JawaPos.com — Pelatih Persik Kediri Ong Kim Swee tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya hanya bermain imbang 1-1 dengan Persebaya Surabaya. Ia menilai laga pekan ke-12 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik itu seharusnya bisa menghasilkan kemenangan untuk timnya.
Persik sempat berada dalam posisi unggul jumlah pemain, tetapi situasi tersebut tak berakhir dengan tiga poin. Ong menyebut target mereka sudah jelas sejak awal pertandingan, yaitu pulang dengan kemenangan penuh.
“Target kami tiga poin, tapi hanya mendapat satu. Itu keputusan yang mengecewakan bagi saya,” ujar pelatih asal Malaysia tersebut setelah pertandingan.
Menurutnya, para pemain sebenarnya memiliki peluang untuk membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Persik mampu menyamakan kedudukan dan menekan pertahanan Persebaya Surabaya, namun tidak cukup tajam untuk mencetak gol kedua.
Ong menilai anak asuhnya terlalu terburu-buru mengambil keputusan di area sepertiga akhir. Banyak peluang yang terbuang sia-sia karena kurang tenang dalam penyelesaian akhir.
Ia menekankan situasi unggul jumlah pemain seharusnya menjadi keuntungan besar bagi Persik. Namun justru kesalahan dalam pengambilan keputusan membuat peluang emas tidak dimaksimalkan menjadi gol tambahan.
Meski demikian, Ong tetap memberi apresiasi pada mental bertarung para pemain yang bisa bangkit setelah kebobolan lebih dulu.
Sikap pantang menyerah itu dianggapnya sebagai modal positif menjelang dua laga tersisa sebelum jeda kompetisi.
“Para pemain bisa bangkit setelah tertinggal 0-1, dan itu menunjukkan sikap positif dari mereka,” tuturnya. Ia merasa semangat itu harus dijaga dan ditingkatkan dalam pertandingan berikutnya.
Namun sekali lagi, Ong menegaskan aspek efektivitas serangan perlu menjadi evaluasi utama. Menurutnya, permainan terlalu tergesa-gesa justru membuat Persik kehilangan ketenangan ketika ada kesempatan emas di depan gawang.
“Walau unggul jumlah pemain, kami tidak bisa memaksimalkan kesempatan. Itu yang harus kami perbaiki,” katanya.
Pelatih berusia 54 tahun itu menyebut kini fokus tim adalah pemulihan fisik dan mental. Para pemain akan diberi waktu istirahat sebelum kembali berlatih pekan depan.
Ia berharap dua laga selanjutnya bisa menjadi titik kebangkitan Persik untuk memperbaiki posisi di klasemen. Ong optimistis situasi bisa berubah jika tim kembali menemukan sentuhan terbaik mereka.
“Meski hasil ini belum sesuai harapan, satu poin ini tetap penting. Jika kami bisa menang di dua laga berikutnya, saya yakin situasi di klasemen akan berubah,” ucapnya.
Selain Ong, pemain asing Persik Jose Enrique Rodriguez juga merasakan hal yang sama. Ia menyebut hasil imbang ini terasa pahit karena timnya sudah bekerja keras sepanjang pertandingan.
Pemain asal Spanyol itu melihat banyak peluang yang seharusnya bisa menghasilkan gol tambahan. Namun keberuntungan belum berpihak, sehingga upaya tersebut tidak memberikan hasil maksimal.
“Kami sudah berusaha maksimal, tapi inilah sepak bola. Kami akan terus bekerja keras sampai akhir,” kata Jose Enrique.
Ia memastikan skuad tetap kompak untuk memperbaiki performa dalam dua laga tersisa sebelum jeda. Seluruh pemain disebutnya memiliki tekad kuat untuk menutup paruh musim dengan hasil yang lebih baik.
Pertandingan melawan Persebaya Surabaya sebenarnya juga diwarnai dukungan besar dari suporter kedua tim. Atmosfer di Stadion Gelora Joko Samudro menjadi energi tersendiri bagi kedua kesebelasan yang tampil penuh tensi.
Namun tekanan dan intensitas laga justru membuat Persik kurang stabil di momen akhir. Situasi unggul jumlah pemain pun tidak otomatis mengubah cara tim mengeksekusi peluang.
Persik kini harus memaksimalkan waktu persiapan untuk memperbaiki detail permainan. Fokus besar beralih pada efisiensi, ketenangan, dan kejelian dalam memanfaatkan setiap peluang.
Ong berharap kekurangan di laga ini menjadi pelajaran berarti, bukan sekadar penyesalan. Ia ingin skuadnya belajar dan tampil lebih matang pada pertandingan berikutnya.
Harapan itu kini ditujukan kepada seluruh pemain agar konsisten menunjukkan karakter dan determinasi. Dua laga terakhir menjadi penentu arah perjalanan mereka di klasemen sementara.
Meski satu poin terasa kurang, Persik tetap belum kehilangan peluang memperbaiki posisi. Liga masih panjang, dan kesempatan meraih hasil lebih baik masih terbuka lebar.
Dengan tekad untuk bangkit, Persik bersiap menatap laga berikutnya dengan kesadaran penuh akan apa yang harus dibenahi. Dukungan publik Kediri tentu tetap menjadi dorongan besar untuk langkah mereka selanjutnya.