← Beranda

Intip Usaha Osas Saha! Striker Kawakan Liga Indonesia yang Dirumorkan Merapat ke Persela Lamongan

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 16 November 2025 | 16.39 WIB
Osas Saha dirumorkan merapat ke Persela Lamongan di bursa transfer paruh musim Championship 2025/2026. (Instagram @osasmarvellous)
 

JawaPos.com — Nama Osas Marvelous Saha kembali memicu penasaran publik sepak bola Lamongan dan Bojonegoro. Striker kawakan yang kini berusia sekitar 39 tahun itu dikabarkan siap meninggalkan klub Laskar Angling Dharma yang dibelanya musim lalu.

Rumor itu makin kuat karena Osas tak lagi terlihat muncul di Bojonegoro. Di saat yang sama, jendela transfer para pemain akan segera dibuka sehingga isu kepindahannya makin ramai diperbincangkan.

Pendukung Persela Lamongan pun berharap besar agar pemain naturalisasi tersebut bisa merapat ke Laskar Joko Tingkir.

Mereka percaya kemampuan Osas yang bisa bermain sebagai gelandang maupun striker masih sangat berguna di lini depan.

Dengan tinggi badan 180 sentimeter, gaya mainnya masih mampu memberi ancaman. Meski masa emasnya telah lewat, pengalaman panjangnya tetap dianggap aset penting bagi tim yang ingin tampil kompetitif.

Di tengah santernya rumor transfer, Osas muncul dengan kabar lain yang tak kalah menarik. Dia mulai serius memikirkan masa depan di luar sepak bola dan merintis usaha yang kini banyak dibicarakan.

Jawa Pos pernah menulis tentang bisnis yang ia bangun bersama eks bek Rans Nusantara, Willian Correia. Keduanya membuka usaha di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Usaha tersebut diberi nama The OW Cafe and Barbershop. “Nama OW gabungan dari Osas dan Willian,” kata Osas dikutip dari Radar Lamongan Minggu (16/11/2025).

Menurut Osas, bisnis ini dipilih karena cocok dengan karakternya dan tetap menyatu dengan dunia sepak bola.

“Karena dekat sini juga kan ada markas Persita (Tangerang) dan Dewa (United),” ujarnya menjelaskan alasan memilih lokasi tersebut.

Konsep usaha itu dibuat nyaman dan santai agar semua kalangan bisa menikmati suasananya. “Makanya kami di sini nonalkohol dan makanan ringan. Full buat santai saja,” ucapnya.

Osas tak sekadar membangun usaha untuk mencari pemasukan tambahan. Ada misi yang ia sampaikan agar pemain muda memahami pentingnya menyiapkan masa depan.

“Pemain bola bukan selama-lamanya,” tegasnya sambil menjelaskan risiko cedera yang bisa datang kapan saja.

Ia mengingatkan pemain muda agar tidak terlambat memikirkan perencanaan finansial jangka panjang.

“Kami main bola dari usia 18. Ada risiko cedera. Jadi, jangan menyesal ketika sudah punya gaji dan kontrak dan setelahnya cedera,” tuturnya memberi pesan kepada generasi berikutnya.

Ia bahkan menegaskan waktu memulai usaha tidak harus menunggu tua dengan mengatakan, “Jadi, dari usia 17 juga sudah bisa buka usaha.”

Ketekunan Osas merintis usaha mendapat apresiasi dari banyak pihak, salah satunya dari bek Persela Lamongan, Otavio Dutra. Dutra pernah bermain bersama Osas saat keduanya memperkuat Persibo.

Dutra mengaku bangga dengan langkah mantan rekannya tersebut. “Ini luar biasa. Semoga sukses dan diberkati,” ujarnya memberi dukungan penuh.

Menurut Dutra, The OW Cafe and Barbershop punya peluang besar menjadi tempat nongkrong favorit. “Jadi, yang mau kopi enak bisa ke sini,” tambahnya sambil mengajak para penggemar untuk meramaikan tempat tersebut.

Ia juga menilai keberadaan Osas dan para pemain lain akan membuat suasana lebih hidup. “Apalagi bisa ketemu pemain bola juga. Kami berharap ramai-ramai datang bertemu Osas dan semua pemain di sini,” katanya.

Kisah Osas merintis usaha membuat rumor kepindahannya ke Persela terasa semakin menarik.

Kehadirannya bukan hanya membawa potensi di lapangan tetapi juga karakter kuat yang bisa menularkan profesionalisme kepada pemain muda.

Para pecinta Persela kini menanti kepastian apakah sang striker senior benar-benar akan mendarat di Lamongan. Mereka berharap kemampuan teknis dan mentalitasnya bisa menambah kekuatan skuad saat kompetisi dimulai.

Sementara itu, aktivitas Osas di luar lapangan memberi gambaran baru tentang bagaimana pemain mempersiapkan masa pensiun. Keberanian membuka bisnis menunjukkan dirinya sudah siap menghadapi babak baru dalam hidup.

Jika rumor kepindahan itu terwujud, Persela bukan hanya kedatangan seorang pemain berpengalaman. Mereka juga menyambut sosok yang paham arti keberlanjutan karier dan mampu memberi inspirasi untuk generasi berikutnya.

Selama spekulasi belum terjawab, publik Lamongan akan terus mengamati tiap gerak sang pemain.

Namun satu hal yang sudah pasti, Osas telah menegaskan komitmennya membangun masa depan melalui bisnis yang kini ramai dibicarakan dan sekaligus memperlihatkan sisi matang seorang pesepak bola senior.

EDITOR: Edi Yulianto