← Beranda
Rapor Merah Persebaya Surabaya Terulang Kembali! 6 Pemain Gagal Penuhi Ekspektasi Ribuan Bonek di Gelora Bung Tomo
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 18 Januari 2025 | 18.31 WIB
Bruno Moreira yang diharapkan jadi tumpuan Persebaya Surabaya di lini depan mengalami nasib apes gagal cetak gol melalui penalti. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah kalah 0-2 dari Malut United pada pekan ke-19 Liga 1 Indonesia. Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), di hadapan ribuan Bonek dan Bonita yang memadati tribun.

Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan tersebut. Dua kesalahan fatal dari pemainnya menjadi penyebab utama terciptanya gol untuk Malut United, yang akhirnya meruntuhkan rekor tak terkalahkan Persebaya Surabaya di kandang musim ini.

“Kami tidak bisa mencetak gol, itu bagian yang paling membuat frustrasi. Kami justru membuat dua kesalahan pemain dan dua gol tercipta dari situ,” ujar Munster dalam konferensi pers usai pertandingan, Jumat (17/1/2025).

Meskipun kecewa, Munster tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang sudah berusaha menjalankan strategi tim. Ia menyebut timnya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi kegagalan memanfaatkan situasi tersebut menjadi masalah utama.

“Taktik permainan kali ini sudah sesuai dengan latihan. Kami banyak menciptakan tembakan, tetapi dua kesalahan yang terjadi benar-benar di luar prediksi,” katanya.

Pelatih asal Irlandia Utara itu juga menegaskan hasil seperti ini adalah bagian dari sepak bola. Ia mengakui sulit menerima kenyataan timnya kalah setelah menerapkan strategi yang menurutnya sudah cukup baik.

“Inilah sepak bola, semuanya bisa terjadi. Saya tidak percaya kami kalah di sini, dan kami minta maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil ini,” ucap Munster.

Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya tampil cukup konsisten di Liga 1 musim ini. Munster berjanji akan segera melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

“Kami akan melakukan penyegaran dan fokus pada pertandingan berikutnya. Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan, dan mentalitas kami tetap untuk memenangkan laga,” tegasnya.

Namun, performa individu para pemain Persebaya Surabaya dalam pertandingan ini menjadi sorotan tajam. Dari 11 pemain yang turun, enam di antaranya mencatatkan rating di bawah rata-rata tim.

Rata-rata rating pemain Persebaya Surabaya dalam laga ini hanya 6.83, angka yang cukup rendah untuk standar tim sebesar Persebaya Surabaya. Enam pemain yang gagal memenuhi ekspektasi adalah Arief Catur (6.2), Slavko Damjanovic (6.3), Ardi Idrus (6.0), Mohammed Rashid (6.9), Dejan Tumbas (6.9), dan Kadek Raditya (6.7).

Di lini belakang, Arief Catur dan Slavko Damjanovic menjadi sorotan utama karena dua kesalahan fatal yang berujung gol lawan. Keduanya dinilai kurang sigap dalam mengantisipasi serangan balik cepat dari Malut United.

Ardi Idrus, yang bermain di posisi bek kiri, juga tampil di bawah performa terbaiknya usai cetak gol bunuh diri. Ia kesulitan menjaga area pertahanannya, sehingga Malut United leluasa menciptakan peluang dari sisi sayap.

Di lini tengah dan depan, Mohammed Rashid dan Dejan Tumbas juga gagal menunjukkan performa yang maksimal. Meskipun Rashid sempat memberikan tekanan di beberapa momen, kontribusinya belum cukup untuk menghidupkan permainan Persebaya Surabaya.

Sementara itu, pemain-pemain lain seperti Andhika Ramadhani, Bruno Moreira, dan Toni Firmansyah tampil cukup solid meskipun tidak mampu mengubah jalannya pertandingan. Andhika yang bertugas sebagai penjaga gawang bahkan mencatatkan rating tertinggi dalam tim dengan angka 7.6.

Bruno Moreira yang dikenal sebagai ‘raja gocek’ juga berusaha keras untuk membuka peluang di lini depan meski gagal cetak gol melalui titik putih. Namun, ketatnya pertahanan Malut United membuat usahanya kerap kandas sebelum mencapai area berbahaya.

Kekalahan ini menjadi momen refleksi bagi Persebaya Surabaya untuk memperbaiki kelemahan di setiap lini. Dengan masih banyaknya pertandingan tersisa, Paul Munster harus segera menemukan solusi agar timnya kembali tampil solid.

Para pendukung Bonek dan Bonita tentu berharap agar evaluasi yang dilakukan tim pelatih membuahkan hasil positif. Dukungan penuh dari tribun tetap menjadi salah satu kekuatan utama Persebaya Surabaya dalam menjalani sisa musim ini.

Di sisi lain, kemenangan Malut United juga menjadi peringatan bagi tim-tim lain di Liga 1 kejutan selalu mungkin terjadi. Konsistensi dan fokus menjadi kunci utama untuk menghindari hasil buruk seperti yang dialami Persebaya Surabaya di GBT.

Kini, perhatian tertuju pada laga selanjutnya menghadapi Barito Putera yang akan menjadi ujian berat bagi Persebaya Surabaya di pekan ke-20 Liga 1. Mereka harus membuktikan kekalahan ini hanyalah sebuah kecelakaan dan mampu bangkit untuk meraih hasil maksimal.

Ribuan Bonek yang selalu setia mendukung di stadion maupun dari rumah tentu berharap kebangkitan Persebaya Surabaya. Dengan semangat juang dan evaluasi yang matang, kebangkitan itu bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

EDITOR: Edi Yulianto