← Beranda
Intip Peluang Pieter Huistra Merapat ke Persebaya Surabaya, Paul Munster dalam Bayang-Bayang Reshuffle
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 12 Februari 2025 | 21.31 WIB
Pieter Huistra ke Persebaya? (Dok. Huistra - Persebaya)

JawaPos.com — Posisi Paul Munster di Persebaya Surabaya semakin terancam seiring hasil buruk yang terus menghantui tim. Manajemen klub telah memberi sinyal dua laga ke depan akan menjadi penentu nasib sang pelatih asal Irlandia Utara.

Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menegaskan hasil di Solo dan performa tim sejak putaran kedua akan jadi bahan evaluasi. Paul Munster harus membuktikan diri dalam pertandingan melawan PSBS Biak dan Dewa United jika ingin mempertahankan jabatannya.

Jadwal yang dihadapi Persebaya Surabaya tidak mudah, terutama karena tim-tim lawan sedang dalam performa terbaiknya. PSBS Biak sebelumnya sudah membuat Persija Jakarta, Dewa United, dan Persib Bandung kesulitan di Liga 1.

Badai Pasifik bahkan berhasil menahan imbang Persija Jakarta di pekan ke-21, membuktikan ketangguhan mereka. Setelah itu, Persebaya Surabaya harus melakoni laga sulit melawan Dewa United yang tengah mengincar gelar juara musim ini.

Jika gagal meraih hasil positif dalam dua laga tersebut, nasib Paul Munster di Persebaya Surabaya kemungkinan besar tamat. Nama penggantinya pun mulai ramai dibicarakan, dengan Pieter Huistra menjadi sosok yang paling santer disebut.

Pelatih asal Belanda itu saat ini menganggur setelah didepak oleh Borneo FC meski sukses membawa mereka juara reguler series Liga 1 musim lalu. Statistiknya bersama Borneo FC juga cukup meyakinkan, dengan 38 kemenangan dari 72 laga yang dipimpinnya.

Di media sosial, Bonek semakin lantang mendesak agar Persebaya Surabaya segera mengganti Munster dengan Huistra. Beberapa komentar di Instagram resmi klub secara terang-terangan menyebut namanya sebagai kandidat terkuat.

Nama Pieter Huistra juga muncul dalam berbagai diskusi di komunitas Bonek yang berharap adanya perubahan di kursi kepelatihan. Faktor lainnya yang mendukung peluang Huistra adalah kedekatannya dengan agen langganan Green Force, sosok yang kerap menangani transfer pemain dan pelatih Persebaya Surabaya.

Koneksi dengan agen tersebut bisa mempermudah negosiasi antara Persebaya Surabaya dan Huistra jika klub memutuskan untuk mendatangkannya. Selain itu, pengalaman Huistra menangani Timnas Indonesia dan sebagai Direktur Teknik menambah daya tariknya.

Huistra sempat menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 2015 setelah sebelumnya menjadi Direktur Teknik sejak 2014. Pengalamannya di sepak bola Asia juga cukup luas, termasuk membawa Pakhtakor Tashkent juara Liga Uzbekistan dua kali.

Dengan formasi favorit 4-2-3-1 yang lebih menitikberatkan pada organisasi pertahanan, Huistra dianggap bisa membawa kestabilan bagi Persebaya Surabaya. Gaya bermainnya di Borneo FC musim lalu juga cukup efektif dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

Persebaya Surabaya sendiri membutuhkan sosok yang bisa segera membenahi tim, terutama setelah hasil buruk yang terus terjadi di putaran kedua. Jika tidak ada perubahan signifikan, peluang Persebaya Surabaya menembus papan atas Liga 1 semakin kecil.

Saat ini, peluang Huistra untuk bergabung dengan Persebaya Surabaya cukup terbuka lebar mengingat ia tidak terikat kontrak dengan klub lain. Statusnya yang bebas transfer membuatnya menjadi opsi yang menarik bagi manajemen Persebaya Surabaya.

Namun, apakah manajemen benar-benar akan mendepak Munster dalam waktu dekat masih menjadi tanda tanya. Jika dua laga ke depan kembali berakhir buruk, keputusan besar kemungkinan akan segera diambil.

Bonek sudah memberi restu, tinggal menunggu langkah manajemen Persebaya Surabaya untuk mengambil keputusan final. Menarik untuk dinantikan apakah Pieter Huistra benar-benar akan menjadi nahkoda baru Green Force atau ada nama lain yang tiba-tiba muncul sebagai pesaingnya.

Sejumlah pelatih lain mungkin juga masuk dalam radar Persebaya Surabaya jika Paul Munster benar-benar didepak. Nama-nama seperti Bernardo Tavares hingga pelatih asing lainnya bisa saja menjadi alternatif jika Huistra batal merapat.

Sementara itu, Munster masih memiliki kesempatan terakhir untuk membalikkan keadaan. Jika ia mampu membawa Persebaya Surabaya meraih kemenangan di dua laga ke depan, manajemen bisa saja berubah pikiran.

Situasi ini membuat atmosfer di sekitar klub semakin panas, terutama di kalangan suporter yang sudah kehilangan kesabaran. Performa buruk Persebaya Surabaya di putaran kedua membuat tekanan terhadap Munster semakin besar.

Dalam sejarahnya, Persebaya Surabaya tidak segan untuk melakukan pergantian pelatih jika dianggap tidak memenuhi ekspektasi. Hal ini pernah terjadi beberapa musim lalu ketika pelatih-pelatih sebelumnya harus angkat kaki di tengah musim.

Jika Huistra benar-benar datang, tugas berat sudah menantinya untuk segera membawa perubahan di tubuh tim. Dengan persaingan yang semakin ketat di Liga 1, Persebaya Surabaya tidak boleh kehilangan momentum jika masih ingin bersaing di papan atas.

Keputusan akhir kini ada di tangan manajemen Persebaya Surabaya, apakah akan tetap percaya pada Munster atau berani mengambil langkah baru. Dukungan Bonek untuk perubahan sudah jelas, tinggal bagaimana respons klub terhadap desakan tersebut.

Pieter Huistra masih menunggu tawaran resmi jika memang Persebaya Surabaya serius menginginkannya. Namun, ia juga bisa saja mendapatkan tawaran dari klub lain mengingat reputasinya yang cukup baik di Liga 1.

Persebaya Surabaya harus bergerak cepat jika tidak ingin kehilangan kesempatan mendapatkan pelatih berpengalaman seperti Huistra. Dengan waktu yang semakin mepet, manajemen harus segera mengambil keputusan terbaik demi masa depan tim.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Huistra maupun manajemen Persebaya Surabaya terkait kemungkinan negosiasi. Namun, jika tekanan dari Bonek terus meningkat, bukan tidak mungkin keputusan besar segera diumumkan dalam waktu dekat.

Menarik untuk melihat bagaimana kisah ini akan berakhir, apakah Paul Munster bisa bertahan atau Pieter Huistra benar-benar akan menggantikan posisinya. Yang jelas, Persebaya Surabaya harus segera menemukan solusi terbaik agar tidak semakin tertinggal di persaingan Liga 1 musim ini.

EDITOR: Hendra