JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan mentalitas sebagai tim besar di Liga 1 Indonesia. Meskipun sempat terpuruk di putaran pertama dan awal putaran kedua, skuad Green Force mencoba bangkit dengan semangat kekeluargaan yang kuat.
Salah satu pemain yang menegaskan hal itu adalah Oktafianus Fernando. Meski menit bermainnya belum mencapai 100 menit musim ini, Ofan tetap berkomitmen memberikan kontribusi maksimal untuk timnya.
Menurutnya, kekompakan dan rasa kekeluargaan di dalam skuad menjadi kunci utama kebangkitan Persebaya Surabaya. Setiap pemain saling mendukung, baik di dalam maupun di luar lapangan, sehingga tercipta atmosfer yang positif.
“Di Persebaya ini bukan hanya sekadar tim, tapi keluarga,” ujar Ofan, Selasa (4/1/2025). “Kita sering gathering, kumpul bersama, bicara dari hati ke hati, saling introspeksi, dan memberikan masukan satu sama lain.”
Pemain senior Green Force itu menambahkan hubungan erat antar pemain sangat membantu performa tim. Mereka tidak hanya fokus pada permainan individu, tetapi juga pada bagaimana bekerja sama demi kemenangan Persebaya Surabaya.
Sebagai tim besar, tekanan dari suporter selalu ada di setiap pertandingan. Namun, Ofan menegaskan tekanan tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi dirinya dan rekan-rekannya.
“Persebaya ini tim besar, jadi kita harus selalu menguatkan diri supaya tidak kerja sendiri-sendiri,” imbuhnya. “Kita harus tetap solid agar bisa terus bersaing di papan atas.”
Saat ini, Persebaya Surabaya hanya memiliki waktu dua hari untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi Persis Solo pada 7 Februari. Ofan dan rekan-rekannya bertekad mencuri poin meski lawan juga sedang dalam kondisi kurang baik.
“Mereka juga sedang tidak bagus, tapi kita tidak boleh melihat itu sebagai keuntungan,” katanya. “Liga 1 selalu sulit diprediksi, jadi kita harus fokus pada permainan sendiri dan tidak meremehkan lawan.”
Saat ini, Persebaya Surabaya berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 38 poin. Sementara itu, Persis Solo terpuruk di peringkat ke-18 dengan hanya 14 poin dan terancam degradasi.
Meski belum banyak mendapat kesempatan bermain, Ofan tetap menunjukkan dedikasinya kepada Persebaya Surabaya. Statistiknya musim ini memang belum mencolok, tetapi keberadaannya di dalam tim tetap penting.
Tercatat, ia baru tampil dalam enam pertandingan dengan total waktu bermain hanya 95 menit. Ia juga mencatatkan satu umpan kunci, tiga tembakan, dan satu tembakan tepat sasaran dengan akurasi 34%.
Dalam permainan tim, Ofan berhasil mencatatkan 31 umpan dengan tingkat keberhasilan 75%. Ia juga melakukan lima umpan silang yang beberapa di antaranya berpotensi menghasilkan peluang.
Dari segi pertahanan, Ofan mencatatkan lima tekel, namun hanya satu yang sukses. Ia juga memiliki satu intersep, menunjukkan usahanya dalam membantu tim bertahan.
Di sisi lain, ia tercatat melakukan lima pelanggaran dan mendapatkan dua kartu kuning. Namun, ia juga sering menjadi sasaran pelanggaran lawan dengan enam kali dilanggar dalam pertandingan.
Meskipun menit bermainnya masih terbatas, Ofan tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Ia selalu siap kapan pun dibutuhkan dan tidak mengeluh meski jarang mendapat kesempatan tampil.
Kehadiran pemain senior seperti Ofan menjadi penting dalam menjaga moral tim. Ia bisa menjadi panutan bagi pemain muda untuk tetap memiliki mental juara meskipun menghadapi situasi sulit.
Persebaya Surabaya memang sedang dalam tren positif, tetapi mereka tidak boleh lengah. Kemenangan atas Persis Solo akan semakin memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen Liga 1.
Laga melawan Persis juga menjadi kesempatan bagi Ofan untuk membuktikan diri. Jika mendapat menit bermain, ia bisa menunjukkan meskipun jarang bermain, ia masih bisa memberikan dampak bagi tim.
Mentalitas seperti inilah yang membuat Persebaya Surabaya tetap menjadi tim besar. Tidak hanya bergantung pada individu, tetapi mengandalkan kekompakan dan semangat juang bersama.
Musim ini memang tidak mudah bagi Persebaya Surabaya, tetapi mereka terus berusaha untuk konsisten. Jika mampu menjaga ritme permainan, bukan tidak mungkin Green Force bisa bersaing dalam perebutan gelar juara.
Ofan dan rekan-rekannya tahu tidak ada laga yang mudah di Liga 1. Oleh karena itu, mereka harus tetap fokus dan menjaga semangat bertarung di setiap pertandingan.
Suporter Persebaya Surabaya pun selalu setia memberikan dukungan penuh bagi tim kesayangan mereka. Hal ini menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk terus berjuang di sisa musim ini.
Ke depan, Ofan berharap bisa mendapatkan lebih banyak menit bermain. Ia ingin membuktikan dirinya masih bisa diandalkan oleh tim dan tetap memiliki kontribusi besar bagi Persebaya Surabaya.
Dengan segala tantangan yang ada, Persebaya Surabaya tetap optimistis menatap pertandingan-pertandingan berikutnya. Mereka ingin terus menunjukkan Green Force adalah tim besar yang pantas diperhitungkan di Liga 1 Indonesia.