← Beranda
Profil Syahrul Trisna, Kiper Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong yang Dikabarkan Diincar Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 14 Juni 2025 | 01.05 WIB
Syahrul Trisna dikabarkan diminati Persebaya Surabaya. (Instagram @syahrulfadil26)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali membuat gebrakan di bursa transfer jelang Liga 1 musim depan.

Kali ini, rumor panas menyebutkan Green Force sedang membidik salah satu kiper andalan Timnas Indonesia era Shin Tae-yong, Syahrul Trisna.

Nama Syahrul Trisna memang bukan nama asing di kalangan pencinta sepak bola nasional. Kiper berusia 28 tahun ini menjadi salah satu langganan pemanggilan Timnas Indonesia sejak ditangani Shin Tae-yong.

Penampilan konsisten dan tenang di bawah mistar membuatnya menjadi opsi utama selain Nadeo Argawinata dan Ernando Ari. 

Kini, kabarnya Persebaya Surabaya sedang menyusun langkah untuk memboyongnya ke Stadion Gelora Bung Tomo.

Ketertarikan Persebaya Surabaya terhadap Syahrul Trisna pertama kali mencuat dari akun Instagram @transferligina pada Kamis, 12 Juni 2025. 

Dalam unggahannya, disebutkan Persebaya Surabaya ingin menambah persaingan sehat di sektor penjaga gawang musim depan.

"Persebaya Surabaya dikabarkan ingin mendatangkan kiper baru untuk menambah persaingan di sektor penjaga gawang musim depan. Satu nama yang muncul adalah Syahrul Trisna eks penjaga gawang PSIS Semarang,” tulis @transferligina, Kamis (12/6).

“Diketahui, Pemain 29 tahun tersebut sebelumnya bermain untuk tim PSS Sleman, Persikabo, PS Tira dan PSIS Semarang. Ia beberapa kali mendapat panggilan Timnas Indonesia. Ia terakhir kali berseragam Garuda di ajang Kualifikasi Piala Dunia saat Timnas Indonesia menghadapi Vietnam pada bulan Maret lalu,” lanjut @transferligina.

Syahrul Trisna sendiri baru saja dilepas oleh PSIS Semarang setelah bergabung pada pertengahan tahun 2024 lalu. Meski hanya mencatatkan 15 penampilan bersama PSIS, kualitasnya masih diakui oleh banyak pengamat sepak bola.

Kiper kelahiran Sleman, 26 November 1995 itu, memang sudah melanglang buana di beberapa klub Liga 1. Sebelum berseragam PSIS, ia sempat memperkuat PSS Sleman, Persikabo 1973, dan PS Tira.

Di Persikabo 1973, performanya cukup mencolok dengan tampil dalam 78 pertandingan. Ia mencatatkan 16 cleansheet dan menorehkan 6.954 menit bermain selama berseragam klub asal Bogor tersebut.

Sementara di PSIS Semarang, ia bermain dalam 15 laga dengan total 1.325 menit bermain. Ia juga sempat diganjar satu kartu merah dan tiga kali mencatatkan nirbobol.

Di level internasional, Syahrul mengoleksi tujuh caps bersama Timnas Indonesia. Terakhir, ia tampil saat Timnas Indonesia menghadapi Vietnam pada ajang Kualifikasi Piala Dunia Maret lalu.

Nama Syahrul Trisna juga identik dengan skuad Garuda sejak era Shin Tae-yong dimulai. Ia kerap dipercaya oleh pelatih asal Korea Selatan itu sebagai pelapis utama di bawah mistar.

Dengan status bebas transfer usai dilepas PSIS, kans Persebaya Surabaya untuk mengamankan jasanya terbuka lebar.

Meski begitu, persaingan dengan dua kiper utama Persebaya Surabaya, Ernando Ari dan Andhika Ramadhani, jelas akan jadi pertimbangan penting.

Ernando sendiri masih menjadi pilihan di Timnas Indonesia, kini di bawah arahan pelatih anyar Patrick Kluivert. Hal ini bisa saja membuka peluang bagi Syahrul untuk merebut posisi utama jika Ernando sering dipanggil ke tim nasional.

Namun, Syahrul pasti ingin mendapat jaminan menit bermain yang cukup di klub barunya. Jika tidak, ia tentu berpikir dua kali sebelum menerima tawaran dari klub sekelas Persebaya Surabaya.

Bonek, sebutan suporter Persebaya Surabaya, kini menunggu bagaimana manajemen klub menuntaskan rumor ini. Apalagi sebelumnya, Persebaya Surabaya gagal mendatangkan Haykal Alhafiz yang justru memilih merapat ke Persita Tangerang.

Menambah kedalaman di posisi penjaga gawang memang jadi fokus penting Persebaya Surabaya di bursa transfer kali ini. Mengingat Liga 1 musim depan akan berjalan lebih ketat dengan jadwal padat dan level persaingan tinggi.

Syahrul juga dinilai memiliki pengalaman dan mentalitas kuat sebagai pemain yang sudah merasakan atmosfer Timnas. Hal ini menjadi nilai tambah bagi Persebaya Surabaya jika mampu mengamankan jasanya.

Fisik ideal dengan tinggi 1,80 meter dan reaksi cepat menjadi senjata utama Syahrul di bawah mistar. Ditambah lagi, ia memiliki kaki dominan kanan yang memudahkan saat distribusi bola ke lini belakang.

Saat ini, agen yang menaungi Syahrul adalah Don Badres, yang dikenal aktif mengorbitkan pemain ke klub-klub besar Liga 1. Jika negosiasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin pengumuman resmi bisa dirilis dalam waktu dekat.

Manajemen Persebaya Surabaya sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor ini. Namun, aroma transfer Syahrul ke Persebaya Surabaya sudah mulai menguat sejak beberapa hari terakhir.

Jika terealisasi, kehadiran Syahrul akan memberikan tekanan positif kepada dua kiper utama Persebaya Surabaya. Persaingan internal ini bisa meningkatkan performa penjaga gawang Green Force di sepanjang musim kompetisi.

Syahrul Trisna juga bisa menjadi aset penting Persebaya Surabaya jika kembali dipanggil ke Timnas. Klub akan mendapat citra positif karena memiliki pemain dengan level internasional dalam skuad mereka.

Kini, semua mata tertuju pada langkah konkret yang akan diambil Persebaya Surabaya dalam beberapa hari ke depan.

Apakah Syahrul Trisna akan benar-benar mendarat di Surabaya dan mengenakan jersey hijau khas Green Force?

Dengan pengalaman dan statusnya sebagai eks andalan Shin Tae-yong, Syahrul bisa jadi pembelian krusial bagi Persebaya Surabaya. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kisah transfer ini dalam waktu dekat.

EDITOR: Bayu Putra