← Beranda

3 Kiper Tersisa dari Era ISL yang Kini Masih Bertahan di Liga 1 Indonesia, Pemain Persib Bandung Termuda

Pandu WidarwokoSenin, 17 Februari 2025 | 23.30 WIB
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, pernah mencicipi kerasnya persaingan di ISL. (Instagram Teja Pakualam)
 

JawaPos.com - Indonesia Super League atau ISL telah beralih nama dan berganti era menjadi Liga 1 Indonesia. Dahulu ISL adalah kompetisi yang memiliki jejak indah dan menghasilkan pemain bintang.

ISL menjadi liga terseru di Indonesia melihat peta persaingan klub dari Sabang sampai Merauke. Beberapa klub yg bersinar seperti Persipura, Sriwijaya FC, Arema sempat menghiasi kasta sepak bola Indonesia yang bernama ISL itu.

Namun, era ISL telah berakhir sejak musim 2014 yang dijuarai oleh Persib Bandung. Saat itu kompetisi beralih menjadi QNB League 2015 lalu TSC 2016 dan disahkan menjadi Liga 1 Indonesia hingga sekarang.

Tim seperti Persiwa Wamena, Bontang FC, PSAP Sigli, Persidafon sempat mewarnai sepak bola Indonesia kala itu namun kini hanya menjadi sejarah. 

Begitupun pemain dari era Indonesia Super League di Liga 1 bisa dihitung dengan jari saja dan terbilang sedikit, contohnya Dedi Kusnandar, Rasyid Bakri, Johan Alfarizi.

Dahulu kiper ISL seperti Kurnia Meiga, Shahar Ginanjar, hingga I Made Wirawan telah break, tanpa klub atau mengakhiri kariernya. Bahkan, penjaga gawang yang tersisa di Liga 1 dapat dihitung dengan hitungan jari, berikut daftar kiper tersisa di Liga 1 era ISL.

1. Andritany Ardhiyasa

Andritany Ardhiyasa menjadi pemain yang memiliki rekam jejak dari Indonesia Super League. Dirinya adalah satu dari beberapa nama tersisa era ISL di Liga 1 Indonesia saat ini.

Andritany merupakan pemain yang telah bersama Persija sejak 2010 silam yang saat itu liga masih bernama ISL. Namun, ia menjalani debut ISL musim 2011/2012 saat menghadapi Persiram Raja Ampat musim itu.

Tercatat dari sumber Transfermarkt, Andritany Ardhiyasa melakoni laga sebanyak 50 pertandingan selama menjalani kompetisi di ISL dari 2011 hingga 2014. Ia menjalani debut sangat muda, yakni berusia 21 tahun kala itu. Dari 50 laga yang dijalani Andritany, ia mencatat 20 cleansheet di ISL 2011 hingga 2014.

Musim ini, kiper berusia 33 tahun ini masih menjadi pilihan utama Persija. Tercatat di Liga 1 musim ini, pemain bersapaan akrab Bagol itu telah memainkan 17 laga bersama Persija. Kontrak kerja sama dengan Persija juga masih bertahan hingga 30 Juni 2026.

2. Adhitya Harlan

Kiper kelahiran Jakarta berusia 37 tahun. Adhitya Harlan saat ini juga masih bermain di klub Liga 1. Dahulu dirinya juga sempat menjadi bagian tim kompetisi ISL. Bermain di Indonesia Super League, Adhitya Harlan sempat membela Barito Putera pada 2013 dan 2014. Kala itu, ia tampil 20 laga bersama Barito Putera di ISL musim itu.

Seperti Andritany, Adhitya Harlan saat ini masih bertahan di Liga 1 Indonesia bersama Madura United. Musim ini, ia baru mencatatkan lima kali bermain untuk Madura United, bahkan dirinya juga menjadi kiper berpengalaman seperti Andritany di Liga 1. 

Adhitya Harlan musim ini bersaing dengan kiper Madura United lain seperti Miswar Saputra yang lebih dipercaya tampil pada laga-laga di Liga 1 usai sembuh dari cedera.

3. Teja Paku Alam

Kiper asal Sumatera Barat berusia 30 tahun ini sempat mencicipi ketatnya ISL beberapa musim yang lalu. Teja Paku Alam saat itu bermain untuk klub Sriwijaya FC Palembang musim 2013.

Teja Paku Alam termasuk termuda di klubnya. Bahkan, saat berada di Sriwijaya FC, dirinya masih 18 tahun dan menjalani debut melawan Persiba Balikpapan. Saat itu ia dibobol empat gol oleh Beruang Madu dengan skor 4-2.

Dirinya diandalkan oleh Sriwijaya FC pada dua laga terakhir ISL 2013 saat melawan Persiba Balikpapan dan Barito Putera. Sekaligus menjadi dua laga yang pernah ia lakoni selama di Indonesia Super League.

Di Liga 1 musim ini, Teja Paku Alam lebih menghiasi sebagai kiper cadangan Persib Bandung. Dirinya harus bersaing dengan Kevin Ray Mendoza. Bahkan, Teja baru memainkan 6 laga di Liga 1 2024/2025.

EDITOR: Edi Yulianto