JawaPos.com — Benarkah Maarten Paes berpotensi gabung Persib Bandung menjadi pertanyaan paling ramai di kalangan Bobotoh jelang Super League 2025/2026. Rumor ini mencuat seiring sinyal kuat manuver transfer Persib yang kian terencana dan ambisius.
Nama Maarten Paes disebut-sebut masuk radar Persib di tengah strategi klub merekrut pemain naturalisasi tambahan. Isu ini terasa masuk akal karena Persib tengah berada dalam fase pembangunan tim yang serius dan berkelanjutan.
Manajemen Persib tak menampik kemungkinan merekrut pemain naturalisasi baru pada musim depan. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Andhitia Putra Herawan, di Graha Persib.
Andhitia menegaskan proses perekrutan pemain selalu disiapkan jauh hari dan tidak bersifat mendadak. Ia menyebut kerja klub biasanya dimulai dua hingga tiga bulan sebelum transfer benar-benar terealisasi.
Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi di ruang publik dan media sosial. Dua nama kemudian mencuat sebagai kandidat kuat, yakni Maarten Paes dan Joey Pelupessy.
“BREAKING: Persib Bandung kembali menjadi pusat perhatian bursa transfer. Setelah memastikan tiket ke babak 16 besar ACL Two 2025/2026,” tulis @futboll.indonesiaa.
“Persib Bandung dirumorkan tengah membidik dua nama besar pemain naturalisasi timnas Indonesia, yakni Joey Pelupessy dan Maarten Paes.”
Optimisme publik tak muncul tanpa alasan yang kuat dan terukur. Persib baru saja menuai hasil positif dari kebijakan naturalisasi musim ini.
Eliano Reijnders dan Thom Haye menjadi contoh sukses pendekatan tersebut. Keduanya bukan sekadar pelengkap, tetapi tampil sebagai pilar penting dalam struktur permainan Persib.
Eliano Reijnders memberi stabilitas sekaligus fleksibilitas di lini tengah. Thom Haye tampil sebagai motor permainan yang meningkatkan kualitas build-up dan kontrol tempo tim.
Dampak kehadiran dua pemain ini terasa langsung dalam performa Persib. Permainan lebih konsisten, identitas tim semakin jelas, dan kepercayaan diri skuad meningkat.
Efek positif juga muncul di luar lapangan dalam aspek bisnis klub. Antusiasme Bobotoh melonjak, penjualan jersey meningkat, dan eksposur Persib ikut terdongkrak secara nasional.
Situasi tersebut membuat manajemen lebih percaya diri mengambil langkah besar berikutnya. Naturalisasi kini dipandang sebagai investasi jangka menengah, bukan lagi perjudian.
Dalam konteks ini, rumor ketertarikan terhadap Maarten Paes terasa logis dan relevan. Persib membutuhkan kualitas nyata yang sejalan dengan target kompetitif klub.
Jika Maarten Paes benar-benar bergabung, dampaknya dipastikan sangat signifikan bagi Persib. Efeknya juga akan terasa langsung pada peta persaingan Super League.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Maarten Paes mencapai sekitar Rp 26,07 miliar. Angka itu menjadikannya pemain dengan nilai pasar tertinggi di Super League 2025/2026.
Sebagai pembanding, Thom Haye saat ini berada di puncak daftar dengan nilai Rp 17,38 miliar. Di bawahnya ada Thijmen Goppel, Jordi Amat, Eliano Reijnders, dan Carlos Franca.
Masuknya Maarten Paes otomatis menggeser hierarki nilai pasar pemain liga secara drastis. Persib akan memiliki penjaga gawang dengan level pengalaman internasional yang jarang ditemui.
Kehadiran Paes juga memberi efek psikologis yang besar. Lawan akan lebih berhati-hati, sementara Persib semakin disegani di dalam dan luar lapangan.
Namun, transfer ini tentu tidak mudah untuk diwujudkan. Nilai pasar tinggi berarti kebutuhan finansial besar, termasuk gaji dan fasilitas yang sepadan.
Rumor Maarten Paes tak bisa dilepaskan dari arah besar proyek Persib saat ini. Klub terlihat ingin membangun tim kuat secara berkelanjutan, bukan sekadar jor-joran sesaat.
Kombinasi pemain lokal, asing berkualitas, dan naturalisasi tepat sasaran menjadi fondasi utama Persib. Nama Joey Pelupessy yang ikut dikaitkan memperkuat narasi tersebut.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal kepindahan Maarten Paes ke Persib. Namun, sinyal yang muncul menunjukkan Maung Bandung tengah menyiapkan sesuatu yang besar dan strategis.