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 17 Januari 2026 | 15.41 WIB
Gustavo Fernandes jadi pemain paling tinggi di Persebaya Surabaya dengan tinggi 1,95 meter. (Instgarm @_guufernandes99)

JawaPos.com — Pesan Gustavo Fernandes ke Bonek langsung mencuri perhatian sejak namanya resmi diumumkan sebagai rekrutan anyar Persebaya Surabaya. Bek tengah asal Brasil itu hadir sebagai menara baru Green Force dengan postur menjulang setinggi 1,95 meter.

Gustavo Fernandes menjadi pemain asing terakhir yang didatangkan Bernardo Tavares untuk putaran kedua Super League 2025/2026.

Kehadirannya melengkapi langkah Persebaya Surabaya yang lebih dulu merekrut Bruno Paraiba dan Jefferson Silva.

Datangnya Gustavo Fernandes sekaligus menutup satu lubang penting di lini belakang Persebaya Surabaya. Ia diproyeksikan menggantikan peran Dime Dimov yang resmi hengkang dari tim kebanggaan Bonek.

Kini Persebaya Surabaya memiliki tiga bek tengah asing dengan karakter berbeda namun saling melengkapi. Risto Mitrevski, Leo Lelis, dan Gustavo Fernandes diharapkan menjadi benteng kokoh di era Bernardo Tavares.

Pesan Gustavo Fernandes ke Bonek disampaikan lewat kanal media pribadinya dengan nada penuh optimisme.

“Sangat senang dan termotivasi oleh kesempatan ini dalam karir saya. Semoga menjadi awal dari perjalanan positif yang penuh pencapaian,” tulisnya.

Pernyataan itu langsung mendapat respons hangat dari suporter Persebaya Surabaya. Bonek melihat Gustavo sebagai simbol harapan baru untuk memperbaiki rapuhnya pertahanan tim.

Secara profil, Gustavo Fernandes memiliki nama lengkap Gustavo Fernandes Henrique Querino. Ia lahir di Osasco, Brasil, pada 5 Juli 1999 dan kini berusia 26 tahun.

Postur tinggi menjadi keunggulan utamanya sebagai bek tengah modern. Dengan tinggi badan 1,95 meter dan kaki dominan kiri, Gustavo memberi variasi penting di lini belakang Persebaya Surabaya.

Status kewarganegaraan Brasil menambah warna Amerika Latin di ruang ganti Green Force. Gustavo resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 10 Januari 2026.

Nilai pasarnya saat ini mencapai Rp 4,35 miliar. Angka tersebut mencerminkan potensi besar yang dibawa Gustavo Fernandes ke kompetisi sepak bola Indonesia.

Selama karier profesionalnya, Gustavo mencatatkan 60 pertandingan di level senior. Ia juga menyumbang 3 gol dan 5 assist, statistik yang cukup produktif untuk seorang bek tengah.

Catatan disiplin Gustavo tergolong moderat sepanjang kariernya. Ia mengoleksi 11 kartu kuning dan satu kartu kuning kedua dengan total menit bermain mencapai 4.534 menit.

Pengalaman Gustavo ditempa di sejumlah klub Portugal. Ia pernah membela FC Penafiel, AD Sanjoanense, Valadares Gaia FC, hingga Anadia FC.

Rekam jejak itu menjadi pertimbangan kuat Bernardo Tavares merekrutnya ke Persebaya Surabaya. Sang pelatih melihat Gustavo cocok dengan kebutuhan tim dan anggaran klub.

“Ya, ada tiga pemain yang saya lihat. Saya pikir dengan anggaran yang diberikan klub, kami bisa mendapatkan tiga pemain ini. Kami berharap ketiga pemain ini dapat membantu kami,” kata Bernardo Tavares.

Kehadiran Gustavo juga berkaitan langsung dengan evaluasi Persebaya Surabaya pada putaran pertama. Bernardo menilai timnya terlalu sering kebobolan dari situasi bola mati.

“Salah satu hal yang saya lihat di tim ini adalah kami tidak memiliki terlalu banyak pemain jangkung. Inilah sebabnya kami kebobolan banyak gol dari bola mati. Dan saya pikir penting untuk memiliki keseimbangan,” imbuhnya.

Postur 1,95 meter milik Gustavo diharapkan menjadi solusi nyata atas masalah tersebut. Ia diplot sebagai penjaga area udara sekaligus ancaman saat situasi set piece menyerang.

Bernardo Tavares menekankan pentingnya keseimbangan dalam komposisi pemain. Ia ingin memadukan bek cepat dengan bek berpostur tinggi agar lebih adaptif menghadapi karakter liga.

“Penting untuk memiliki pemain yang tidak terlalu tinggi karena mereka memiliki kecepatan, tetapi juga penting untuk memiliki pemain yang tinggi untuk mereka,” ujar Bernardo.

Menurutnya, banyak gol di sepak bola Indonesia lahir dari bola mati. “Salah satu momen pertandingan di Indonesia, banyak gol berasal dari bola mati. Jadi, penting bagi kami untuk memiliki keseimbangan dalam skuat kami,” lanjutnya.

Dengan kombinasi Mitrevski, Lelis, dan Gustavo Fernandes, Persebaya Surabaya kini punya variasi kuat di jantung pertahanan. Bonek pun berharap pesan Gustavo Fernandes menjadi awal kisah sukses bersama Green Force.

Pesan Gustavo Fernandes ke Bonek bukan sekadar sapaan awal, tetapi janji kerja keras di lapangan. Menara baru setinggi 1,95 meter itu siap berdiri tegak menjaga kehormatan Persebaya Surabaya.

EDITOR: Banu Adikara