← Beranda
Andalan Aji Santoso di Persebaya Surabaya Meledak! Catur Pamungkas Siap Jadi Bintang Baru Era Eduardo Perez
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 5 Juli 2025 | 23.08 WIB
Didikan Aji Santoso siap meledak di era Eduardo Perez. (Dok. Media Persebaya)

JawaPos.com — Potensi lokal kembali bersinar di Persebaya Surabaya lewat sosok Arief Catur Pamungkas. Bek kanan asli Mojokerto ini digadang-gadang bakal meledak di era baru di bawah kendali pelatih Eduardo Perez.

Catur adalah produk murni pembinaan internal Green Force yang sukses menembus tim utama.

Perjalanannya dari akademi hingga menjadi starter reguler menjadi bukti keberhasilan sistem pembinaan pemain muda Persebaya Surabaya.

Lahir pada 25 Juli 1999, pemain yang akrab disapa Catur ini tumbuh besar bersama atmosfer sepak bola Jawa Timur. Dengan tinggi sekitar 169 cm dan berat 58 kg, ia menjelma jadi bek kanan yang sulit digeser dari skuad utama.

Perjalanan Catur dimulai dari kompetisi internal Persebaya Surabaya yang dikenal ketat dan sarat persaingan. Di ajang itulah ia menunjukkan konsistensi permainan, kedewasaan taktik, dan kerja keras yang luar biasa.

Ia mencuri perhatian saat membawa tim U-20 Persebaya Surabaya menjuarai Elite Pro Academy 2019.

Setelah sempat menimba pengalaman di Persikab Bandung pada Liga 3 musim 2021, Catur kembali ke Surabaya dengan mental dan teknik lebih matang.

Musim 2022 menjadi titik balik saat ia resmi menjalani debut bersama Persebaya Surabaya melawan Persikabo 1973. Sejak itu, ia tampil reguler hingga mengoleksi 74 penampilan di Liga 1 hingga Mei 2025.

Perannya sebagai full-back kanan sangat vital dalam taktik modern Persebaya Surabaya. Tak hanya kuat bertahan, ia juga agresif membantu serangan lewat overlap, crossing, dan distribusi bola yang akurat.

Aksi gemilangnya melawan Borneo FC pada September 2023 menjadi bukti sahih kualitasnya. Ia terpilih sebagai Man of the Match setelah menyumbang dua assist untuk gol Bruno Moreira dan Ze Valente.

Tak berhenti di situ, ia juga tampil solid kala menghadapi Persib Bandung dengan mematikan pergerakan sayap lawan. Banyak pengamat menyebutnya layak disejajarkan dengan bek kanan top di Liga 1.

Gaya bermainnya yang lugas, penuh determinasi, dan pintar membaca permainan menjadikan Catur aset masa depan Green Force. Disiplin serta adaptasi cepat membuatnya selalu jadi pilihan utama di posisi bek kanan.

Mantan pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, bahkan sempat menyebut Catur punya potensi luar biasa. Ia dikenal sebagai pemain yang rajin belajar dan cepat menyerap instruksi taktikal dari pelatih.

"Catur pekerja keras, punya kemauan besar, dan bisa diandalkan. Saya beri arahan khusus agar dia berkembang terus dan menjadi tumpuan tim di masa depan," kata Aji saat memimpin latihan pada musim 2022.

Catur pun membayar kepercayaan itu dengan performa konsisten dan kontribusi nyata di lapangan. Ia tampil apik baik saat dimainkan sebagai starter maupun saat masuk dari bangku cadangan.

Namun, perjalanannya tak selalu mulus. Ia sempat mengalami cedera bahu cukup serius saat melawan Malut United pada Agustus 2024 dan harus naik meja operasi.

Catur absen sekitar enam pekan untuk pemulihan, namun tekadnya kembali ke lapangan begitu besar. Ia menjalani latihan dua kali sehari dan program pemulihan fisik intensif demi kembali ke kondisi terbaik.

Hasilnya, ia kembali ke skuad utama Persebaya Surabaya dengan kondisi fisik 100 persen. Pelatih anyar Eduardo Perez pun menyambut kembalinya Catur dengan penuh harapan dan memberi kepercayaan di posisi bek kanan.

Eduardo dikenal sebagai pelatih yang gemar mengembangkan pemain muda lokal. Gaya bermain Persebaya Surabaya yang kini lebih ofensif memberi ruang bagi bek seperti Catur untuk lebih eksploratif.

Kontrak jangka panjang yang ia tandatangani dengan Persebaya Surabaya menunjukkan komitmen klub terhadap pengembangan sang andalan Aji Santoso.

Ia pun menjadi bagian penting dari rencana jangka panjang manajemen membangun ulang kekuatan tim.

Dari data statistik hingga Mei 2025, Catur sudah tampil dalam 87 pertandingan resmi bersama Persebaya Surabaya di semua ajang. Ia juga mencatatkan 1 gol dan 6 assist—sebuah pencapaian luar biasa untuk pemain bertahan.

Peluang Catur untuk bersinar makin besar di era Eduardo Perez yang tengah melakukan regenerasi skuad. Dukungan dari pelatih dan atmosfer positif di ruang ganti menjadi modal tambahan bagi sang pemain muda.

Dengan usianya yang masih berada di masa emas dan semangat besar untuk berkembang, Catur berpotensi menjadi salah satu pemain kunci Green Force musim ini.

Ia menjadi simbol keberhasilan pemain lokal yang ditempa di Surabaya dan kini siap meledak di panggung nasional.

Para Bonek tentu berharap Catur bisa tampil stabil dan membawa Persebaya Surabaya kembali ke papan atas Liga 1. Di tengah gempuran pemain asing dan naturalisasi, hadirnya pemain lokal seperti Catur adalah kebanggaan tersendiri.

Catur Pamungkas adalah contoh nyata proses tak pernah mengkhianati hasil. Kini, ia siap menunjukkan pada Indonesia didikan lokal Green Force juga bisa bersinar terang di panggung tertinggi.

EDITOR: Hendra