JawaPos.com – Manajemen Persebaya Surabaya masih belum juga menunjuk pelatih kepala. Namun, bukan berarti manajemen diam untuk memenuhi regulasi pertandingan.
Manajemen diyakini terus bergerak mencari sosok ideal, baik pelatih asing maupun lokal, yang tentunya sesuai dengan filosofi Green Force. Pelatih anyar pastinya akan diumumkan sebelum Persebaya sowan ke markas Madura United, Minggu (17/9).
Persebaya harus memenuhi itu, yakni segera mengumumkan pelatih anyar agar terhindar dari sanksi dari PSSI maupun operator liga (PT LIB) senilai Rp 100 juta apabila masih menggunakan caretaker.
Rumor siapa bakal menukangi Persebaya memang kian santer, bahkan beberapa fans Persebaya langsung menanyakan itu di akun Instagram resmi milik Green Force meski tak ada jawaban.
Mereka sepertinya tak sabar mendengar atau melihat siapa sosok yang bakal melatih Reva Adi Utama dan kawan-kawan dalam lanjutan Liga 1 musim ini. Segelintir rumor beredar pelatih asing bakal menjadi kandidat kuat, seperti Divaldo Alves, Paul Munster, Mario Gomez, dan Robert Alberts. Sementara pelatih lokal juga disebut-sebut bakal menangani Persebaya, seperti Seto Nurdiantoro, Iwan Setiawan, Hanafing dan Liestiadi.
Persebaya memang memiliki rekam jejak menggunakan pelatih asing dan lokal. Jika ditilik sejarah sejak 1987, maka Rusdy Bahalwan pertama kali menangani Persebaya periode 1987 hingga 1993. Disusul Mudayat pada 1993-1995.
Dan, Aleksandar Kostov asal Bulgaria menjadi pelatih asing pertama Surabaya di periode itu. Dia menangani Green Force mulai 1995-1996. Dan, selanjutnya ada Jacksen F Tiago 1999-2000.
Namun, mengaca kepada sejarah, Persebaya sepertinya gemar memberikan kesempatan kepada pelatih yang sama. Sebut saja Rusdy Bahalwan yang sampai tiga periode melatih Green Force.
Selain periode awal, Rusdy juga melatih Persebaya pada 1996-1999, kemudian periode ketiga pada 2001-2002. Aji Santoso juga telah tiga kali melatih Persebaya (2008, 2010-2011, dan 2019-2023)
Ada pula Rudy Keltjes yang dua kali menangani Persebaya pada 2000-2001 dan 2010. Jacksen F Tiago juga merasakan dua kali melatih Persebaya, yakni periode pertama 1999-2000 dan 2003-2005. Pelatih lain yang merasakan dua kali melatih Persebaya adalah Freddy Muli (2005-2006 dan 2008), Ibnu Grahan (2007 dan 2012-2013).
Pertanyaan kini, apakah Persebaya memberlakukan hal sama dalam penunjukan pelatih kepala saat ini? Apalagi, Divaldo Alves, salah satu kandidat pelatih Persebaya selanjutnya, pernah menjadi pelatih Green Force periode 2011-2012. Semua tergantung kebijakan manajemen cak!
Pelatih Persebaya Sejak 1987
Rusdy Bahalwan 1987-1993
Mudayat 1993-1995
Aleksandar Kostov 1995-1996
Rusdy Bahalwan 1996-1999
Riono Asnan 1999-1999
Jacksen F. Tiago 1999-2000
Rudy Keltjes 2000-2001
Rusdy Bahalwan 2001-2002
Zein Al Haddad 2002-2003
Jacksen F. Tiago 2003-2005
Freddy Muli 2005-2006
Gildo Rodrigues 2006-2007
Ibnu Grahan 2007-2007
Suhatman Imam 2007-2007
Freddy Muli 2008-2008
Arcan Iurie 2008-2008
Aji Santoso 2008-2008
Danurwindo 2009-2010
Rudy Keltjes 2010-2010
Aji Santoso 2010-2011
Divaldo Alves 2011-2012
Ibnu Grahan 2012-2013
Fabio Oliveira 2013-2013
Iwan Setiawan 2017-2017
Alfredo Vera 2017-2018
Djadjang Nurdjaman 2018-2019
Wolfgang Pikal 2019-2019
Aji Santoso 2019-2023