← Beranda
Bongkar Fakta! Persebaya Surabaya Masuk Daftar Tim Paling Egois dalam Urusan Cetak Gol di Liga 1 Indonesia 2024/2025
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 15 Maret 2025 | 22.11 WIB
Francisco Rivera (kiri) saat berduel dengan pemain PSIS Semarang. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali gagal meraih kemenangan di pekan ke-27 Liga 1 Indonesia 2024/2025 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSIS Semarang. Gol dramatis Septian David Maulana di menit 90+4 memupus harapan Green Force untuk meraih tiga poin penuh di kandang sendiri.

Hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya harus puas tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 48 poin dari 27 laga yang sudah dimainkan. Padahal, kemenangan di laga ini seharusnya bisa membuat mereka naik ke posisi kedua menggeser Dewa United.

Tak hanya gagal meraih kemenangan, Persebaya Surabaya juga mencatatkan statistik yang mencengangkan dalam urusan mencetak gol. Mereka masuk dalam daftar lima besar tim paling egois di Liga 1 musim ini karena minimnya jumlah assist dalam proses mencetak gol.

Berdasarkan data terbaru, Persebaya Surabaya hanya mencatatkan 16 assist dari total 32 gol yang mereka ciptakan sepanjang musim ini. Itu berarti hampir setengah dari gol yang dicetak Green Force lahir dari aksi individu pemain atau skema bola mati.

GRAFIS ASSIST TIM LIGA 1

GRAFIS: Jumlah assist tim Liga 1 Indonesia 2024/2025 musim ini.
GRAFIS: Jumlah assist tim Liga 1 Indonesia 2024/2025 musim ini.

Jika dirata-ratakan, Persebaya Surabaya hanya mencatatkan 0,59 assist per pertandingan dalam 27 laga yang telah dimainkan. Angka ini menjadi yang terendah di antara 17 tim lainnya yang berlaga di Liga 1 Indonesia musim ini.

Sebagai perbandingan, Dewa United yang memimpin daftar tim dengan jumlah assist terbanyak, mencatatkan 46 assist dalam 27 laga. Rata-rata assist mereka mencapai 1,7 per pertandingan, hampir tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan Persebaya Surabaya.

Persib Bandung yang berada di peringkat kedua dalam daftar ini juga memiliki angka yang jauh lebih baik. Klub kebanggaan Bobotoh tersebut sudah mencatatkan 37 assist dengan rata-rata 1,37 assist per pertandingan.

Bahkan Arema FC yang saat ini tengah berjuang di papan tengah klasemen pun memiliki catatan yang lebih baik dari Persebaya Surabaya. Tim Singo Edan mencatatkan 31 assist dalam 27 laga dengan rata-rata 1,15 assist per pertandingan.

Persija Jakarta yang juga masih bersaing di papan atas turut menunjukkan statistik yang lebih positif. Macan Kemayoran mencatatkan 30 assist dari 26 laga dengan rata-rata 1,15 assist per pertandingan.

Sementara itu, Bali United yang berada di posisi kelima dalam daftar ini memiliki catatan 29 assist dalam 27 pertandingan. Rata-rata assist per pertandingan mereka masih di atas 1, yakni 1,07.

Persebaya Surabaya sendiri harus menerima kenyataan mereka hanya unggul sedikit dibanding PSIS Semarang dalam hal jumlah assist. PSIS yang berada di dasar daftar ini hanya mampu mencatatkan 14 assist dalam 26 pertandingan dengan rata-rata 0,54 assist per laga.

Minimnya assist yang diciptakan Persebaya Surabaya tentu menjadi alarm bahaya bagi pelatih Paul Munster. Jika tidak segera melakukan pembenahan, hal ini bisa menjadi penghambat bagi tim dalam persaingan menuju papan atas klasemen.

Paul Munster dikenal sebagai pelatih yang menerapkan skema permainan menyerang berbasis penguasaan bola. Namun, fakta di lapangan menunjukkan timnya masih terlalu bergantung pada aksi individu pemain dalam mencetak gol.

Salah satu alasan rendahnya jumlah assist Persebaya Surabaya adalah minimnya kreativitas di lini tengah. Para gelandang yang seharusnya menjadi kreator serangan tampaknya belum mampu memberikan suplai bola yang matang bagi lini depan.

Francisco Rivera yang diharapkan menjadi motor serangan telah menunjukkan performa terbaiknya musim ini dengan mengoleksi 5 assist. Gelandang asal Meksiko itu masih kesulitan memberikan umpan-umpan kunci yang berujung pada gol.

Di sisi lain, Mohammed Rashid yang tampil solid dalam aspek bertahan juga belum mampu menjadi distributor bola yang efektif. Gelandang asal Palestina itu lebih banyak terlibat dalam duel perebutan bola daripada menciptakan peluang.

Minimnya kontribusi dari lini tengah membuat para penyerang Persebaya Surabaya harus bekerja ekstra untuk menciptakan peluang sendiri. Hal ini terlihat dari banyaknya gol yang lahir dari aksi individu ataupun skema bola mati.

Bruno Moreira yang dikenal sebagai 'raja gocek' sering kali harus melakukan dribel panjang sebelum melepaskan tembakan ke gawang lawan juga telah mengoleksi 3 assist untuk Persebaya Surabaya.

Paul Munster harus segera mencari solusi agar timnya lebih efektif dalam menciptakan peluang. Jika tidak, Persebaya Surabaya akan semakin kesulitan bersaing dengan tim-tim papan atas yang memiliki skema serangan lebih terstruktur.

Dengan sisa tujuh pertandingan di Liga 1 musim ini, Munster masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki catatan buruk ini. Terlebih, Persebaya Surabaya akan menghadapi Persija Jakarta di pekan ke-28 yang menjadi laga krusial bagi posisi mereka di klasemen.

Laga melawan Persija Jakarta di Jakarta International Stadium pada 12 April 2025 akan menjadi ujian besar bagi skema permainan Persebaya Surabaya. Jika Munster bisa mengubah pendekatan taktisnya, Persebaya Surabaya masih memiliki peluang untuk bersaing merebut posisi runner-up.

Namun, jika mereka tetap mengandalkan aksi individu tanpa memperbaiki kreativitas di lini tengah, Persebaya Surabaya bisa saja kembali kehilangan poin. Apalagi Persija juga sedang dalam tren positif dengan permainan kolektif yang semakin membaik.

Menarik untuk dinantikan bagaimana Paul Munster merespons data ini dalam beberapa pekan ke depan. Apakah ia akan melakukan perubahan signifikan dalam skema serangan, atau tetap bertahan dengan pola permainan yang selama ini digunakan?

Persebaya Surabaya tidak boleh terus-menerus bergantung pada momen individu jika ingin menjadi tim juara. Keberhasilan tim seperti Dewa United dan Persib Bandung dalam menciptakan banyak assist seharusnya menjadi contoh yang bisa ditiru.

Liga 1 Indonesia 2024/2025 masih menyisakan tujuh laga yang bisa menjadi penentu nasib Persebaya Surabaya. Jika ingin bersaing di papan atas, Paul Munster harus segera menemukan solusi untuk meningkatkan kreativitas dalam membangun serangan.

Bonek dan Bonita tentu berharap tim kebanggaan mereka bisa tampil lebih efektif dan tidak hanya mengandalkan aksi individu pemain. Sebab, sepak bola adalah permainan tim, dan kesuksesan hanya bisa diraih jika semua pemain mampu bekerja sama dengan baik di lapangan.

EDITOR: Edi Yulianto