← Beranda

Persebaya Surabaya Unggul Melalui Gol Robson Duarte dan Keputusan Wasit yang Tidak Memberikan Penalti ke Persikabo 1973

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 17 Desember 2023 | 23.08 WIB
Persebaya Surabaya unggul 1-0 melalui gol Robson Duarte (dua dari kanan) di babak pertama saat dijamu Persikabo 1973. (Instagram Persebaya)

JawaPos.com – Dalam pertandingan seru antara Persebaya Surabaya dan Persikabo 1973, Green Force berhasil unggul 1-0 berkat gol yang dicetak oleh Robson Duarte pada menit ke-30. Pertandingan dimulai dengan Persebaya menggunakan formasi dasar 4-2-3-1, sementara Persikabo 1973 memilih formasi 4-3-1-2.

Pada awal pertandingan, Uston Nawawi bersama Persebaya mencoba membongkar lini belakang Persikabo 1973 dengan serangan langsung dari lini belakang. Namun, Persikabo 1973 bermain lebih sabar dan membangun serangan dari kaki ke kaki, terutama melalui sisi flank kanan mereka.

Uston Nawawi menempatkan Robson Duarte sebagai motor serangan di posisi nomor 10, sementara flank kiri Persebaya yang ditempati oleh Reva Adi Utama menjadi sasaran tekanan Persikabo 1973. Imbasnya, Reva Adi Utama mendapatkan kartu kuning pada menit keempat dan harus berhati-hati karena tekanan terus menerus.

Sedangkan Kasim Botan menjadi kunci dalam pembangunan serangan Persebaya Surabaya, karena seringkali mengarahkan bola ke flank kanan. Namun, Keven Aleman dari Persikabo 1973 menjadi ancaman serius dengan kemampuan mengancam lini pertahanan lawan.

Pada menit ke-30, Robson Duarte mencetak gol setelah menerima umpan dari flank kanan Persebaya. Gol ini memberikan keunggulan 1-0 bagi Persebaya Surabaya.

Tujuh menit kemudian, Dusan Stevanovic terlihat melakukan handball di kotak penalti Persebaya Surabaya. Beruntung wasit tidak melihatnya yang berujung tak adanya penalti bagi Persikabo 1973.

Pertandingan terus berlanjut, dengan Persikabo 1973 terus menekan dan Persebaya mencoba mencuri gol melalui serangan balik. Hingga akhir babak pertama, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Persebaya Surabaya.

Meski Persikabo 1973 terus menekan, lini belakang Persebaya Surabaya, yang diperkuat oleh Andre Oktaviansyah dan M. Hidayat, tampil solid. Sementara itu, Andhika Ramadhani masih mengalami kesulitan dalam menghadapi bola atas, meski berhasil melakukan beberapa penyelamatan yang baik di bawah mistar gawang Green Force.

Pertandingan ditandai oleh ketegangan dan intensitas, dengan Persikabo 1973 menciptakan beberapa peluang yang tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik. Menit-menit terakhir babak pertama melihat Persebaya keluar dari tekanan dan menciptakan peluang melalui serangan balik.

Dengan tambahan waktu dua menit, babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya Surabaya. Kedua tim akan kembali ke lapangan dengan strategi baru di babak kedua untuk mencari hasil yang lebih baik.

EDITOR: Edi Yulianto