JawaPos.com - Bonek kembali menunjukkan sisi humanisnya lewat aksi solidaritas untuk korban banjir dan longsor di Sumatera. Pendukung Persbaya Surabaya ini membuktikan bahwa semangat Football for Humanity bukan sekadar slogan.
Gerakan donasi ini digagas sebagai bentuk empati sekaligus kepedulian anak-anak tribun Persebaya terhadap sesama di tengah bencana besar yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Inisiatif bertajuk Bonek Peduli Banjir Sumatera itu mengajak seluruh pendukung Persebaya menyalurkan bantuan melalui rekening BRI atas nama Moch Arif Zanani. Setelah transfer, donatur bisa melakukan konfirmasi ke nomor yang disediakan agar pendataan berjalan tertib dan transparan.
Aksi galang dana berlangsung hingga Minggu, 7 Desember 2025, dan terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut bergotong-royong membantu.
Ajakan solidaritas tersebut viral setelah dibagikan melalui akun tribun @gatejhoner21 yang menambahkan pesan agar masyarakat terus menguatkan saudara-saudara di Sumatera.
Seruan “Solidaritas Sesama Anak Negeri” menjadi napas dari gerakan ini karena Bonek ingin memastikan bantuan bisa menjangkau warga terdampak yang jumlahnya mencapai jutaan jiwa.
Mereka menyadari bencana yang terjadi bukan persoalan satu daerah saja, melainkan rasa kemanusiaan yang memanggil seluruh anak bangsa untuk terlibat.
Di sisi lain, situasi di lapangan memang sangat berat akibat banjir besar dan longsor yang melanda tiga provinsi sekaligus. Data BNPB mencatat korban tewas telah mencapai 753 orang hingga Rabu pagi.
Aceh menjadi salah satu wilayah dengan korban tinggi yaitu 218 orang meninggal dan 227 orang masih hilang. Kondisi di Sumatera Utara juga memprihatinkan dengan 301 korban meninggal serta 163 warga hilang. Sementara Sumatera Barat mencatat 234 korban meninggal dan 260 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Gelombang pencarian terus dilakukan mengingat banyak wilayah yang sebelumnya terisolasi kini mulai dapat dijangkau petugas. Jumlah korban luka mencapai 2.600 orang dan total warga terdampak banjir besar menembus 3,3 juta jiwa di tiga provinsi tersebut.
Skala bencana ini membuat bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar penanganan cepat bisa berjalan optimal.
Upaya evakuasi juga digenjot Basarnas yang mencatat telah mengevakuasi 35.857 warga hingga Selasa malam. Di Aceh, 1.600 warga dievakuasi dari 18 wilayah terdampak.
Sumatera Utara menjadi salah satu titik evakuasi besar dengan 4.599 warga berhasil diselamatkan. Sedangkan Sumatera Barat mencatat 29.658 warga yang telah dievakuasi dari 11 kabupaten dan kota.
Melihat tingginya angka korban dan besarnya wilayah terdampak, BNPB membuka hotline khusus bagi warga yang kesulitan menghubungi keluarga. Nomor 081161645500 disediakan untuk menerima data anggota keluarga yang belum bisa dihubungi.
Warga cukup memberikan informasi berupa nama, usia, jenis kelamin, alamat, serta titik lokasi terakhir. Data tersebut akan diteruskan ke personel BNPB di tiap kabupaten atau kota terdampak untuk dilakukan pengecekan lapangan.
Di tengah kondisi yang memilukan ini, langkah Bonek menjadi bentuk dukungan moral dan materiil bagi para penyintas di Sumatera. Semangat gotong royong yang mereka bawa menunjukkan komunitas suporter bisa berperan besar di luar stadion.
Aksi tersebut juga menegaskan identitas Bonek sebagai suporter yang solid dan responsif terhadap isu kemanusiaan. Mereka memahami sepak bola selalu memiliki ruang untuk empati dan aksi nyata bagi masyarakat.
Gerakan donasi yang dilakukan bukan sekadar mengumpulkan uang, tetapi mengirimkan pesan mereka hadir untuk saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Pesan ini menggema kuat karena dilakukan secara organik, tulus, dan serempak.
Dalam berbagai momen bencana sebelumnya, Bonek memang dikenal cepat bergerak membangun posko, mengirim relawan, hingga menggalang donasi. Tradisi itu kembali mereka hidupkan agar masyarakat Sumatera tidak merasa sendiri di tengah situasi berat.
Football for Humanity terasa nyata dalam aksi kali ini karena menghubungkan emosi, solidaritas, dan keberanian untuk membantu. Sepak bola menjadi jembatan yang menggerakkan hati ribuan orang untuk berbuat baik.
Bonek percaya setiap bantuan dari suporter bisa meringankan beban para penyintas meski dalam skala kecil. Tindakan itu menjadi bentuk dukungan moral yang tak kalah penting dibandingkan bantuan logistik.
Semangat Satu Nyali yang selama ini identik dengan keberanian di tribun kini diterjemahkan menjadi keberanian membantu sesama tanpa pamrih. Narasi ini membuat aksi Bonek Peduli Sumatera semakin menginspirasi dan mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan.
Di tengah duka yang menyelimuti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, langkah-langkah kecil dari banyak orang bisa menjadi cahaya yang menguatkan. Bonek memilih menjadi bagian dari cahaya itu melalui gerakan donasi yang sederhana namun penuh ketulusan.
Solidaritas suporter Surabaya ini menjadi pengingat kemanusiaan selalu melampaui sekat kota, provinsi, dan identitas kelompok. Bonek menunjukkan lagi bahwa sepak bola bukan hanya hiburan, tetapi energi sosial yang bisa menggerakkan kebaikan di saat bangsa membutuhkan.