JawaPos.com – Michael Carrick menjalani tugas sebagai pelatih Manchester United di sisa musim ini dengan debut menantang. Tactician pengganti Ruben Amorim (dan Darren Fletcher) itu langsung berhadapan dengan rival sekota, Manchester City, di Old Trafford malam nanti (siaran langsung Champions TV 5/Vidio pukul 19.30 WIB).
Meski begitu, Carrick punya pengalaman apik menjadi pelatih pengganti di United. Lima tahun silam, pria 44 tahun yang akrab disapa Carras itu tak terkalahkan dalam tiga laga saat menggantikan Ole Gunnar Solskjaer. Catatan itu diraih saat United menghadapi laga-laga krusial.
Carrick mengawali debutnya dengan menang 2-0 atas Villarreal CF di Estadio de la Ceramica. Hasil itu memastikan United lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
Empat hari kemudian, dia membawa United menahan pemuncak klasemen Premier League, Chelsea, 1-1 di Stamford Bridge. Periode singkat 12 hari Carrick kemudian ditutup dengan kemenangan 3-2 atas Arsenal di Old Trafford pada 2 Desember 2021.
Laga itu jadi penampilan terakhir baginya sebelum menyerahkan nahkoda kepada Ralf Rangnick yang menjabat sampai akhir musim.
“Inilah yang kami dambakan (pertandingan besar), beberapa (laga) lebih menantang daripada yang lain. Tetapi, itulah alasanku berada di sini. Jadi, kami akan menghadapinya dengan berani,” kata Carrick perihal menghadapi City seperti dikutip dari MUTV.
Mbeumo dan Diallo Kembali
Jelang derbi Manchester ke-198 melawan City, Carrick punya kabar baik. Dua pemain andalan United, wide attacker Bryan Mbeumo dan Amad Diallo telah kembali menjalani sesi latihan di Carrington. Mbeumo dan Amad telah kembali dari Piala Afrika 2025.
Kamerun yang diperkuat Mbeumo kandas di perempat final, kalah oleh Maroko. Sementara Amad bersama Pantai Gading juga terhenti langkahnya dalam babak 8 besar setelah takluk oleh Mesir.
Kembalinya Mbeumo dan Amad memberikan daya gedor yang lebih bagus dari United, khususnya di sisi kanan. Sebelumnya, Amorim sampai harus memainkan bek kiri Patrick Dorgu sampai pemain muda Shea Lacey sebagai wide attacker kanan.
Ancaman Semenyo
Di sisi lain, City menghadapi derbi Manchester dengan konfiden. Skuad asuhan Pep Guardiola memang gagal menang alias hat-trick seri dalam tiga laga terakhir di Premier League atau mengawali 2026. Akan tetapi, di ajang lain, The Citizens – sebutan City – tampil perkasa.
Bernardo Silva dkk menggilas Exeter City 10-1 saat mengawali Piala FA musim ini (11/1), lalu mengungguli Newcastle United 2-0 di St James’ Park dalam first leg semifinal Piala Liga (14/1). Di balik kemenangan itu, muncul wide attacker baru Antoine Semenyo yang menorehkan total dua gol dan satu umpan gol.
Bomber City Erling Haaland sampai bercanda bahwa Semenyo bisa mengancam peluangnya meraih Golden Boot Premier League. Koleksi 20 gol Haaland di puncak, diikuti Semenyo dengan 10 gol. Di antara mereka hanya ada striker Bentford FC Igor Thiago dengan 16 gol.
”Dia (Semenyo) pemain yang tampil luar biasa. Bukan hanya musim ini, tetapi sejak musim sebelumnya dan dia telah menarik atensi kami,” beber Pep kepada Manchester Evening News.
APA YANG DITAWARKAN CARRAS?
Kembali ke Formasi Klasik 4-2-3-1 (Back Four)
Michael Carrick secara konsisten menggunakan 4-2-3-1 selama hampir 90 persen pertandingannya di Middlesbrough FC (112 dari 124 laga Championship). Ini menjadi perubahan besar dari sistem 3 bek (back three) ala Ruben Amorim yang kontroversial dan sering dikritik. Dalam penguasaan bola, satu fullback tuck in (masuk ke tengah) sementara fullback lain maju membentuk 3-2-4-1 mirip gaya modern Pep Guardiola atau Mikel Arteta.
Gaya Bermain Possession-Oriented dengan Tempo Terkendali
Penguasaan bola tinggi (rata-rata 57 persen di Middlesbrough) dan build up sabar dari belakang. Tempo permainan lambat tapi terkontrol, dengan penekanan pada passing akurat dan kontrol permainan. Memberi kebebasan kreatif tinggi bagi pemain depan untuk berekspresi sehingga sering menghasilkan gol banyak saat sedang on form. Hanya, kadang dikritik kurang fleksibel (tidak ada Plan B) jika lawan menekan tinggi, dan permainan bisa jadi steril jika tidak efektif.
Manajemen Pemain yang Tenang dan Positif
Carrick dikenal understated, jarang berteriak atau kritik publik terhadap pemain. Dia lebih suka komunikasi pribadi dan membangun loyalitas. Di United, dia menargetkan membawa kembali ”good vibes” dan standar tinggi klub, karena ia tahu betul apa yang dibutuhkan untuk menang di sini (sebagai mantan pemain legendaris dengan 18 trofi juara).
Tim Pendukung yang Kuat
Carrick membawa staf baru, Steve Holland (eks asisten Gareth Southgate di timnas Inggris) sebagai tangan kanan, lalu Jonathan Woodgate, Jonny Evans, dan Travis Binnion sebagai first team coach. Kombinasi antara pengalaman dan modern serta campuran antara internal dan eksternal klub.
MANCHESTER UNITED (4-2-3-1): 31-Lammens (g); 2-Dalot, 5-Maguire, 6-Martinez, 23-Shaw; 18-Casemiro, 37-Mainoo; 19-Mbeumo, 8-B. Fernandes (c), 10-Cunha; 30-Sesko
Pelatih: Michael Carrick
Jersey pemain: Merah
Jersey kiper: Hitam
MANCHESTER CITY (4-1-4-1): 25-Donnarumma; 27-Nunes, 45-Khusanov, 68-Alleyne, 33-O’Reilly; 16-Rodri; 20-Bernardo (c), 10-Cherki, 47-Foden, 42-Semenyo; 9-Haaland
Pelatih: Pep Guardiola
Jersey pemain: Biru langit
Jersey kiper: Hijau
Wasit: Anthony Taylor
Stadion: Old Trafford, Manchester
Siaran Langsung: Champions TV 5/Vidio pukul 19.30 WIB