JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali berlatih usai libur Lebaran dengan semangat baru. Skuad Green Force langsung bersiap menghadapi laga krusial kontra Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 12 April 2025.
Dalam sesi latihan perdana yang digelar Rabu (3/4/2025), sejumlah pemain inti sudah terlihat ikut bergabung. Ernando Ari, Malik Risaldi, hingga Dime Dimov menjadi nama-nama yang langsung tancap gas melahap menu latihan.
Satu hari berselang, kabar kembalinya sang kiper utama Ernando Ari dari tugas bersama Timnas menjadi sorotan. Melalui akun Instagram resmi @officialpersebaya, manajemen memastikan sang penjaga gawang ikut latihan bertema defending pada Kamis (4/4/2025).
"Ernando Ari sudah kembali gabung dalam latihan Persebaya hari ini (4/4/2025) dari tugas negara. Bersama Dime Dimov, Malik Risaldi, serta pemain lain, Nando melahap menu defend hari ini," tulis akun resmi Persebaya Surabaya.
Dalam sesi itu, Ernando melahap latihan bersama Dimov, Malik, dan beberapa nama lainnya.
Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Paul Munster, tidak ingin membuang waktu dalam mempersiapkan timnya. Ia langsung memfokuskan latihan kepada taktik, terutama menghadapi tekanan besar dari laga tandang kontra Macan Kemayoran.
Menurut Munster, seluruh pemain sudah menjalani program latihan individu selama masa libur Idulfitri. Program itu dirancang agar kebugaran dan fokus pemain tetap terjaga, meskipun jeda latihan cukup panjang.
"Ya, kami sudah menonton video tentang tim kami sendiri, juga tentang Persija Jakarta," ujar Munster. Pelatih asal Irlandia Utara itu mengisyaratkan ada beberapa detail strategi yang tidak bisa dibuka ke publik.
Munster menegaskan fokus utama saat ini adalah menyegarkan ingatan pemain tentang skema permainan yang telah mereka latih sebelumnya. Ia tidak ingin performa yang sudah terbangun terganggu oleh libur panjang.
“Ada beberapa detail yang tentu saja saya tidak bisa katakan,” lanjut Munster. Ia hanya memberi petunjuk Persebaya Surabaya sedang mengasah kembali skema permainan yang telah dirancang sejak lama.
Menjelang duel panas kontra Persija, Munster juga mengonfirmasi ada pemain yang harus absen karena akumulasi kartu. Namun, hal itu tidak mengganggunya karena ia sudah menyiapkan pengganti sepadan.
"Ini akan jadi kesempatan untuk melihat aksi beberapa pemain lain di posisi yang sama," ucapnya. Munster bahkan menyebut momen ini ideal untuk menjalankan rencana alternatif.
Ia menekankan pentingnya fleksibilitas taktik di setiap laga. Oleh karena itu, ia telah menyiapkan rencana B dan bahkan rencana C sebagai bentuk antisipasi.
“Ada juga beberapa pemain yang akan absen karena akumulasi kartu. Jadi, ini akan jadi kesempatan untuk melihat aksi beberapa pemain lain di posisi yang sama,” ujar Munster.
“Dalam pertandingan, segalanya bisa terjadi, termasuk perubahan taktik,” katanya. “Tapi yang paling penting, pemain paham soal apa yang akan kami lakukan dan tidak ada masalah besar.”
Artinya, Persebaya Surabaya akan tampil penuh percaya diri meskipun bermain di kandang lawan. Strategi rahasia pun disiapkan untuk mengejutkan Persija yang tampil inkonsisten musim ini.
Persebaya Surabaya menyisakan tujuh pertandingan penting hingga akhir musim Liga 1 Indonesia 2024/2025. Tiga laga akan dimainkan di kandang, sementara empat sisanya menjadi partai tandang.
Tiga laga kandang yang tersisa adalah kontra Madura United (20 April), Semen Padang (11 Mei), dan Bali United (24 Mei). Sedangkan empat laga tandang termasuk duel panas kontra Persija, Arema FC (28 April), Persik (5 Mei), dan Borneo FC (18 Mei).
Situasi ini membuat setiap poin menjadi sangat berharga bagi Green Force. Terlebih, posisi mereka di klasemen masih sangat mungkin menembus zona atas jika mampu menyapu bersih sisa laga.
Paul Munster pun layak mendapatkan pujian atas peningkatan performa Persebaya Surabaya musim ini. Di tangannya, Persebaya Surabaya tampil jauh lebih solid dan konsisten dibanding awal musim.
Dari 27 pertandingan yang sudah dijalani, Persebaya Surabaya mengoleksi 14 kemenangan, 6 hasil imbang, dan hanya 7 kali kalah. Total gol yang dicetak adalah 32, dengan jumlah kebobolan 28.
Produktivitas lini depan memang belum eksplosif, tapi efektivitas serangan patut diapresiasi. Dengan 332 tembakan yang dilepaskan, 141 di antaranya tepat sasaran, menghasilkan rasio akurasi 43 persen.
Kontribusi dari bola mati juga cukup signifikan, yakni 5 gol dari penalti dan 1 dari tendangan bebas. Sementara itu, 13 gol lahir dari umpan langsung dan sisanya dari kreasi individu maupun build-up.
Performa lini tengah pun terbilang rapi. Persebaya Surabaya mencatat 8.972 total umpan, dengan 7.113 di antaranya sukses tersampaikan, menghasilkan akurasi 80 persen.
Dari sisi kreativitas, tercatat 501 umpan silang, 208 umpan terobosan, dan 325 umpan kepala. Fakta ini menunjukkan variasi serangan yang dimiliki Persebaya Surabaya sangat beragam.
Pertahanan pun menjadi fondasi kuat Persebaya Surabaya di bawah Munster. Total 95 penyelamatan telah dilakukan kiper, meski belum ada penyelamatan penalti sejauh ini.
Catatan nirbobol atau clean sheet mencapai 9 kali. Lini belakang juga tampil sigap dengan 962 tekel (537 sukses), 565 intersep, 385 sapuan, dan 71 blok tembakan.
Meski begitu, agresivitas mereka tak luput dari risiko pelanggaran. Persebaya Surabaya tercatat melakukan 320 pelanggaran dan mendapat 58 kartu kuning, serta 4 kartu merah.
Namun, hal tersebut dianggap sebagai bagian dari dinamika permainan. Munster menilai selama pemain tetap disiplin, agresivitas itu justru menjadi kekuatan.
Saat menghadapi Persija nanti, Munster juga berharap dukungan dari para Bonek dan Bonita. Meski bermain tandang, kehadiran suporter selalu menjadi penyemangat utama tim.
Persebaya Surabaya memang dikenal tangguh di laga tandang musim ini. Mereka hanya kebobolan dua gol dalam tujuh laga away terakhir, semuanya terjadi di laga kandang lawan.
Duet bek tangguh seperti Slavko Damjanovic dan Dime Dimov menjadi tembok kokoh. Keduanya kerap menyulitkan penyerang lawan dan memiliki kerja sama yang padu.
Sementara di lini tengah, Mohammed Rashid jadi motor permainan. Kombinasi keduanya sangat vital dalam mengatur tempo dan transisi serangan.
Di lini depan, Bruno Moreira dan Malik Risaldi menjadi tumpuan utama. Bruno dikenal sebagai raja gocek, sedangkan Malik punya kecepatan dan kemampuan eksekusi yang mematikan.
Kembalinya Malik setelah cedera menjadi tambahan kekuatan besar. Apalagi, ia sempat absen cukup lama dan tentu ingin memberikan kontribusi maksimal.
Sementara itu, Ernando Ari akan menjadi benteng terakhir di bawah mistar. Pengalamannya bersama Timnas Indonesia membuatnya lebih tenang dan tangguh.
Dengan semua kekuatan itu, Munster yakin timnya bisa mencuri poin penuh di JIS. Ia pun meyakinkan seluruh pemain untuk tetap disiplin dan percaya pada rencana permainan.
Rencana A sudah disiapkan, rencana B pun sudah dipahami, dan rencana C selalu jadi cadangan darurat. Semua itu menjadi bukti betapa seriusnya Munster menatap laga kontra Persija.
“Yang terpenting adalah semua pemain mengerti rencana kami,” tegas Munster. Ia memastikan tidak ada masalah besar dalam persiapan meskipun ada pemain absen.
Dengan komposisi pemain yang solid, dukungan suporter fanatik, serta rencana taktik matang, Persebaya Surabaya siap membuat kejutan. Laga kontra Persija bisa jadi titik balik menuju posisi terbaik di klasemen.
Paul Munster tak hanya mempersiapkan pertandingan, tapi juga membentuk mental juara dalam timnya. Kemenangan di JIS bisa menjadi bukti Persebaya Surabaya telah benar-benar bangkit.
Semua mata akan tertuju ke Jakarta International Stadium pada 12 April nanti. Akankah Rencana B dan C dari Paul Munster menjadi mimpi buruk bagi Persija? Layak untuk dinantikan.