JawaPos.com — Legenda hidup Persebaya Surabaya, Aji Santoso, resmi memulai perjalanan barunya sebagai pelatih kepala Persela Lamongan. Latihan perdana tim Laskar Joko Tingkir digelar Selasa (1/7/2025) di Stadion Surajaya, Lamongan, sebagai langkah awal menuju Liga 2 Indonesia 2025/2026.
Aji, yang juga mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia, memimpin langsung sesi latihan yang diawali dengan perkenalan pemain.
Kegiatan pembuka ini berlangsung hangat dan penuh semangat dari seluruh elemen tim.
Sebagai bentuk rasa syukur, latihan perdana ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng secara simbolis. Tradisi ini menjadi harapan awal agar musim depan berjalan penuh keberkahan dan keberhasilan.
Tumpeng tersebut dipotong langsung oleh Asisten Manajer Persela, Rahadian Delfani, di hadapan seluruh pemain dan ofisial tim.
Ia menyebut, prosesi ini bukan sekadar simbolik, tapi juga bentuk ikhtiar spiritual menyerahkan hasil dan perjuangan kepada Allah SWT.
“Apapun upaya kita, tentunya butuh ridho dari pada yang maha kuasa, semoga ini akan membawa berkah bagi kita,” ujar Rahadian dikutip dari Radar Lamongan.
Ia menyampaikan pesan penuh optimisme di tengah upaya Persela membangun kekuatan baru.
Manajemen dan tim pelatih sepakat mengusung semangat maksimal demi satu tujuan besar: kembali ke Liga 1 Indonesia. Rahadian menegaskan seluruh komponen tim bersatu dalam misi mulia tersebut.
“Misi kita tetap maksimal dan optimal, Insya Allah kita yakin, bersama akan kembali ke Liga 1,” lanjut kakak kandung eks pemain Persela, Fariz Julinar Maurisal, itu.
Keyakinan tersebut menjadi motivasi utama dalam setiap langkah awal tim.
Progres pembentukan skuad disebut sudah sangat positif dan hampir rampung. Saat ini, sekitar 90 persen pemain telah resmi bergabung dan mengikuti latihan perdana.
Menurut Rahadian, tinggal beberapa nama tambahan yang akan menyusul bergabung dalam waktu dekat. Ia memastikan rekrutan baru akan memperkuat komposisi tim dan memberikan warna berbeda untuk Persela musim ini.
“Sampai saat ini sudah hampir 90 persen pemain kita rekrut. Ada beberapa pemain lagi yang tinggal datang menyusul,” jelasnya.
Aji Santoso sendiri tak hanya membawa pengalaman, tapi juga aura positif bagi tim kebanggaan Lamongan tersebut.
Sosoknya yang kharismatik dipercaya mampu membangkitkan semangat juang Persela yang musim lalu gagal memenuhi target.
Nama Aji masih sangat dihormati di kancah sepak bola nasional, terutama sebagai legenda Persebaya Surabaya dan eks pelatih Timnas Indonesia.
Kini, ia memulai tantangan baru bersama Persela dengan tekad membangun pondasi kuat sejak hari pertama.
Dalam sesi latihan perdananya, Aji tampak aktif memberi arahan langsung kepada para pemain. Ia juga terlihat berbincang intens dengan staf pelatih dan manajemen untuk menyelaraskan visi dan misi tim.
Latihan berlangsung sekitar dua jam dan berjalan tertib serta penuh semangat. Sorak semangat dari para pemain menyiratkan atmosfer baru dalam ruang latihan Persela musim ini.
Namun, di balik semangat tersebut, Persela masih menghadapi ujian berat berupa sanksi larangan kehadiran suporter selama satu musim penuh.
Manajemen klub menyayangkan keputusan itu dan berharap ada keringanan dari Komite Disiplin PSSI.
“Tentunya kita akan berjuang, paling tidak nanti pada paruh musim,” harap Rahadian. Ia menyadari betul dukungan suporter adalah bagian penting dari kekuatan tim.
Persela berharap PSSI bisa melihat iktikad baik klub dalam membenahi berbagai aspek, termasuk manajemen pertandingan dan edukasi suporter.
Manajemen pun siap melakukan pendekatan hukum dan lobi agar hukuman tersebut bisa dipertimbangkan ulang.
Di sisi lain, persiapan matang yang dilakukan sejak awal Juli ini menjadi sinyal kuat Persela tak ingin mengulang kegagalan musim lalu. Komitmen dan fokus penuh menjadi modal utama dalam menatap ketatnya persaingan Liga 2.
Kehadiran Aji Santoso juga memberikan efek psikologis positif bagi para pemain muda yang ingin berkembang. Ia dikenal sebagai pelatih yang piawai membentuk talenta muda menjadi pemain tangguh dan berkarakter.
Langkah awal ini menjadi titik penting yang menumbuhkan optimisme di tubuh tim dan para pendukungnya. Meskipun stadion bakal tanpa penonton sementara waktu, semangat Laskar Joko Tingkir tetap menyala.
Dengan pelatih sekelas Aji Santoso di balik kemudi, publik Lamongan berharap musim ini menjadi titik balik Persela kembali berjaya.
Target promosi ke Liga 1 bukan sekadar angan, melainkan tekad yang diperjuangkan secara nyata sejak latihan perdana.
Misi besar sudah dimulai, dan Persela kini telah bergerak lebih awal untuk menciptakan harmoni tim sejak awal musim.
Harapan, kerja keras, dan doa menyatu dalam langkah awal ini demi satu tujuan: bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.