JawaPos.com — Momen langka terekam dalam unggahan Instagram resmi Persebaya Surabaya. Para pemain Green Force tampak bahagia saat menghabiskan waktu di sela-sela pemusatan latihan ke Australia, melihat langsung kanguru dan koala.
Kebersamaan itu terjadi usai skuad Eduardo Perez mengalahkan Football West All Star dengan skor 2-0 pada laga pramusim, Rabu (9/7/2025), di Stadion Sam Kerr Football Centre, Perth.
Kemenangan ini menjadi awalan manis dalam rangkaian tur pramusim Persebaya Surabaya di negeri Kangguru.
Tak hanya fokus pada latihan dan pertandingan, rombongan Persebaya Surabaya juga mendapat kesempatan menikmati keindahan Australia.
Pemerintah Western Australia mengajak Bruno Moreira dkk jalan-jalan ke Caversham Wildlife Park sehari setelah laga.
Para pemain pun antusias saat bisa menyentuh dan mengelus hewan khas Australia seperti kanguru hingga koala. Tak sedikit pemain yang mengabadikan momen tersebut sebagai kenang-kenangan.
Dalam caption unggahan, akun Persebaya Surabaya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak tuan rumah.
“Matur nuwun dulur-dulur di Western Australia. What a great hospitality, see you soon in Surabaya,” tulis akun resmi @officialpersebaya.
Respons positif pun datang dari Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya. Mereka menilai momen seperti ini sangat penting untuk memperkuat kekompakan tim sebelum terjun ke kompetisi Super League 2025/2026.
“Joss gw nambah keakraban suasana kondusif suasana kekeluargaan,” komentar salah satu akun Bonek di kolom komentar.
Pendapat serupa juga dilontarkan Bonek lain yang mengatakan, “Sopo pemain sing gak pingin nng Persebaya wkwkwkw.”
Kesan hangat dan kekeluargaan ini dianggap menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya menyambut era baru di bawah Eduardo Perez.
Para pemain tidak hanya mendapat fasilitas yang layak, tetapi juga atmosfer kebersamaan yang sulit didapatkan di klub lain.
“Bangga nemen aku Karo Persebaya .. dari segi finansial dll .. pemain berasa Ng club kyok Ng omah Dewe .. semoga tetap stabil dan meningkat untuk segala yang diinginkan,” kata Bonek lainnya.
Komentar tersebut menggambarkan betapa profesionalnya manajemen Persebaya Surabaya dalam mengurus tim.
Kegiatan santai di luar lapangan seperti ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan fisik dan mental pemain. “Refresh pikiran dan tenaga,” tulis salah satu Bonek menanggapi aktivitas tim kesayangannya.
Tak sedikit juga yang menyoroti chemistry antar pemain mulai terbentuk sejak awal pramusim ini. Hal ini tentu menjadi nilai plus bagi pelatih Eduardo Perez dalam membangun skuad kompetitif.
“Chemistry semakin terbentuk,” ungkap Bonek lainnya dengan bangga. Menurut mereka, kedekatan seperti ini tak hanya penting untuk suasana ruang ganti, tapi juga performa tim di lapangan.
Persebaya Surabaya sendiri masih menyisakan satu laga uji coba sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai.
Tim asal Kota Pahlawan itu akan menghadapi PSS Sleman dalam laga launching team di Stadion Gelora Bung Tomo pada 19 Juli 2025.
Laga tersebut diprediksi akan menjadi ajang pemanasan sekaligus unjuk kekuatan bagi Persebaya Surabaya di depan Bonek.
Ribuan pasang mata akan tertuju pada performa akhir pasukan hijau sebelum memulai Super League 2025/2026.
Kunjungan ke Australia dan seluruh rangkaian pramusim ini seolah menjadi bukti nyata keseriusan manajemen menyambut musim baru. Mulai dari fasilitas, jadwal uji coba, hingga kegiatan penyegaran mental semua dirancang demi prestasi.
Tak heran jika banyak Bonek merasa bangga melihat perubahan dan kemajuan tim. “Sopo pemain sing gak pingin nng Persebaya?” jadi pertanyaan retoris yang menggambarkan betapa nyamannya bermain di klub ini.
Bukan hanya karena tradisi besar atau nama besar klub, tapi juga karena budaya kekeluargaan yang melekat erat di tubuh tim. Persebaya Surabaya kini seperti rumah kedua bagi para pemain, bukan sekadar tempat bekerja.
Momen melihat kanguru dan koala di Australia pun jadi simbol bagaimana klub ini memperlakukan pemainnya lebih dari sekadar atlet. Mereka diperlakukan sebagai keluarga, dan itu menjadi kekuatan tersendiri bagi Green Force.
Dengan persiapan matang seperti ini, para suporter berharap Persebaya Surabaya bisa tampil konsisten dan kompetitif sepanjang musim. Era baru Eduardo Perez membawa harapan besar untuk kembali ke jalur juara.
Kini tinggal menanti bagaimana tim ini menjawab ekspektasi saat liga resmi dimulai. Semua mata tertuju pada Green Force, yang telah mempersiapkan segalanya dengan sangat serius, dari ruang ganti hingga luar negeri.