← Beranda
Pelatih Baru Persebaya Surabaya Segera Datang! Lawan Persijap Jepara Wajib Daftarkan Arsitek Baru atau Denda Rp 100 Juta
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 8 Desember 2025 | 00.18 WIB
OPTIMISTIS: Uston Nawawi percaya diri bisa mengatasi strategi Persija Jakarta yang diarsiteki pelath kaliber Eropa, Thomas Doll.

JawaPos.com — Sampai 7 Desember 2025, Persebaya Surabaya belum punya pelatih kepala usai mengumumkan pemecatan Eduardo Perez pada 22 November 2025. Kondisi ini membuat manajemen harus bergerak cepat karena regulasi I.League 2025/2026 mengharuskan klub mendaftarkan pelatih baru maksimal 30 hari sejak pemberitahuan resmi kepada operator liga.

Situasi tersebut membuat ruang gerak Persebaya Surabaya semakin sempit menjelang akhir tahun. Regulasi memberi batas waktu yang ketat sehingga klub tak bisa menunda keputusan penting pada posisi pelatih kepala.

Perhitungan waktu menjadi perhatian serius karena Persebaya Surabaya harus mengirimkan pemberitahuan pemutusan kontrak kepada PSSI dan I.League maksimal tiga hari setelah pengumuman.

Artinya deadline pendaftaran pelatih baru jatuh pada 25 Desember 2025.

Jika terlambat, Persebaya Surabaya akan dikenai denda Rp 100 juta sesuai Pasal 19 Regulasi I.League.

Dendanya bisa membengkak menjadi tambahan Rp 200 juta pada periode 30 hari berikutnya jika klub tetap belum mendaftarkan pelatih kepala.

Tekanan ini hadir ketika tim sedang berjuang mencari konsistensi di lapangan. Persebaya Surabaya baru saja menahan imbang PSM Makassar 1-1 di Stadion Gelora B.J. Habibie pada 6 Desember 2025.

Laga berlangsung ketat dengan kedua tim saling mengancam sejak menit awal. Persebaya Surabaya pulang dengan satu poin dan menempati posisi sembilan klasemen sementara dengan 13 poin.

Di balik hasil tersebut, pekerjaan rumah terbesar masih sama: mencari pelatih baru sesegera mungkin. Uston Nawawi yang kini berperan sebagai pelatih interim terus memimpin sesi latihan sambil menunggu keputusan manajemen.

Kondisi tanpa pelatih kepala cukup riskan di tengah padatnya jadwal Desember. Persebaya Surabaya harus menjalani dua laga kandang penting sebelum menutup tahun.

Borneo FC akan menjadi lawan pertama pada 20 Desember 2025 di Gelora Bung Tomo. Laga ini bisa menjadi momentum kebangkitan sekaligus ajang pemantauan bagi calon pelatih baru.

Empat hari berselang, tenggat waktu semakin dekat dan tekanan makin menguat. Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Persijap Jepara pada 28 Desember 2025.

Laga kontra Persijap berpotensi menjadi pertandingan pertama pelatih baru bila proses administrasi selesai tepat waktu. Jika belum, Persebaya Surabaya menghadapi risiko denda besar dari operator liga.

Kehadiran pelatih kepala menjadi simbol stabilitas yang kini sangat dibutuhkan skuad Green Force. Tim membutuhkan figur pemimpin yang mampu mengembalikan arah permainan dan menjaga motivasi pemain.

Interim coach seperti Uston tetap punya batas dalam kewenangannya. Klub wajib memiliki pelatih definitif yang sesuai kualifikasi lisensi sesuai aturan liga.

Manajemen Persebaya Surabaya juga perlu mempertimbangkan adaptasi pelatih baru terhadap karakter skuad. Waktu yang tersisa sangat mepet sehingga proses transisi harus berlangsung cepat dan efektif.

Suporter tentu berharap manajemen mengambil keputusan yang tepat, bukan hanya sekadar cepat. Pelatih baru harus mampu membawa perubahan positif di tengah persaingan ketat musim ini.

Sambil menunggu nama resmi yang akan diumumkan, rumor di kalangan pendukung cukup ramai. Banyak yang menilai momen ini krusial karena bisa menentukan arah musim Persebaya Surabaya.

Persebaya Surabaya juga punya beban moral karena klub sebesar Green Force tak boleh terjebak dalam masalah administratif seperti ini. Reputasi klub dan kepercayaan pendukung sangat dipertaruhkan.

Persebaya Surabaya tahan imbang PSM Makassar di Parepare. (Persebaya Surabaya)
Persebaya Surabaya tahan imbang PSM Makassar di Parepare. (Persebaya Surabaya)

Baca Juga: Persebaya Surabaya Tertahan di Peringkat ke-9! Berikut Update Klasemen Super League 2025/2026

Tekanan regulasi membuat proses negosiasi pelatih tak bisa lagi berjalan berlarut-larut. Setiap hari terasa penting untuk memastikan administrasi tuntas sebelum tanggal 25 Desember 2025.

Laga melawan Persijap Jepara menjadi penanda apakah manajemen bergerak cukup cepat atau masih tersendat. Pertandingan itu juga akan menjadi ukuran awal bagi pelatih baru untuk membaca potensi skuad Persebaya Surabaya.

Jika semua proses berjalan sesuai target, Persebaya Surabaya bisa memasuki tahun baru dengan energi dan harapan baru. Stabilitas di jajaran pelatih akan menjadi modal penting menghadapi putaran lanjutan liga.

Manajemen kini berada dalam fase final untuk menuntaskan perekrutan. Pelatih baru diyakini segera datang karena situasinya tidak memungkinkan untuk menunda lebih lama.

Persebaya Surabaya perlu keputusan cepat, tepat, dan strategis agar tidak hanya terhindar dari denda, tetapi juga mampu mengamankan arah kompetisi.

Penunjukan pelatih baru bisa menjadi momentum besar kebangkitan Green Force.

Dengan deadline yang tinggal hitungan hari, semua mata kini tertuju pada manajemen. Persebaya Surabaya dituntut bergerak gesit demi memastikan pelatih kepala resmi hadir sebelum menghadapi Persijap Jepara.

 
EDITOR: Hendra