JawaPos.com — Tiga pemain Persebaya Surabaya belum mencicipi satu menit pun bermain hingga putaran pertama Super League 2025/2026 berakhir. Di tengah performa tim yang cukup stabil, situasi ini justru memunculkan tanda tanya besar soal peluang mereka di era baru Bernardo Tavares.
Persebaya Surabaya menutup 17 laga pertama dengan duduk di peringkat ke-7 klasemen sementara berbekal 28 poin.
Catatan tujuh kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan dinilai cukup menjanjikan di masa transisi kepelatihan.
Peralihan dari Eduardo Perez ke Bernardo Tavares membawa perubahan arah dan filosofi kerja yang terasa sejak awal.
Pelatih asal Portugal itu datang dengan pendekatan jangka panjang yang menekankan evaluasi menyeluruh terhadap skuad.
Di balik stabilnya performa tim, ada tiga nama yang belum tersentuh menit bermain sama sekali. Mereka adalah Ilham Al-Arif, Sheva Kardanu, dan Rendy Oscario yang sejauh ini hanya menjadi penghangat daftar susunan pemain.
Keberadaan tiga pemain ini menarik perhatian karena mewakili dua wajah berbeda dalam skuad Persebaya Surabaya. Dua di antaranya merupakan hasil promosi akademi, sementara satu lainnya datang sebagai pemain senior lokal.
Ilham Al-Arif
Ilham Al-Arif menjadi salah satu kiper muda yang masuk skuad utama musim ini. Kiper kelahiran 7 Mei 2007 itu naik kelas dari Persebaya U-20 dan resmi bergabung sejak 1 Juli 2025.
Di usia 18 tahun, Ilham masih berada dalam fase awal pembentukan karier profesional. Persaingan di posisi penjaga gawang membuatnya harus bersabar menunggu kesempatan tampil.
Kehadiran Ilham di tim utama mencerminkan keberanian Persebaya Surabaya memberi ruang bagi talenta muda. Meski belum bermain, proses adaptasi di level tertinggi menjadi modal penting untuk masa depannya.
Sheva Kardanu
Nama kedua adalah Sheva Kardanu yang berposisi sebagai bek tengah. Pemain kelahiran 24 Januari 2005 ini juga promosi dari Persebaya U-20 dan memiliki tinggi badan 1,82 meter.
Sheva tercatat empat kali masuk daftar susunan pemain selama putaran pertama. Namun, kesempatan turun ke lapangan belum datang meski performanya di level usia muda cukup menjanjikan.
Sebagai bek tengah muda, Sheva berada di tengah persaingan ketat lini belakang Persebaya Surabaya. Pengalaman berada di bench tim utama memberi pemahaman taktis yang berharga untuk perkembangannya.
Rendy Oscario
Nama terakhir adalah Rendy Oscario, kiper berusia 27 tahun yang bergabung pada 15 Juli 2025. Berbeda dengan dua nama sebelumnya, Rendy datang dengan status pemain senior dan nilai pasar mencapai Rp1,30 miliar.
Rendy delapan kali masuk DSP sepanjang putaran pertama. Namun, ia belum mampu menggeser pilihan utama di bawah mistar gawang Persebaya Surabaya.
Situasi Rendy menunjukkan ketatnya persaingan di posisi kiper. Meski belum bermain, kehadirannya memberi kedalaman skuad yang penting untuk kompetisi panjang.
Bernardo Tavares menyadari kondisi skuad yang ia warisi penuh dengan dinamika. Ia menegaskan fokus utamanya bukan janji prestasi instan, melainkan kerja berkelanjutan.
“Saya tidak berjanji apa-apa, saya tidak berjanji titel, saya berjanji untuk bekerja. Saya datang untuk bekerja, saya tidak datang untuk liburan,” ujar Bernardo Tavares.
Pendekatan itu membuat setiap pemain memiliki peluang yang sama sepanjang menunjukkan progres. Rotasi dan evaluasi menjadi kunci dalam menatap putaran kedua Super League 2025/2026.
Bernardo juga menaruh perhatian besar pada struktur internal klub. Ia ingin memahami betul potensi akademi, tim utama, hingga pemain yang sedang dipinjamkan ke klub lain.
“Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki. Akademi, pemain muda, tim utama kita,” kata Bernardo Tavares.
Ia mengaku telah menganalisis banyak pertandingan untuk memetakan kebutuhan tim. Proses ini dilakukan agar keputusan yang diambil selaras dengan visi jangka panjang klub.
“Saya sudah menganalisa banyak pertandingan. Saya juga melihat beberapa pemain yang berada di sini, dan yang bermain di klub lain, di posisi lain,” ucapnya.
Bagi Bernardo, menjaga pemain berkualitas sama pentingnya dengan mencari wajah baru. Akademi menjadi sumber utama untuk membangun fondasi Persebaya Surabaya ke depan.
“Jadi kita harus menjaga pemain yang baik dan mencoba menemukan pemain yang baik,” lanjut Bernardo. Ia menilai keseimbangan antara pengalaman dan darah muda menjadi kunci budaya klub.
Komitmen itu memberi harapan bagi pemain seperti Ilham dan Sheva. Kesabaran mereka berpeluang terbayar seiring rotasi yang hampir pasti dilakukan di putaran kedua.
Bernardo juga menekankan pentingnya pemain akademi sebagai aset jangka panjang. Ia menyebut talenta muda sebagai emas klub yang harus dijaga dan dikembangkan.
“Tapi kita juga harus mencari pemain dari akademi kita. Ini penting untuk memiliki pemain jangka panjang,” tutur Bernardo.
Filosofi tersebut membuka pintu bagi kejutan di paruh musim berikutnya. Pemain yang belum mendapat menit bermain bisa saja menjadi bagian penting dalam skema baru.
Putaran kedua Super League 2025/2026 akan menjadi panggung pembuktian. Tiga pemain tanpa menit bermain ini menyimpan potensi cerita berbeda di bawah racikan Bernardo Tavares.
Perjalanan mereka mungkin belum dimulai di lapangan. Namun, di era baru Persebaya Surabaya, masa depan cerah tetap terbuka bagi siapa pun yang siap bekerja dan bersabar.