← Beranda

Rating Pemain Man City vs Newcastle: Skuad Pep Guardiola Susul Arsenal di Final Piala Carabao

M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 5 Februari 2026 | 19.58 WIB
Manchester City melaju ke final Piala Carabao usai menghancurkan Newcastle United. Berikut rating pemain City dalam kemenangan dominan yang mengantar mereka menantang Arsenal di Wembley.
 

JawaPos.com - Manchester City memastikan langkah ke final Piala Carabao dengan cara meyakinkan. Bertanding di Etihad Stadium pada Rabu (4/2) malam, tim asuhan Pep Guardiola kembali menunjukkan superioritasnya dengan kemenangan telak atas Newcastle United, sekaligus memastikan agregat 5-1 di babak semifinal.

Hasil ini membawa Man City ke partai puncak, di mana mereka akan menghadapi Arsenal di Wembley pada Minggu, 22 Maret. 

Pertemuan tersebut bukan hanya soal trofi domestik, tetapi juga berpotensi memanaskan persaingan di Liga Premier, mengingat Man City tengah memburu Arsenal di puncak klasemen.

Melansir Sports Illustrated, Man City datang ke laga ini dengan keunggulan agregat 2-0 dan langsung mematikan harapan Newcastle sejak awal. Dalam 32 menit pertama, tuan rumah sudah unggul 5-0 secara agregat.

Omar Marmoush kembali menjadi momok bagi Newcastle dengan dua gol cepat, sebelum Tijjani Reijnders melengkapi pesta gol di babak pertama.

Newcastle sempat bangkit di paruh kedua, memanfaatkan sedikit penurunan fokus City. Gol Anthony Elanga memberi hiburan bagi tim tamu, namun tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan. Man City tetap melaju dengan nyaman ke final.

Momen Penentu Laga

Newcastle sejatinya mencoba tampil agresif, seperti yang mereka lakukan dalam beberapa laga besar sebelumnya. Namun, perbedaan kualitas begitu terasa. 

Manchester City dengan mudah memanipulasi tekanan Newcastle, memanfaatkan kesalahan posisi dan duel yang kalah di lini tengah.

Gol ketiga Man City menjadi gambaran jelas dominasi tersebut. Newcastle terpaksa menaikkan garis pertahanan, tetapi justru membuka ruang. 

Tijjani Reijnders dengan cerdas memanfaatkan situasi dua lawan dua dan menyelesaikannya tanpa kesulitan. Sejak momen itu, pertandingan praktis berakhir, meski masih menyisakan waktu cukup panjang.

Rating Pemain Manchester City (4-2-2-2)

James Trafford (GK) — 7.6
Melakukan sejumlah penyelamatan penting saat skor masih ketat. Intervensinya menjaga City tetap nyaman sejak awal laga.

Matheus Nunes (RB) — 7.3
Cukup aktif membantu serangan meski beberapa kali melakukan pelanggaran dan menerima kartu kuning.

Abdukodir Khusanov (CB) — 6.5
Sempat ceroboh dan memberi ruang bagi Newcastle, namun kecepatan pemulihannya sangat membantu lini belakang.

Nathan Aké (CB) — 7.0
Tampil tenang dan jarang mendapat tekanan berarti. Ditarik keluar di babak pertama sebagai bagian dari rotasi.

Rayan Aït-Nouri (LB) — 8.0
Salah satu pemain terbaik City. Pergerakannya di sisi kiri sangat efektif dalam membongkar pertahanan Newcastle.

Nico O’Reilly (CM) — 6.6
Bekerja rapi dan efisien, meski perannya lebih banyak sebagai penghubung permainan.

Nico González (CM) — 7.5
Menunjukkan reaksi positif setelah performa kurang meyakinkan sebelumnya. Memberi stabilitas dan agresivitas di tengah.

Tijjani Reijnders (AM) — 8.9
Elegan dan efektif. Mencetak gol, mengontrol tempo, dan hampir menambah gol di babak kedua.

Phil Foden (AM) — 6.4
Tidak terlalu menonjol, tetapi tetap berkontribusi lewat kombinasi cepat di antara lini.

Antoine Semenyo (ST) — 7.0
Aktif membuka ruang dan terlibat dalam beberapa proses gol City.

Omar Marmoush (ST) — 9.0
Bintang utama. Dua golnya kembali menegaskan betapa berbahayanya ia saat menghadapi Newcastle.

Pemain Pengganti

Max Alleyne — 6.5
Menunjukkan keberanian bertahan, meski masih terlihat canggung saat menguasai bola.

Rayan Cherki — 7.0
Memberi warna dalam serangan dengan beberapa momen kreatif meski gagal mencetak gol.

Rodri — 6.4
Masuk untuk menenangkan permainan, meski harus menerima kartu kuning di akhir laga.

Erling Haaland — 6.4
Nyaris mencetak gol, tetapi tendangannya membentur tiang.

Dengan performa seperti ini, Manchester City jelas datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi. Arsenal menanti di Wembley, namun jika Guardiola dan anak asuhnya mampu mempertahankan intensitas serta ketajaman seperti melawan Newcastle, peluang angkat trofi Piala Carabao terbuka lebar.

EDITOR: Edi Yulianto