← Beranda

Bernardo Tavares Kantongi Kelemahan Malut United! Persempit Ruang Jadi Senjata Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 10 Januari 2026 | 03.37 WIB
Bernardo Tavares siapkan senjata khusus redam Malut United di kandang Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Bernardo Tavares datang ke laga pekan ke-17 Super League 2025/2026 dengan satu kunci penting di tangannya. Pelatih Persebaya Surabaya itu mengantongi cara meredam Malut United dengan mempersempit ruang gerak lawan sebagai senjata utama di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/1/2026) sore.

Strategi tersebut bukan tanpa alasan, karena Malut United dikenal mematikan ketika diberi ruang dan waktu. Tavares menilai disiplin menjaga area vital menjadi faktor krusial agar Persebaya tidak terjebak dalam skema permainan cepat lawan.

Pelatih asal Portugal itu mengakui Malut United sebagai salah satu tim paling berbahaya di liga. Kekuatan utama mereka terletak pada transisi menyerang cepat serta efektivitas dalam situasi bola mati.

“Saya setuju bahwa mereka adalah salah satu tim terbaik di liga, dalam transisi menyerang dan juga sangat kuat dalam bola mati,” kata Tavares.

Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers jelang laga di Stadion GBT Surabaya, Jumat (9/1/2026).

Kesadaran terhadap keunggulan lawan membuat Tavares menekankan pentingnya organisasi bertahan yang rapat. Ia meminta pemainnya tidak membuka celah sedikit pun, terutama di area dekat kotak penalti.

Menurut Tavares, Malut United memiliki pemain dengan kualitas pengambilan keputusan yang sangat baik. Sedikit saja ruang diberikan, ancaman langsung tercipta ke arah gawang Persebaya.

“Jika kami memberi terlalu banyak waktu dan ruang, mereka akan mengambil keputusan terbaik. Itu yang harus kami hindari,” ucapnya.

Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa kontrol ruang adalah kunci permainan.

Ancaman Malut United tidak hanya datang dari permainan terbuka. Mereka juga berbahaya melalui tembakan jarak jauh dan akurasi umpan silang yang berujung sundulan.

Tavares menyebut lawannya memiliki pemain yang berani mengeksekusi bola dari luar kotak penalti. Selain itu, kualitas crossing mereka kerap memaksa lini belakang bekerja ekstra keras.

Fokus mempersempit ruang juga berkaitan dengan karakter pemain depan Malut United. Beberapa nama dinilai memiliki koneksi permainan yang kuat karena pernah bermain bersama.

Tavares secara khusus menyoroti Ciro, David, dan Tyronne. Ketiganya dianggap sebagai trio yang mampu menciptakan peluang hanya dengan kombinasi singkat.

“Ketiga pemain itu memiliki koneksi yang sangat baik dan mudah melakukan kombinasi langsung,” jelasnya.

Skema pemain ketiga menjadi senjata yang sering digunakan untuk membongkar pertahanan lawan.

Koneksi antarpemain itu membuat Malut United sulit ditebak saat menyerang. Mereka tidak selalu mengandalkan dribel individu, tetapi lebih pada pergerakan tanpa bola yang cerdas.

Situasi ini memaksa Persebaya tampil disiplin selama 90 menit. Satu kesalahan posisi bisa langsung berujung peluang emas bagi tim tamu.

Meski menyoroti pemain asing, Tavares menegaskan kekuatan Malut United tidak bergantung pada tiga atau empat nama saja. Ia melihat kualitas pemain lokal mereka juga memberi kontribusi signifikan dalam permainan tim.

“Mereka bukan hanya tiga atau empat pemain. Mereka bermain sebagai satu tim dengan 11 pemain,” tuturnya.

Penilaian ini membuat Persebaya tidak boleh terpaku hanya pada satu sektor.

Bagi Tavares, menghadapi tim kolektif membutuhkan konsentrasi menyeluruh. Setiap pemain Persebaya dituntut memahami perannya, baik saat bertahan maupun transisi ke menyerang.

Pendekatan mempersempit ruang juga diharapkan memberi efek psikologis. Lawan dipaksa berpikir lebih cepat dan berisiko membuat kesalahan sendiri.

Di sisi lain, strategi tersebut membuka peluang Persebaya memanfaatkan momen balik menyerang. Dengan jarak antarlini rapat, proses transisi bisa dilakukan lebih efisien.

Tavares menilai laga ini akan ditentukan oleh detail kecil. Ketepatan posisi, komunikasi, dan disiplin menjadi pembeda di pertandingan level tinggi seperti ini.

Dukungan penuh suporter di Stadion Gelora Bung Tomo juga diharapkan memberi energi tambahan. Atmosfer kandang diyakini membantu pemain menjaga intensitas sepanjang laga.

Persebaya datang ke pertandingan dengan motivasi besar menjaga konsistensi. Menghadapi Malut United menjadi ujian sejauh mana strategi Tavares berjalan efektif.

Dengan persiapan matang dan pemahaman jelas terhadap kekuatan lawan, Persebaya optimistis menampilkan permainan solid. Persempit ruang bukan sekadar bertahan, melainkan fondasi untuk mengontrol pertandingan.

Laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga adu kecerdikan di pinggir lapangan. Bernardo Tavares siap membuktikan bahwa membaca kelemahan lawan bisa menjadi senjata paling mematikan.

EDITOR: Edi Yulianto