← Beranda

Gak Cuma JIS, Markas Persebaya Surabaya Ini Juga Masuk Daftar Stadion Paling Ikonik di Liga 1!

Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 30 April 2025 | 18.33 WIB
Stadion Gelora Bung Tomo selalu menyimpan cerita unik untuk Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Kalau bicara soal atmosfer pertandingan, stadion punya peran penting yang bisa bikin bulu kuduk berdiri. Di Liga 1 Indonesia, ada sejumlah stadion yang tak hanya megah tapi juga sarat cerita dan penuh magis.

Jakarta International Stadium (JIS) jadi salah satu simbol kebanggaan baru di tanah air. Stadion ini bukan cuma megah secara arsitektur, tapi juga jadi rumah megah bagi Persija Jakarta dengan kapasitas mencapai 82.000 penonton.

Dengan atap buka-tutup otomatis pertama di Indonesia, JIS langsung mencuri perhatian publik sejak pertama kali dibuka.

Tidak hanya di Jakarta, stadion ini juga sering jadi sorotan di berbagai event besar, termasuk pertandingan internasional.

Kemegahan JIS memang membuatnya layak disebut ikon baru sepak bola nasional. Namun, bukan berarti stadion-stadion lain kehilangan pesonanya, karena beberapa justru lebih dulu punya sejarah dan fanatisme luar biasa.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah salah satu saksi bisu perjalanan panjang sepak bola Indonesia.

Dibangun sejak 1962, stadion ini punya kapasitas sekitar 76.000 penonton dan menjadi lokasi berbagai laga monumental.

SUGBK sering digunakan dalam laga-laga besar yang membutuhkan daya tampung ekstra, bahkan menjadi markas sementara bagi beberapa klub.

Aura historisnya yang kental membuat stadion ini layak disebut sebagai katedral sepak bola Indonesia.

Meski Jakarta punya dua stadion besar, jangan lupakan Jawa Timur yang juga punya ikon sepak bola yang tak kalah legendaris.

Ya, Gelora Bung Tomo (GBT) yang menjadi markas besar Persebaya Surabaya juga kerap masuk dalam daftar stadion paling ikonik di Indonesia.

Dengan kapasitas sekitar 46 ribu, GBT selalu penuh sesak oleh pendukung fanatik Persebaya Surabaya, Green Force. Tiap kali tim kebanggaan Surabaya ini berlaga, stadion seolah berubah menjadi lautan hijau yang bergemuruh.

Atmosfer GBT bahkan disebut-sebut salah satu yang paling berisik dan intens di tanah air. Tak heran jika banyak pemain lawan merasa tertekan ketika bermain di stadion yang terletak di Benowo itu.

Selain Liga 1, GBT juga kerap dipilih sebagai venue pertandingan internasional dan turnamen resmi lainnya.

Renovasi demi renovasi yang dilakukan membuat stadion ini terus berbenah dan siap bersaing dengan stadion-stadion modern lainnya.

Kadang, GBT memang tak selalu muncul dalam urutan teratas stadion termegah di Indonesia.

Tapi soal atmosfer, fanatisme, dan identitas klub, markas Persebaya Surabaya ini punya tempat istimewa di hati pecinta sepak bola tanah air.

Menariknya, bukan hanya stadion besar yang bisa disebut ikonik, stadion kecil pun bisa punya aura luar biasa. Salah satunya adalah Stadion Manahan di Solo yang dikenal modern dan sering digunakan untuk ajang resmi.

Dengan kapasitas hanya 20 ribu penonton, stadion ini menjadi markas bagi Persis Solo. Meski tidak besar, kualitas fasilitas dan atmosfer pertandingan di sana membuat Manahan selalu jadi sorotan.

Manahan juga menjadi stadion pilihan dalam beberapa laga internasional dan turnamen elite. Gaya arsitektur modernnya menjadikan stadion ini tampil elegan meski berukuran sedang.

Tak kalah unik adalah Stadion Maguwoharjo di Sleman, Yogyakarta. Stadion yang jadi rumah bagi PSS Sleman ini dikenal punya atmosfer panas dan dukungan suporter yang luar biasa militan.

Kapasitasnya juga sekitar 20 ribu penonton, tapi tiap laga kandang bisa terasa seperti final karena sorak sorai Super Elja yang luar biasa fanatik. Kreativitas dan semangat mereka membuat stadion ini punya identitas kuat yang sulit ditiru.

Meski bukan stadion terbesar, Maguwoharjo dikenal sebagai salah satu stadion paling hidup di Indonesia. Inilah bukti keiknikan stadion bukan hanya soal ukuran, tapi juga soal energi dan cerita di dalamnya.

Kembali lagi ke Gelora Bung Tomo, stadion ini kadang muncul dalam daftar stadion paling ikonik karena karakteristik yang kuat sebagai kandang klub penuh sejarah.

Persebaya Surabaya bukan hanya tim legendaris, tapi juga punya basis suporter yang paling militan di negeri ini.

Bonek, sebutan suporter Persebaya Surabaya, selalu hadir dan memberi warna dalam setiap pertandingan. Mereka bukan sekadar penonton, tapi bagian dari denyut nadi klub yang membuat GBT terasa hidup dan penuh gairah.

Stadion ini bukan cuma tempat bertanding, tapi juga simbol identitas Surabaya sebagai kota sepak bola. Ketika GBT penuh, itu bukan hanya pertandingan biasa, tapi pesta rakyat yang menggambarkan cinta pada tim dan kota.

Dengan perpaduan sejarah, atmosfer, dan semangat, tak heran jika Gelora Bung Tomo kadang disebut sebagai salah satu stadion paling ikonik di Liga 1 Indonesia.

Meskipun tak selalu tampil sebagai yang paling megah, GBT adalah benteng semangat yang tak pernah padam.

Jadi, kamu tim stadion modern seperti JIS atau stadion penuh sejarah dan fanatisme seperti GBT? Apapun pilihannya, stadion-stadion ini membuktikan sepak bola Indonesia punya panggung yang layak dibanggakan.

EDITOR: Banu Adikara