JawaPos.com - Sebuah pergerakan menarik terjadi jelang putaran kedua Penggadaian Championship. Bus yang selama ini menjadi kendaraan andalan Persela Lamongan resmi berpindah ke Semarang setelah mantan CEO Persela, Faris Julinar, ikut terlibat dalam kepemilikan PSIS Semarang melalui istrinya, Datu Nova.
Bus yang sebelumnya identik dengan warna dan logo Persela itu kini sudah dibranding ulang dan resmi menjadi armada PSIS Semarang.
Kabar perpindahan ini cukup mengejutkan publik Lamongan. Pasalnya, bus tersebut sudah menjadi bagian dari identitas Laskar Joko Tingkir, terutama ketika tampil di Pengadaian Championship.
Perubahan kepemilikan membuat bus itu mengikuti langkah pemilik baru menuju Semarang, lengkap dengan tampilan baru yang menyesuaikan identitas PSIS.
Setelah tidak lagi memiliki bus sendiri, Persela dikabarkan bakal menggunakan armada milik Lamongan FC untuk kebutuhan transportasi tim, baik untuk sesi latihan maupun pertandingan tandang.
Informasi ini mencuat setelah akun Instagram @persela_football_club membagikan unggahan dengan tulisan, “Bus Tayo yang dipake Lamongan FC, kemungkinan akan dipakek Persela Lamongan.”
Lamongan FC sendiri adalah klub lokal asal Lamongan yang berkompetisi di Liga 4 Jawa Timur.
Meski masih berada di kasta bawah, klub tersebut dikenal memiliki fasilitas yang cukup memadai, termasuk sebuah bus yang sering disebut publik sebagai 'Bus Tayo' tersebut.
Rencana penggunaan bus milik Lamongan FC oleh Persela sontak menarik perhatian suporter.
Banyak pendukung yang merespons dengan nada bercanda namun tetap mendukung langkah tersebut, mengingat kondisi Persela yang saat ini tengah berusaha bangkit dari situasi sulit, baik secara finansial maupun prestasi.
Walau harus memakai bus pinjaman, sejumlah suporter menilai hal itu bukan masalah besar. Yang terpenting, Persela bisa fokus menyiapkan skuad dan menjaga stabilitas tim untuk menghadapi kompetisi.
Situasi ini juga dinilai sebagai bentuk solidaritas antarklub Lamongan yang sama-sama ingin memajukan sepak bola daerah.
Hingga kini, pihak Persela belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar peminjaman bus Lamongan FC.
Namun, publik berharap kerja sama ini bisa memberi dampak positif bagi perjalanan tim, sekaligus menunjukkan bahwa Persela tetap memiliki dukungan kuat dari komunitas sepak bola lokal.
Dengan perkembangan terbaru ini, fokus suporter kini bukan lagi pada bus yang digunakan, melainkan bagaimana Persela bisa segera kembali menunjukkan performa terbaik dan mengembalikan kejayaan Laskar Joko Tingkir di kancah sepak bola nasional.