← Beranda
Pieter Huistra Blak-blakan Soal Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia Jelang Laga Melawan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Begini Katanya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 9 Oktober 2024 | 19.38 WIB
Pieter Huistra berikan pandangannya terkait Timnas Indonesia dan perkembangan sepak bola di Indonesia. (Instagram @pieterhuistra)

JawaPos.com — Pieter Huistra, pelatih Borneo FC Samarinda, tidak asing dengan sepak bola Indonesia. Mantan direktur teknik Timnas Indonesia ini memberikan pandangannya yang blak-blakan tentang perkembangan sepak bola nasional, terutama terkait penggunaan pemain naturalisasi.

Menjelang laga Timnas Indonesia melawan Bahrain dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (10/10), Huistra menyoroti betapa besar pengaruh pemain naturalisasi dalam komposisi skuat saat ini.

Menurut pelatih asal Belanda ini, perkembangan sepak bola Indonesia sebenarnya sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat, terutama di tingkat Asia Tenggara. Namun, ketika dibandingkan dengan negara-negara top Asia seperti Jepang dan Korea Selatan, Indonesia masih tertinggal.

Huistra menekankan bahwa mengejar ketertinggalan dengan negara-negara Eropa masih menjadi tantangan besar. Meski begitu, langkah-langkah positif sudah mulai terlihat.

"Jika kita bicara soal mengejar ketertinggalan dengan Eropa, itu tentu masih sulit. Tapi kita bisa melihat negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang sudah mulai tampil baik di turnamen internasional," ungkap Huistra dikutip dari laman resmi Liga Indonesia Baru.

Dengan kata lain, Indonesia sedang berada di jalur yang benar, tetapi perjalanan untuk mencapai level yang lebih tinggi masih panjang.

Salah satu faktor yang turut mendongkrak performa Timnas Indonesia adalah kehadiran pemain-pemain naturalisasi. Meski mendapat kritik dari beberapa pihak, Pieter Huistra melihat hal ini sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing tim.

Penggunaan pemain keturunan memberi tantangan baru bagi pemain lokal, karena mereka harus bersaing dengan pemain yang memiliki pengalaman dan kualitas internasional.

"Kita tahu sendiri banyak pemain keturunan di timnas, jadi memang sedikit sulit bagi pemain lokal untuk masuk ke dalam skuat. Tapi saya kira ini bagus karena mendorong mereka untuk meningkatkan diri dan bersaing," jelas Huistra.

Bagi Huistra, persaingan ini seharusnya memacu para pemain lokal untuk berkembang dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan.

Lebih jauh lagi, Huistra juga menyoroti pentingnya pengembangan usia muda sebagai kunci utama bagi masa depan sepak bola Indonesia. Tanpa pembinaan yang kuat sejak usia dini, sulit bagi Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola yang sudah mapan.

Pelatih Borneo FC ini menekankan bahwa pengelolaan yang baik di tingkat klub, termasuk dalam pengembangan pemain muda, akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan sepak bola nasional.

"Kami Borneo FC telah berkembang dengan baik dalam dua tahun terakhir. Begitu juga Liga Indonesia yang meningkat pesat, dengan persaingan yang semakin ketat di antara klub-klub," ujar Huistra.

Ia berharap apa yang dilakukan Borneo FC dapat menjadi contoh bagi klub-klub lain di Indonesia untuk berbenah dan memperkuat pembinaan di semua lini.

Seiring dengan perkembangan yang terjadi, sepak bola Indonesia memang menunjukkan banyak prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu bukti nyatanya adalah keberhasilan Timnas Indonesia melaju hingga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Selain itu, Timnas Indonesia U-20 juga berhasil menembus Piala Asia U-20 2025, sebuah pencapaian yang tidak bisa dianggap remeh.

Selain kesuksesan di level tim nasional, klub-klub Liga 1 Indonesia 2024-2025 juga mulai menunjukkan taringnya di kompetisi internasional. Beberapa klub sukses bersaing di level ASEAN dan Asia, menandakan kualitas sepak bola Indonesia terus mengalami peningkatan.

Bagi Pieter Huistra, kemajuan ini merupakan hasil dari kerja keras semua pihak, mulai dari federasi, klub, hingga para pemain.

Meski demikian, Huistra tetap menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian saat ini. Menurutnya, tantangan terbesar bagi sepak bola Indonesia adalah bagaimana mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas yang sudah ada.

Ia percaya dengan fokus pada pengembangan pemain lokal dan pembinaan usia muda yang baik, Indonesia bisa terus maju dan bersaing di level yang lebih tinggi.

Panggilan bagi pemain naturalisasi di Timnas Indonesia memang memberikan dimensi baru dalam sepak bola nasional. Di satu sisi, kehadiran mereka meningkatkan kualitas tim secara instan.

Namun, di sisi lain, tantangan bagi pemain lokal menjadi semakin besar. Bagi Pieter Huistra, persaingan ini harus dilihat sebagai peluang untuk terus berkembang, bukan sebagai ancaman.

Berdasar performa Borneo FC yang terus menunjukkan perkembangan di Liga 1, Huistra merasa masa depan sepak bola Indonesia ada di tangan para pemain muda. Oleh karena itu, ia selalu menekankan pentingnya pembinaan usia dini di semua klub.

Jika semua klub di Indonesia memiliki perhatian yang sama terhadap pengembangan pemain muda, maka tim nasional juga akan merasakan dampaknya dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, Pieter Huistra percaya sepak bola Indonesia sedang berada di jalan yang benar. Meskipun masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, kemajuan yang sudah dicapai sejauh ini patut diapresiasi. Dengan semakin ketatnya persaingan di Liga 1 dan semakin seringnya klub-klub Indonesia tampil di level internasional, masa depan sepak bola Indonesia terlihat cerah.

Pieter Huistra tidak hanya menunjukkan dukungannya terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, tetapi juga menawarkan pandangan yang realistis tentang tantangan yang harus dihadapi. Timnas Indonesia, yang akan segera berhadapan dengan Bahrain, diharapkan dapat memberikan performa terbaik mereka dan melanjutkan tren positif yang sudah diraih selama ini.

EDITOR: Edy Pramana