JawaPos.com - Setelah memecat Ruben Amorim, Sir Jim Ratcliffe kini menghadapi ujian penting dalam proyek besarnya bersama Manchester United.
Klub memang sempat memperlihatkan secercah potensi sepanjang musim, tetapi rentetan hasil mengecewakan—ditambah hubungan yang kian merenggang antara manajer dan pemilik—akhirnya memaksa United mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal itu setelah hanya 14 bulan menjabat.
Dengan kursi manajer kosong, perhatian langsung tertuju pada sosok pengganti. Kandidat tentu tak akan sedikit, namun ada satu nama yang sejak lama diakui Ratcliffe sebagai figur yang sangat ia kagumi. Masalahnya, nama tersebut nyaris mustahil untuk benar-benar didatangkan ke Old Trafford.
Melansir Manchester Evening News, sosok itu adalah Jurgen Klopp. Mantan pelatih Liverpool tersebut dikenal sebagai arsitek kesuksesan The Reds, membawa mereka menjuarai Premier League dan Liga Champions.
Ratcliffe sendiri tak pernah menutup kekagumannya kepada Klopp dan bahkan sempat mengisyaratkan bahwa pelatih asal Jerman itu adalah target impiannya.
"Klopp memiliki kemampuan untuk memotivasi para pemainnya hingga mencapai puncak performa," ujar Ratcliffe pada Maret 2024, tak lama setelah mengambil alih operasional sepak bola di Old Trafford.
"Komitmen total di lapangan. Dan, Anda tahu, itu salah satu hal yang bisa dilakukan oleh pelatih yang baik."
Namun realitas berkata lain. Klopp kini menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global di Red Bull, peran strategis yang ia ambil setelah meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/24.
Lebih dari itu, Klopp sebelumnya telah menegaskan bahwa masa baktinya di Liverpool akan menjadi yang terakhir dalam karier manajerialnya. Dengan rivalitas sengit antara Liverpool dan Manchester United, kepindahan ke Old Trafford nyaris tak terbayangkan.
Situasi tersebut membuat Setan Merah harus bersikap lebih realistis. Fokus klub kini diarahkan pada target lain yang lebih memungkinkan.
Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, disebut sebagai salah satu kandidat terdepan, bersaing dengan mantan pelatih timnas Inggris Gareth Southgate—nama lain yang juga sudah lama dikagumi oleh Ratcliffe.
Selain itu, Andoni Iraola dari Bournemouth, Unai Emery dari Aston Villa, hingga mantan bek Manchester United Laurent Blanc turut dikaitkan dengan posisi tersebut. Untuk sementara, pelatih tim U-18 Darren Fletcher ditunjuk sebagai manajer interim hingga klub menetapkan pengganti permanen.
Manchester United sendiri telah mengonfirmasi kepergian Amorim melalui pernyataan resmi pada Senin pagi.
"Ruben Amorim telah meninggalkan posisinya sebagai Pelatih Kepala Manchester United," demikian bunyi pernyataan klub.
"Ruben diangkat pada November 2024 dan memimpin tim ke Final Liga Europa UEFA di Bilbao pada bulan Mei. Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Liga Premier, manajemen klub dengan berat hati telah mengambil keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan."
"Ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk meraih posisi tertinggi di Liga Premier. Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya. Darren Fletcher akan memimpin tim melawan Burnley pada hari Rabu."
Kepergian Amorim terjadi setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds di Elland Road pada Minggu. Usai laga tersebut, pelatih berusia 40 tahun itu mengisyaratkan adanya ketegangan di balik layar, sembari menegaskan bahwa ia melihat dirinya sebagai "manajer" United, bukan sekadar "pelatih".
"Situasinya akan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk melakukan perubahan," kata Amorim di masa lalu.
"Itulah poin saya, saya ingin menyelesaikannya dengan itu. Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang untuk menggantikan saya."
Kini, Manchester United kembali memasuki fase pencarian. Jurgen Klopp mungkin hanya akan tetap menjadi sosok impian Sir Jim Ratcliffe, sementara Old Trafford harus menunggu jawaban dari kandidat yang lebih realistis untuk membawa klub keluar dari masa transisi yang tak kunjung usai.