← Beranda

Endrick Semakin Bersinar di Lyon, Real Madrid Menyesal?

M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 28 Januari 2026 | 01.23 WIB
Dipinjamkan ke Lyon demi menit bermain, Endrick meledak di Ligue 1. Sementara itu, Real Madrid masih terlalu bergantung pada Mbappe. Apakah keputusan ini akan berujung penyesalan? (Instagram/@ol)
 

JawaPos.com - Saat Real Madrid terus bergantung pada Kylian Mbappe untuk menjadi mesin gol, satu nama justru mencuri perhatian di Prancis. Endrick, yang baru tiga minggu dipinjamkan ke Lyon, langsung tampil menggila di Ligue 1.

Pemain muda asal Brasil itu datang ke Madrid dengan ekspektasi setinggi langit jelang musim 2024/2025. Namun, realitas di Santiago Bernabeu berkata lain.

Menit bermainnya sangat terbatas, lebih sering masuk sebagai pengganti, lalu perlahan menghilang dari radar. Bahkan, ia sempat tersisih oleh Gonzalo Garcia yang tampil menonjol di Piala Dunia Antarklub 2025.

Sepanjang paruh pertama musim 2025/2026, Endrick hanya mencatatkan 99 menit bermain di bawah arahan Xabi Alonso.

Padahal, dalam kesempatan singkat itu, ia sempat menunjukkan kilasan bakat yang membuat banyak orang mengernyitkan dahi: kenapa pemain ini jarang diberi kesempatan?

Nomor punggung 9 yang disematkan kepadanya pada musim panas pun terasa seperti simbol tanpa makna. Akhirnya, jalan keluar dipilih: peminjaman ke Lyon pada bursa transfer Januari dengan nilai EUR 1 juta.

Kini, keputusan itu mulai terasa seperti pisau bermata dua.

Endrick Mencuri Perhatian di Lyon

Masa-masa Endrick menghangatkan bangku cadangan sudah berlalu. Di Lyon, pemain berusia 19 tahun itu langsung dipercaya sebagai starter dalam tiga dari empat pertandingan terakhir. Lebih dari itu, ia selalu menyumbang gol di setiap laga.

Melansir Sports Illustrated, debutnya di Prancis berjalan manis. Endrick mencetak gol pertamanya saat menghadapi Lille di ajang Coupe de France, menyelesaikan peluang dengan kaki kiri jelang turun minum dan membantu timnya menang 2-1.

Seminggu berselang, ia tampil di Ligue 1 untuk pertama kalinya dan langsung mencatatkan assist penentu kemenangan atas Brest.

Statistiknya pun mengilap: peluang terbanyak, dribel sukses terbanyak, dan duel terbanyak. Tak heran jika ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan.

Akhir pekan lalu, Endrick bahkan melampaui ekspektasi. Ia mencetak hat-trick dalam kemenangan telak 5-2 atas Metz.

Gol pertama datang dari jarak dekat, gol kedua lahir lewat serangan balik cepat yang memamerkan kecepatan dan ketenangannya, sementara gol ketiga ia lesakkan dari titik penalti. Paket komplet.

Malam Bersejarah yang Baru Permulaan

Lima kontribusi gol dalam tiga penampilan sudah cukup untuk membuat Lyon tersenyum lebar. Tapi, malam itu lebih dari sekadar pesta gol.

Pada usia 19 tahun 188 hari, Endrick menjadi pemain termuda Lyon yang mencetak hat-trick di Ligue 1, memecahkan rekor lama klub.

Ia juga masuk daftar pemain termuda abad ini yang mampu mencetak tiga gol dalam satu laga Ligue 1, bergabung dengan nama-nama besar yang sudah lebih dulu melakukannya.

Ini jadi sebuah pencapaian yang terasa seperti dongeng, apalagi mengingat salah satu nama dalam daftar itu adalah Mbappe—pemain yang pernah berbagi lapangan dan menjadi sumber pembelajaran bagi Endrick di Madrid.

“Ini hat-trick pertama dalam hidup saya,” kata Endrick usai pertandingan.

“Saya sangat bahagia. Sungguh. Itu pertandingan yang luar biasa. Saya akan menyimpan bola ini di rumah. Ini hari yang menakjubkan dalam hidup saya.”

Real Madrid Menyaksikan dengan Bangga… untuk Saat Ini

Dari sudut pandang Madrid, peminjaman ini sejatinya masuk akal. Endrick butuh jam terbang, butuh bermain setiap pekan, dan butuh tekanan kompetisi nyata. Harapannya, ia kembali ke Bernabeu sebagai penyerang yang lebih matang dan siap membantu tim.

Namun, performa eksplosifnya di Prancis justru memunculkan pertanyaan baru. Apakah Real Madrid seharusnya memberi lebih banyak kesempatan sejak awal? Terlebih, ketergantungan tim pada Mbappe terlihat sangat mencolok musim ini.

Di semua kompetisi, Mbappe sudah mencetak 34 gol. Jaraknya dengan pencetak gol terbanyak kedua tim terpaut jauh.

Vinicius Junior baru mengoleksi tujuh gol, Jude Bellingham enam, dan Gonzalo García lima. Ketimpangan ini membuat lini depan Madrid terasa rapuh jika Mbappe sedang tidak dalam kondisi terbaik.

Dalam kondisi seperti itu, sosok seperti Endrick—kaki kiri, naluri gol alami, dan kepercayaan diri tinggi—akan sangat berguna.

Ironisnya, penyerang nomor 9 paling natural yang dimiliki Madrid saat ini justru sedang bersinar dengan seragam Lyon.

Untuk sekarang, Madrid mungkin masih bisa tersenyum sambil berkata, “Ini demi perkembangan pemain.” Tapi jika suatu saat Mbappe kembali bermasalah dengan kebugaran atau performanya menurun, senyum itu bisa berubah jadi penyesalan.

EDITOR: Edi Yulianto